Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Udah cukup umur


__ADS_3

"Apaan sih Fandi, aku mau ketularan apa juga sama Citra," ucap Rara sambil tersenyum.


"Ketularan ondel-ondelnya atau ngeselinnya Ra, pokoknya kamu nggak boleh seperti dia," ucap Fandi lagi.


"Iya," ucap Rara.


"Istriku mana mungkin seperti itu Fandi, kamu ada-ada ajah deh kalau ngomong, lagian Rara itu tahu mana yang baik dan mana yang buruk, kan udah gede," ucap Rafa sambil tersenyum pada Rara.


"Iya benar tuh yang di bilang Rafa," ucap Aldi.


"Iya aku akui itu, tapi kan jaga-jaga ajah," ucap Fandi.


Tak lama Citra kembali muncul dengan sudah membersihkan dandanannya. Citra melihat sinis kepada Fandi, begitu pun Fandi lebih sinis lagi dia melihat kepada Citra, yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Fandi dan Citra.


"Kenapa kamu lihat aku lagi, aku tahu aku cantik tapi nggak usah lihatin aku begitu," ucap Citra.


"Kepedean kamu semakin meningkat, pengen banget kamu, aku bilangin cantik yah, sorry yah nggak sembarangan orang yang akan mendapatkan pujianku, orang yang mendapatkan pujianku,, yaitu orang yang benar-benar cantik,, cantik wajah dan juga cantik hati,,, nggak kayak kamu ini nggak cantik dua-duanya,, wajah pas-pasan hati jahat lagi,,," ucap Fandi.


"Apa kamu bilang?" tanya ulang Citra dengan tatapan kesalnya.


"Nggak ada siaran ulang, yang intinya kamu nggak ada cantik-cantiknya sama sekali," ucap Fandi.


"Kalian pacaran ajah, cocok banget kalian,,, beneran aku nggak bohong kalian sangat cocok," ucap Aldi yang membuat Citra dan Fandi seketika menoleh pada Aldi.


"Nggak mungkin," ucap Fandi dan Citra secara bersamaan.


"Tuhkan apa aku bilang kalian emang sangat cocok, bicara saja barengan," ucap Aldi sambil tersenyum.


"Kamu jangan bicara sembarangan Aldi, aku benar-benar nggak sudi sama dia, sekalipun tinggal satu cowok di bumi ini yaitu dia, aku nggak bakalan mau,, aku lebih memilih jomblo ajah," ucap Citra.


"Apalagi aku,, kamu pikir aku mau sama kamu,,, lebih nggak sudi aku tahu," ucap Fandi.


"Kamu itu kenapa sih, jadi cowok ngeselin amat,, sejak di rumah sakit kamu itu sangat menjengkelkan," ucap Citra.

__ADS_1


"Aku menjengkelkan hanya menurut kamu ajah, tetapi menurut Aldi dan yang lainnya aku orang baik,,, lagian yang menjengkelkan sebenarnya yaitu kamu,, pakai bilangin aku lagi,,, nggak sadar kamu yah," ucap Fandi.


"Ana dan Aldi apa aku menjengkelkan selama di rumah sakit? aku kan nggak macam-macam malahan aku menjagamu juga Aldi," ucap Citra.


"Kamu menjengkelkan Citra tapi cuma sedikit saja kok," ucap Aldi.


"Tuhkan Aldi saja mengakuinya kalau kamu menjengkelkan sedangkan aku nggak menjengkelkan sama sekali," ucap Fandi.


"Nyebelin banget sih kamu Aldi,, mentang-mentang nih orang salalu menemani kamu, kamu belain dia terus," ucap Citra sambil melihat kesal pada Fandi.


"Ana apa aku menjengkelkan, jawab yang jujur," ucap Citra lagi sambil melihat kepada Ana.


"Iya dikit kok," jawab Ana.


Fandi pun langsung menertawai Citra dan itu membuat Citra semakin kesal saja.


"Ana kamu kok belain dia juga, tega banget kamu sama aku," ucap Citra kepada Ana sedangkan Rafa dan Rara hanya menjadi penonton saja.


"Hemm tuhkan,,, kalau aku jadi kamu Ana atau jadi Aldi,, sudah lama aku mengusirnya keluar dari rumahku karena dia hanya merepotkan saja," ucap Fandi lagi.


