
Rara pun berusaha melanjutkan makannya lagi dan seperti tidak habis mendengarkan pembicaraan Rafa dan Gracia.
Rafa pun kembali ke meja makan dan melanjutkan makannya lagi.
Setelah selesai makan, Rafa pun berniat akan mengantar Rara ke rumahnya yang lain yang sudah Rafa sediakan untuk Rara.
"Rara kamu sudah beres-beres pakaian dan segala yang kamu butuhkan?" Tanya Rafa kepada Rara yang sedang bengong.
Rara pun tersentak kaget mendengar Rafa yang tiba-tiba bicara.
"Iya sudah kok" Ucap Rara cepat.
"Baguslah, oh iya Fandi mau kesini, aku menyuruh dia buat kesini, kamu bisakan membantu aku buat menjelaskan ke Fandi karena pasti Fandi tidak terima dengan keadaan kita sekarang tapi kalau kamu yang bicara mungkin dia akan mengerti" Ucap Rafa.
Rara pun menganggukan kepalanya saja pertanda dia mengerti dengan maksud Rafa dan mau membantu Rafa.
"Terima kasih yah Rara kamu memang orang baik dan pengertian" Ucap Rafa lalu tersenyum kepada Rara.
"Iya Rafa kamu nggak usah bilang terima kasih terus, aku jadi nggak enak kalau kamu bilang terima kasih terus" Ucap Rara kepada Rafa.
"Iya deh" Ucap Rafa sambil nyengir.
Tak lama Fandi pun muncul dan mengernyitkan keningnya melihat Rara dan Rafa yang sepertinya memang sengaja menunggunya dan juga ada tas di dekat mereka.
"Ini tas siapa?" Tanya Fandi sambil duduk di sofa.
"Tas gue Fandi" Jawab Rara.
"Haa tas loe, memangnya loe mau kemana Rara?" Tanya Fandi bingung.
__ADS_1
"Emm gue mau pindah Fandi, mau tinggal terpisah dengan Rafa" Ucap Rara yang membuat Fandi langsung terkejut.
"Rara loe bercanda kan, loe istri Rafa tahu masa loe mau tinggal terpisah dengan suami loe, ada-ada ajah deh loe" Ucap Fandi sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Gue nggak lagi bercanda Fandi tapi gue serius, gue emang mau tinggal terpisah dengan Rafa lagian kita juga kan mau cerai nanti" Ucap Rara.
"Tapi Rara kalian mau cerai itu masih lama loe nggak boleh tinggal terpisah dengan Rafa apapun alasannya kalian kan masih suami istri" Ucap Fandi.
"Fandi gue mohon loe mengerti sama keadaan kita yah" Mohon Rara.
"Loe jangan seperti itu Rara gue mohon, dan loe Rafa kok loe diam ajah sih bukannya melarang Rara juga" Ucap Fandi.
"Gue udah larang Fandi tapi dia nggak mau makanya gue suruh loe datang kesini buat melarang dia dan kalau loe nggak bisa setidaknya loe udah tahu sama keputusan Rara dan loe nggak mikir macam-macam sama gue" Ucap Rafa yang lagi-lagi membuat hati Rara sakit namun dia tetap mencoba tersenyum.
"Fandi ini sudah menjadi keputusan gue dan Rafa udah bujuk gue tapi gue udah yakin sama keputusan gue, loe mau kan mengerti Fandi sama keadaan kita" Ucap Rara lagi dengan wajah memohonnya.
"Tapi Rara kenapa mesti pindah sih Rara" Ucap Fandi lagi masih belum menerima.
"Fandi gue mohon loe harus dukung keputusan gue yah" Ucap Rara masih dengan wajah memohonnya.
"Baiklah Rara kalau menurut loe itu yang terbaik" Ucap Fandi pada akhirnya.
Akhirnya Fandi bisa mengerti tanpa curiga batin Rafa senang.
