Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Pasangan kalian masing-masing,,,


__ADS_3

Deg...


Citra benar-benar merasa hatinya sangat hancur begitu melihat Fandi menggandeng tangan wanita lain,, dan juga tersenyum pada wanita itu.


Dia pasti pacar Fandi,, kok sakit banget rasanya melihat dia bersama wanita lain,, batin Citra sambil masih terus berusaha untuk tidak menangis dihadapan semua orang,, Citra benar-benar langsung tidak mood dan berasa ingin pergi dari rumah Rafa padahal Fandi belum bicara sedikit pun.


Yang lainnya langsung tersenyum pada Fandi.


"Itu pacar kamu Fan?" ucap Rafa sambil melihat Fandi dan Delia secara bergantian.


"Ayo kalian duduk dulu,," ucap Rara sambil tersenyum pada Fandi dan Delia.


Ra,, kenapa sampai saat ini aku masih sangat mencintai kamu,, maafin aku Rafa karena hingga detik ini aku masih menaruh perasaan pada istrimu,, batin Fandi sambil melihat Rara.


"Fan,, ayo duduk,," ucap Delia karena Fandi yang terlihat diam.


Melihat kejadian itu,, Citra benar-benar merasa hatinya sangat sakit,, dia ingin marah namun dia tidak memiliki hak apa-apa untuk marah.


Cemburu tapi aku nggak ada hak apa-apa,, kenapa secepat ini kamu memiliki kekasih Fandi,, tidak bisa kah menunggu sampai aku udah move on dari kamu baru kamu memiliki pacar? batin Citra.


Fandi sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ucapan Delia.


"Kamu kaget yah? maaf,," ucap Delia.


"Nggak apa-apa kok,, nggak usah minta maaf,," ucap Fandi sambil tersenyum pada Delia.


Deg....


Delia benar-benar merasa deg-degan begitu Fandi seperti itu pada dirinya.


Fandi bisa selembut itu pada wanita? batin Citra yang sangat ingin berada di posisi Delia.


"Ayo kita duduk dulu,, terus aku perkenalkan kamu pada yang lain," ucap Fandi lagi sambil tersenyum.


Fandi benar-benar hanya menganggap Delia seperti adiknya sendiri.


Delia pun mengikuti ucapan Fandi.


Fandi yang ingin duduk menoleh sedikit pada Citra.

__ADS_1


Citra dengan segera memalingkan wajahnya karena tidak ingin Fandi menyadari kesedihan dirinya.


Hmmm siapa juga yang mau lihat kamu lama-lama,, batin Fandi yang kesal melihat Citra seperti itu.


"Jadi Fan,, ayo perkenalkan wanita yang kamu gandeng ini," ucap Aldi sambil melihat Fandi dan Delia secara bergantian.


"Yah seperti yang aku katakan sebelumnya kalau aku sudah memiliki kekasih,, dan dia ini kekasih ku,, namanya Delia," ucap Fandi sambil tersenyum.


"Emm aku mau balik dulu yah, aku lupa ada sedikit urusan yang belum aku selesaikan,," ucap Citra tiba-tiba yang membuat semua mata langsung tertuju padanya.


"Urusan apa Cit? sok sibuk banget sih kamu," ucap Aldi yang tidak menyadari bahwa Citra melakukan itu karena tidak sanggup jika harus melihat Fandi berdekat-dekatan dengan pacarnya.


Saat ini Citra ingin sekali pulang,, dan dia ingin menangis sejadi-jadinya karena sejak tadi dia terus menahan kesedihannya.


"Iya Cit,, kamu jangan balik dulu yah, kan kalau nggak ada kamu sunyi Cit,," ucap Rafa juga.


Ana hanya jadi penonton saja. Dia bingung akan apa yang mesti dia lakukan.


"Aku nggak nyangka loh awalnya kalau Fandi akhirnya memiliki kekasih,, tapi aku turut senang,, walaupun kalian memiliki kekasih dengan sangat mendadak," ucap Rafa lagi sambil melihat Fandi dan Citra.