"Kenapa lihat-lihat benarkan yang aku katakan," ucap Fandi sambil melihat Citra.


"Udah,, udah nggak usah ribut melulu kalian berdua,,, ya ampun itu sangat menyakiti telingaku,, mendengar keributan kalian,, benar deh aku nggak bohong,," ucap Rafa pada akhirnya.


Citra langsung melihat kepada Rafa begitupun dengan Fandi.


"Rafa aku itu sebenarnya nggak mau ribut tahu nggak,, hanya dia saja yang memancing aku untuk ribut," ucap Fandi sambil melihat Citra.


"Enak ajah kamu salahin aku,, kan kamu yang selalu mencari masalah duluan sama aku,, ngapain kamu merhatiin aku terus coba,, buat aku kesal saja," ucap Citra.


"Aku itu nggak merhatiin kamu yah,, aku cuma lihat saja dandanan ondel-ondelmu,,, ngapain aku merhatiin kamu sih nggak berguna banget buat aku,, malahan akan menyakiti mataku saja," ucap Fandi.


"Dan juga aku melihat kamu yang selalu melihat Rara dengan tatapan tidak suka,, nggak usah ngeles deh, aku tahu semuanya kamu itu nggak suka sama Rara,, pasti iri kan kamu sama Rara,, setelah aku pikir-pikir,, itu adalah alasan yang cocok,, kamu pasti iri sama Rara makanya kamu selalu melihat dia dengan tatapan tidak suka," ucap Fandi lagi.

__ADS_1


"Sembarangan banget kamu nuduh aku,,, kamu itu emang suka banget menjelek-jelekan aku,,, padahal aku cuma melihat Rara biasa ajah tapi kamu bilangin aku sembarangan," ucap Citra.


"Nggak mau ngaku lagi,, kenapa kamu nggak mau ngaku,, takut sama Rafa," ucap Fandi.


"Benar kamu tidak suka sama istriku?" tanya Rafa pada akhirnya.


"Emmm,, nggak kok Rafa,, aku suka sama Rara kok,, aku juga lihatin Rara biasa ajah,, lagian aku nggak pernah apa-apain Rara,, tanya ajah sama Rara sendiri kalau kamu nggak percaya sama apa yang aku katakan," ucap Citra cepat,, dia benar-benar tidak mau mendapatkan masalah dengan Rafa karena dia takut nasibnya nanti sama dengan Zahra nanti.


"Beneran sayang dia nggak pernah apa-apain kamu?" tanya Rafa pada Rara.


"Iya nggak kok, dan Fandi makasih yah kamu selalu perduli padaku dan memperhatikan orang-orang di sekitarku,, tapi Citra memang nggak pernah menyakiti aku kok," ucap Rara.


"Syukur deh Ra,, kamu nggak usah tutup-tutupi kalau dia menyakiti kamu,, langsung bilang saja pada suami kamu,, biar dia dapat balasannya," ucap Fandi lagi sambil tersenyum sinis pada Citra.


Rara hanya menganggukan kepalanya biar Fandi tidak ribut lagi.


"Aldi ayo kita ke ruangan kerja kamu dulu, ada sesuatu yang ingin aku beritahu sama kamu,,," ucap Rafa yang membuat Aldi mengernyitkan keningnya bingung.


Apa yang ingin di beritahu Rafa pada Aldi yah,, aku penasaran banget batin Citra.


"Sayang kamu tunggu disini saja dulu yah,, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Aldi,," ucap Rafa kepada Rara.


"Iya," ucap Rara dengan senyumnya.


Rafa langsung mengecup bibir Rara di depan yang lainnya,,, membuat Fandi heboh sedangkan Rara sudah benar-benar merasa malu.


"Rafa kamu benar-benar tega melakukan itu di depan kami,, apalagi di depan Ana,, dia kan masih belum cukup umur untuk melihat adegan tadi," ucap Fandi.


"Apaan sih aku udah cukup umur kak,, hanya kaget saja melihat adegan itu secara langsung," ucap Ana kepada Fandi sedangkan Aldi tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Citra benar-benar merasa iri pada Rara.


"Itu hanya kecupan,, ayo Aldi kita ke ruangan kerja kamu,, Fandi kamu ikut juga," ucap Rafa dengan santainya.

__ADS_1


__ADS_2