"Tapi Fandi loe harus janji nggak bilang sama siapa-siapa, ini harus loe ajah yang tahu" Ucap Rara.
"Iya Rara, loe mau pindah dimana?" Tanya Fandi namun sebenarnya Fandi sudah menduga bahwa Rafa pasti sudah mencarikan rumah baru buat Rara.
"Gue belum tahu karena Rafa yang sudah mencarikan rumah lain buat gue" Jawab Rara.
__ADS_1
Seperti dugaan gue, kalau sampai Rafa nggak mencarikan rumah buat Rara gue nggak bakalan pernah izinin ini batin Fandi.
"Ayo sekarang kita ke rumah yang baru buat Rara" Ajak Rafa dengan sangat bahagiannya berbeda dengan Rara dengan perasaan terlukanya, apalagi melihat Rafa yang sangat bahagia ketika ingin tinggal berpisah dengan dirinya.
Mereka pun berangkat bersama ke rumah yang baru untuk Rara. Rumahnya lebih besar dari rumahnya bersama dengan Rafa namun itu percuma buat Rara karena dia tidak tinggal bersama dengan Rafa.
Rafa juga sudah menyiapkan kendaraan roda dua buat Rara.
"Rafa ngapain loe menyiapkan kendaraan roda dua buat Rara kan loe bisa bersama dengan Rara terus lagian orang-orang tahu loe dan Rara pacaran kan jadi wajar" Ucap Fandi membuat Rafa terdiam seketika, dia belum memikirkan alasan untuk itu kepada Fandi jika dia bertanya, Rafa dengan sengaja membelikan Rara kendaraan roda dua agar Rara bisa berada jauh dengan dirinya dan bisa membawa motornya sendiri tanpa harus bersama dengan Rafa.
Rara yang mengerti dengan ekspresi Rafa yang tiba-tiba berubah langsung saja membantu Rafa lagi.
"Gue sudah memutuskan untuk putus Fandi dengan Rafa, jadi orang-orang bakalan tahu nanti kalau gue dan Rafa sudah putus dan terima kasih yah Rafa buat motornya ini pasti sangat membantu aku, aku nggak menyangka kalau kamu bisa sampai berpikir untuk membelikan aku motor" Ucap Rara dan lagi-lagi memaksa dirinya untuk tetap tersenyum walaupun hatinya benar-benar sakit karena Rafa sampai membelikan dirinya kendaraan roda dua demi bisa jauh dengan Rara dan pastinya untuk menjaga perasaan Gracia.
Rara kamu benar-benar wanita baik, maafin aku Rara pasti hati kamu sekarang benar-benar sakit batin Rafa.
"Rara kenapa mesti sampai segitunya sih dan loe bisa bawah motor?" Tanya Fandi yang tak habis pikir.
"Iya bisa kok Fandi dan memang harus begitu Fandi, loe nggak usah heran yah dan gue cuma mau loe dukung gue Fandi" Ucap Rara.
"Iya Rara kalau menurut loe itu yang terbaik" Ucap Fandi pasrah dengan keputusan Rara, Fandi paling tidak bisa untuk tidak mengikuti kemauan Rara apalagi kalau Rara sudah memohon pada dirinya.
Rafa pun lega mendengar ucapan Fandi dan juga merasa sangat bahagia.
Barang-barang Rara pun sudah di pindahkan ke rumah Rara yang baru menggunakan bantuan dari bawahan Fandi, dengan Rara yang tinggal sendiri pada akhirnya.
Setelah barang-barang Rara sudah di pindahkan mereka pun berangkat ke kampus dengan menggunakan kendaraan masing-masing karena Rara bersikeras untuk menggunakan motornya sendiri buat ke kampus dan tak mau merepotkan Fandi terus meskipun Fandi sudah memaksa untuk mengantar Rara.
Berbeda dengan Rafa yang biasa saja bahkan menawarkan Rara untuk bersama dirinya pun tidak karena Rafa sudah ada janji dengan Gracia.
__ADS_1