"Ehh iya juga yah,, kok bisa kalian memiliki kekasih mendadak seperti ini,," ucap Rara yang baru menyadari itu semua.


"Aku juga nggak ada niat sama sekali untuk seperti itu,, semoga bahagia yah dengan pacarmu,," ucap Citra sambil melihat Fandi.


"Oh iya sudah pasti,, kamu juga semoga bahagia dengan pacarmu,," ucap Fandi sambil melihat Citra juga.


"Iya kita memang akan selalu bahagia," ucap Citra sambil melihat ke arah Chris.


"Bagus deh," ucap Fandi.


"Kalian ketemu dimana?" tanya Citra yang penasaran.


"Kenapa kamu kepo,, apa untungnya juga memberitahukan kamu?" ucap Fandi sambil melihat Citra.


Citra terus-menerus menutupi kesedihannya. Citra masih bertahan karena tidak enak pada yang lainnya kalau dia langsung pulang.


"Ya ampun Fandi,, jawab aja,, dia mungkin penasaran orang seperti kamu gimana caranya bisa memiliki pacar,," ucap Aldi lalu tertawa.


"Nah iya benar yang dikatakan Aldi," ucap Citra juga.

__ADS_1


"Hmm aku bertemu dia tanpa sengaja belum lama ini,, dan pertama bertemu dia langsung bisa membuat aku kepikiran terus pada dirinya,, aku pun memutuskan untuk mendekati dia,, dan untungnya dia mau menerima perasaan aku,, dan satu hal lagi dia nggak mengungkapkan perasaannya pada pria,, aku lah yang mengungkapkan perasaan ku pada dirinya,," ucap Fandi yang sengaja menyindir Citra.


Delia sangat beruntung,, batin Citra.


"Hmmm gitu,, makasih yah sindirannya,, aku doakan semoga kalian langgeng yah," ucap Citra sambil tersenyum palsu.


"Doakan juga aku dengan Chris semoga langgeng,," ucap Citra lagi.


Fandi tidak suka melihat Citra yang bersikap seperti itu,, entah kenapa dia sangat tidak suka melihat Citra yang tersenyum sangat bahagia.


Padahal tanpa Fandi sadari dibalik senyum itu ada hati Citra yang benar-benar sakit.


"Nah gini kalian saling mendoakan kan bagus,," ucap Rafa sambil melihat Citra dan Fandi.


"Iya,, kalian kalau akur tuh bagus banget loh,, ternyata disaat kalian memiliki kekasih masing-masing kalian langsung bisa akur gini yah,, kenapa nggak dari dulu saja biar kita nggak pusing melihat kalian yang ribut terus," ucap Aldi.


Citra dan Fandi hanya saling pandang.


Sementara di tempat lain ada Fania dan Zahra.


Fania yang masih dalam proses penyembuhan benar-benar sangat merindukan Reno.


"Andai Reno ada disini,," ucap Fania yang sudah tentu didengar oleh Zahra.


"Hmmm dia sedang bahagia sekarang Fania,, dia itu sudah melupakan kamu," ucap Zahra.


"Kamu sih pakai sok-sok meninggal segala," ucap Zahra lagi.


"Hmmm kalau aku nggak kayak gini,, aku pasti udah di dalam penjara sekarang,," ucap Fania lagi sambil melihat kesal pada Zahra.


"Iya juga sih,, tapi Reno sekarang tuh sudah bahagia dengan wanita lain, aku yakin sih dia itu pasti udah melupakan kamu,, jadi lebih baik kamu sehat cepat dan cari pria lain saja," ucap Zahra lagi.


"Nggak ada yang bisa menggantikan Reno,, dan juga Reno nggak mungkin lupain aku,," ucap Fania kesal.


"Reno harus bersama dengan aku, aku pasti akan pulih secepatnya dan menyingkirkan Ana,," ucap Fania lagi dengan penuh keyakinan.


Sementara di rumah Rafa...


"Jadi gimana kalian mau nggak, weekend nanti kita pergi liburan,, bawa deh pasangan kalian masing-masing,,," ucap Rafa yang mengusulkan ide membuat semua mata tertuju padanya.

__ADS_1


__ADS_2