Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Mendengar kabar


__ADS_3

Oh Rara ada, bisa kali yah main-main sedikit dengan dia batin Citra.


"Oke gue bakalan pulang sekarang," ucap Citra.


"Hati-hati loe," ucap Ana.


"Iya," ucap Citra.


Ana segera menutup panggilan telfonnya dengan Citra.


"Citra lagi dimana?" tanya Aldi.


"Nggak tahu juga sih kak, yang jelasnya dia udah mau balik sekarang, dia bosan di rumah tadi makanya dia keluar jalan-jalan" jawab Ana.


"Oh gitu, jadi sekarang kalian mau ngapain?" tanya Aldi.


"Mau nungguin Citra ajah deh, nanti Citra datang baru kita pergi belanja," ucap Ana.


"Loh emang udah nggak ada di dapur?" tanya Aldi.


"Nggak tahu juga kak," jawab Ana sambil nyengir.


"Periksa dulu dong Ana adikku," ucap Aldi.


Ana segera pergi memeriksa bahan-bahan dapur dan ternyata masih banyak.


"Masih banyak ternyata kak," ucap Ana sambil nyengir begitu dia sudah selesai memeriksa bahan-bahan dapur.


"Tuhkan, kalian nggak usah keluar belanja," ucap Aldi.


Aldi melarang mereka karena Aldi tidak mau saja lalai lagi seperti dulu sehingga Rara bisa di culik.


"Ya udah kak Rara dan kak Aldi, kita nonton ajah yuk sambil nungguin Citra datang," ucap Ana.


Aldi dan Rara menyetujui keinginan Ana.


#######


"Aldi loe beneran kan udah nggak kenapa-kenapa?" tanya Rara begitu mereka sedang nonton.


"Iya Rara gue udah nggak kenapa-kenapa kok, nggak mungkin kan gue di izinin pulang kalau masih kenapa-kenapa, gue tahu loe pasti merasa bersalah kan, udahlah santai ajah Ra," ucap Aldi.


"Gue nggak bisa Aldi, gue selalu merasa kalau semua itu karena gue makanya loe jadi begini, coba ajah kalau waktu itu loe nggak nolongin gue pasti loe nggak bakal kayak gini," ucap Rara.


"Iya gue emang nggak bakalan kayak gini, tapi loe bakalan tiada Rara, dan itu akan membuat gue merasa bersalah seumur hidup gue karena tidak bisa menjaga loe dengan baik, dan juga apa loe lupa punya suami yang sangat mencintai loe, dia pasti jadi gila atau langsung ikut mati juga kalau waktu itu kamu yang terkena tembakan," ucap Aldi.


"Gue ikhlas lakukan itu, dan gue juga senang bisa melindungi loe, jadi loe nggak usah merasa bersalah lagi yah, gue benar-benar nggak apa-apa lagi kok," ucap Aldi sambil tersenyum.


"Terima kasih yah Aldi," ucap Rara.


"Kok pakai bilang makasih, kamu nggak usah ngucapin itu, gue Aldi bakalan selalu melindungi loe Rara karena loe orang baik dan juga loe sangat berarti buat sepupu gue Rafa, dia itu benar-benar sangat mencintai loe, gue akan selalu melindungi loe sekalipun loe nggak minta buat di lindungi," ucap Aldi.


Rara pun tersenyum pada Aldi. Sedangkan Ana hanya menjadi pendengar saja di tengah pembicaraan Rara dan kakaknya.


############

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka duduk-duduk santai sambil nonton dan ngemil akhirnya Citra datang, Citra langsung memandang kesal pada Rara.


Rara mencoba tersenyum pada Citra, Rara sebenarnya ingin dekat dengan Citra juga tapi Rara tidak mengerti kenapa Citra selalu saja terlihat kesal pada dirinya, padahal Rara belum lama bertemu dengannya.


Citra segera duduk di sofa dekat dengan Ana.


"Citra akhirnya loe datang juga, loe darimana sih tadi?" tanya Ana.


"Gue tadi udah panik nyariin loe eh ternyata loe cuma keluar doang, nanti loe bilang-bilang yah kalau mau keluar," ucap Ana.


"Gue cuma jalan-jalan ajah sih pakai mobil, tadi tuh gue mau beritahu loe, cuma gue lupa tahu nggak," ucap Citra.


"Hemm pikun banget sih loe," ucap Ana.


"Cit gimana sama loe, loe mau balik lagi atau loe mau di Indonesia saja?" tanya Aldi.


"Gue bakalan disini ajah, gue mau cari kerja dulu," jawab Citra.


"Kalau itu sih masalah gampang Cit, loe bisa kerja di kantor gue," ucap Aldi.


