
"Rahasia, pokoknya kamu pakai itu yah sayang,, nggak boleh pakai uang kamu loh aku nggak terima itu," ucap Rafa.
"Iya,, aku bakalan pakai yang kamu berikan," ucap Rara.
"Oke,, dan ingat hati-hati,," ucap Rafa lagi yang sudah kedua kalinya mengucapkan itu pada Rara.
"Iya sayang," ucap Rara.
"Oke,, aku tutup telfonnya dulu yah mau lanjut kerja,, I love you my wife," ucap Rafa yang membuat Rara menjadi malu lagi,, karena melihat ekspresi Citra dan Ana yang heboh dan senyum-senyum.
"I love you too," balas Rara dan Rafa segera menutup panggilan telfonnya dengan Rara,, disertai senyum manis di bibir Rafa.
Ana dan Citra langsung batuk-batuk yang di sengaja begitu Rafa sudah menutup panggilan telfonnya dengan Rara.
"Kak Rafa romantis banget yah,," ucap Ana.
"Iya,, perduli banget lagi,, pakai bodyguard dong,," ucap Citra juga.
"Pengen aku tuh punya suami seperti kak Rafa," ucap Ana.
"Jangankan kamu Ana,, aku aja pengen banget," ucap Citra.
"Kalian apaan sih,, ayo kita izin sama Aldi terus pergi belanja," ucap Rara mengalihkan pembicaraan segera sebelum Citra dan Ana semakin menjadi.
"Oh iya ayo Rara kan udah di izinin,, tapi kita gantian dulu dong, mandi udah kan" ucap Citra.
"Iya ayo,, jangan sampai deh kak Rafa menelepon kak Rara lagi dan berubah pikiran," ucap Ana.
Citra dan Ana dengan segera berganti pakaian sedangkan Rara duduk di sofa sambil menunggu mereka selesai berganti pakaian.
"Udah kan?" tanya Rara begitu melihat Citra dan Ana sudah selesai berganti pakaian.
"Emm belum dong,, aku lupa tadi kita mesti dandan juga," ucap Citra lalu segera ke depan cermin.
"Iya kak Rara,, dandan itu adalah sesuatu yang sangat penting ketika kita akan keluar rumah," ucap Ana.
"Ra kamu mau begitu aja?" tanya Citra sambil melihat Rara.
"Iya aku gini aja," jawab Rara.
__ADS_1
"Kamu nggak mau dandan gitu?" tanya Citra heran.
"Iya kak,, ayo kak Rara dandan juga biar kita yang dandanin,, di jamin cantik banget deh," ucap Ana.
"Nggak usah aku nggak biasa dandan,, wajahku terasa berat kalau dandan," tolak Rara secara halus sambil tersenyum,,, karena dia memang tidak suka dandan.
"Baiklah,, kamu duduk dulu tunggu kita yah,, kita mesti mengukir alis dulu," ucap Citra.
"Iya aku tungguin," ucap Rara.
"Cit jangan lama-lama," ucap Ana mengingatkan,, karena dia tahu Citra yang selalu dandan lama apalagi kalau mengukir alisnya.
"Iya nggak lama kok,, bukannya kamu yang selalu dandan lama,, gimana sih," ucap Citra sambil melihat Ana.
"Enak aja salah in aku,, lah kamu yang suka lama kok apalagi kalau berhubungan dengan alis kamu itu,, aku mah cepat dandannya," ucap Ana.
"Iya, iya aku usahakan cepat dehh,, makanya jangan ajakin aku bicara dan gangguin konsentrasi aku dong," ucap Citra pada Ana.
"Nggak kok,, buruan dehh urusin alis kamu itu," ucap Ana.
"Iya ini lagi urus kok,, bawel banget," ucap Citra sambil mengukir alisnya menggunakan pensil alis.
Ana tiba-tiba teringat dengan perkataan Juan lalu tertawa.
"Kenapa kamu tertawa gitu,, apa yang lucu,, aku nggak lagi ngelawak sekarang,, Rara juga nggak,, dia lagi diam tuh,," ucap Citra sambil melihat Ana yang sedang tertawa tidak jelas.