Kirain di kantor Rafa, batin Citra.


"Kalau di kantor Rafa kira-kira gue bisa masuk nggak yah karena sebenarnya gue pengen banget deh masuk kerja di kantor Rafa," ucap Citra.


"Udah deh Cit loe nggak cocok di kantor kak Rafa, lebih baik loe masuk kerja di kantor kak Aldi," ucap Ana.


"Iya benar tuh yang di katakan Ana, loe masuk di perusahaan gue ajah, lagian yah sangat susah untuk masuk di perusahaan Rafa," ucap Aldi lagi.


Malas banget sebenarnya, gue pengen banget masuk kerja di perusahaan Rafa tahu nggak, selain bisa fokus deketin Rafa, gue juga bisa dapat gaji yang banyak, batin Citra.


"Rafa lagi nggak butuh karyawan baru," ucap Aldi.


"Iya Cit loe di perusahaan kak Aldi ajah," ucap Ana.


"Hemm iya terserah saja deh," ucap Citra.


########


Di tengah-tengah memasak mereka ponsel Rara berdering, Citra melihat tidak suka pada Rara tapi Rara tidak menyadari itu, Rara langsung mengangkat panggilan telfon dari Rafa begitu dia tahu Rafa yang meneleponnya.


"Halo," ucap Rara begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Rafa.


"Halo, kamu lagi dimana sayang?" tanya Rafa.


"Aku lagi di rumah Aldi, ada apa?" tanya Rara.


"Aku hanya ingin menanyakan keberadaanmu saja, kamu jangan kemana-mana yah, di rumah Aldi saja," ucap Rafa.


"Iya kok aku memang nggak mau kemana-mana, sekarang kita lagi masak ajah nih bersama Ana dan Citra," ucap Rara.


"Wahh enak dong yah haruskah aku pergi makan siang di rumah Aldi," ucap Rafa.


"Memang nggak jauh?" tanya Rara.


"Nggak jauh asal ada kamu disitu," ucap Rafa yang membuat Rafa tersenyum.

__ADS_1


"Aldi kemana?" tanya Rafa.


"Ini dia sedang duduk sambil memantau," ucap Rara sambil tersenyum.


"Berikan sama Aldi dong ponselmu sayang, aku ingin bicara dengan dia," ucap Rafa


Rara segera memberikan ponselnya kepada Aldi.


"Rafa mau bicara," ucap Rara sambil memberikan ponselnya kepada Aldi, dan Aldi segera mengambil ponsel Rara.


"Halo Rafa, ada apa?" tanya Aldi.


"Boleh nggak gue ke rumah loe bentar jam makan siang?" tanya Rafa.


"Hmm sok izin lagi loe, padahal nih yah biar gue nggak izinin loe pasti datang, iyakan pak Rafa," ucap Aldi.


Haa Rafa mau datang kesini, bagus dong aku harus masak seenak mungkin, tapi ini benar-benar menyebalkan sejak tadi Aldi selalu disini susah banget mau ngerjain Rara batin Citra kesal sendiri.


Rafa tertawa mendengar ucapan Aldi, karena Aldi memang benar.


"Iya sih, apalagi disitu ada istriku" ucap Rafa.


"Jangan biarin Rara keluar rumah yah, dia disitu ajah," ucap Rafa karena sebenarnya itulah yang ingin dia bicarakan dengan Aldi.


"Oh kalau itu tenang ajah, gue tahu kok dan nggak bakalan biarin Rara keluar rumah, gue udah belajar dari pengalaman gue dulu," ucap Aldi.


"Baguslah, berikan lagi ke istriku," ucap Rafa.


"Ra ini gue udah bicara dengan Rafa," ucap Aldi sambil memberikan ponsel Rara.


Rara segera mengambilnya.


"Halo sayang, aku tutup dulu yah telfonnya mau lanjut kerja," ucap Rafa.


"Iya," ucap Rara.


"I love you," ucap Rafa.


"Iya," ucap Rara.


"Balas dong sayang," ucap Rafa lagi sambil menahan tawanya, dia tahu Rara seperti itu karena dia malu.


"Ada banyak orang disini," ucap Rara pelan.


"Pokoknya aku mau dengar balasan, kalau nggak aku mogok kerja nih," ucap Rafa.


"I love you too sayang," ucap Rara setelah menjauh sedikit dari Aldi, Ana dan Citra.


"Nah gitu dong, aku tutup dulu telfonnya yah," ucap Rafa.


"Iya sayang," ucap Rara.


Dan Rafa segera menutup panggilan telfonnya dan melanjutkan kerjanya.


##########

__ADS_1


Fandi terkejut begitu mendengar kabar bahwa Gracia telah meninggal.


__ADS_2