"Aku lagi ingat ucapan kak Fandi untuk kamu Citra," ucap Ana lalu melanjutkan lagi tawanya.
Seketika Citra jadi kesal begitu mendengar nama Fandi.
"Udah deh nggak usah bahas Fandi bisa nggak,, aku tuh dengar nama dia aja udah kesal banget,, nggak usah sebut-sebut dia Ana,, nanti aku salah mengukir alis aku,," ucap Citra.
"Kamu mah gitu amat,, nanti kalau kamu sampai suka sama kak Fandi,, baru deh tahu rasa kamu,, aku yang bakalan dengan senang hati menertawakan kamu dan juga paling depan menertawakan kamu," ucap Ana.
"Aku nggak bakalan suka sama dia, jadi nggak usah bahas manusia menyebalkan itu yah,, kesal aku," ucap Citra.
"Tapi aku senang tuh bahas kak Fandi," ucap Ana lagi.
Kapan selesai mereka dandan kalau ribut terus,, bisa-bisa Rafa datang kita belum pergi belanja lagi,, batin Rara.
__ADS_1
"Tapi aku nggak senang Ana, jadi jangan bahas Fandi si manusia menjengkelkan itu,, oke," ucap Citra lagi.
"Oke nggak lagi,, tapi aku cuma mau bilang kamu dandan jangan kayak ondel-ondel lagi,, karena kita mau pergi belanja nanti kamu jadi pusat perhatian," ledek Ana lalu tertawa berbeda dengan Citra yang sudah kesal.
"Ngapain sih kamu ikuti kata-kata Fandi cowok menjengkelkan itu Ana," ucap Citra kesal.
"Cie,, Citra ingat kata-kata kak Fandi," ledek Ana lagi.
Mereka akhirnya kejar-kejaran membuat Rara hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Citra dan Ana.
"Udah Cit,, aku menyerah,, Capek tahu," ucap Ana yang sudah ngos-ngosan sambil sedikit terbatuk.
"Aku juga capek nih,, makanya kamu jangan bahas Fandi lagi,, aku benar-benar nggak suka mendengar kamu membahas yang berhubungan dengan dia,, lagian dia saja tuh yang nggak biasa lihat orang cantik makanya dia bilangin aku kayak ondel-ondel, padahal kan dandanan aku udah pas dan udah cantik juga," ucap Citra.
"Nggak bagus tahu puji diri sendiri," ledek Ana.
"Kan nggak ada yang puji,, jadi aku puji diri sendiri dulu lah," ucap Citra lagi.
"Kak Fandi tuh yang memuji kamu,, dengan bilangin kamu ondel-ondel itu udah pujian banget tahu," ucap Ana.
"Ana benar-benar yah,, kamu tuh udah ketularan ngeselin juga sama seperti Fandi," ucap Citra.
"Udah ahh lanjutin dandannya,, kak Rara udah capek nungguin kita tahu," ucap Ana sambil melihat Rara.
"Kan kamu yang bikin lama,, gimana sih," ucap Citra.
"Udah santai aja, aku nggak apa-apa nunggu hanya saja jangan sampai suamiku duluan datang sebelum kita pergi belanja," ucap Rara.
"Astaga, iya kak Rara benar juga,, buruan deh kita dandan," ucap Ana kepada Citra.
Dengan segera mereka melanjutkan dandannya.
"Udah?" tanya Rara.
"Udah, ayo kita keluar belanja," ucap Citra dan Ana bersama.
"Kita beritahu Aldi dulu," ucap Rara yang selalu mengingat kata-kata Rafa.
"Oh iya yah, ayo kita ke kamar kak Aldi," ucap Ana sambil berjalan,, Citra dan Rara segera mengikuti langkah Ana.
__ADS_1
"Emang nggak ganggu nih,, aku sih mikirnya jangan sampai Aldi lagi tidur,, terus kita ganggu kan nggak enak sama Aldi nya,, dia juga baru keluar dari rumah sakit,, butuh istirahat," ucap Rara yan sejak tadi memikirkan itu bahwa mereka akan menganggu Aldi yang lagi istirahat,, tapi juga mereka harus memberitahukan Aldi dulu sebelum keluar rumah.