Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kembali menunggu,,


__ADS_3

"Iya tante benar banget loh,, dia itu sangat menjengkelkan,, aku sampai nggak terima loh kalau dia itu adalah anak tante masalahnya beda banget loh dengan tante,, kalau tante nggak menjengkelkan dan sangat baik,," ucap Ana.


"Tante juga sebenarnya nggak mau tapi udah itu yang dikasih jadi mau bagaimana lagi,, dia anak tante memang,," ucap mama Reno lalu tertawa lagi sedangkan Ana ikutan tertawa karena ucapan Mama Reno.


Bisa-bisanya tante gituin anaknya,, batin Ana.


"Dia nggak marah tuh kalau dengar ucapan tante?" tanya Ana.


"Emm nggak dong sayang,, mana mungkin dia mau marah,, dia itu paling takut marah sama mamanya,, takut di kutuk,, takut durhaka,, makanya dia nggak marah,," ucap mama Reno lagi.


"Satu hal yang tante syukuri sih dia masih takut sama tante coba kalau dia nggak takut sama tante,, udah tante racuni dia,," ucap mama Reno lalu tertawa lagi.


"Wahh tante kejam yah,, tapi bagus juga sih tante kan nggak bagus kalau dia membangkang sama tante jadi lebih baik begitu,," ucap Ana.


"Bercanda tante,," ucap Ana lagi sambil tersenyum.


"Nggak bercanda juga Tante sudah berpikiran begitu kok,, daripada menghabiskan beras saja kan dan membangkang juga,," ucap mama Reno lagi.


"Oh iya tante senang banget ada kamu disini,, ada teman buat ngatain anak tante," ucap mama Reno yang membuat Ana melongo tidak percaya karena dia baru melihat mama sejenis mama Reno yang senang anaknya di katain,, menurut Ana.


"Tante ada-ada aja,," ucap Ana.


"Beneran loh sayang,, oh iya bagusnya ngapain yah kita? kan nggak mungkin julid tin anak tante terus karena kamu belum terlalu tau dia jadi pasti kurang seru," ucap mama Reno karena mereka sedang membuat minuman bersama di dapur,, dia senang melihat Ana yang pintar berurusan dengan dapur.


Hemm menantu idaman banget nih Ana,, seandainya dia jodoh anak aku,, hemm senang banget aku,, batin Mama Reno sambil memperhatikan Ana.


"Nggak tau juga nih tante bagusnya ngapain,, biasanya Tante ngapain kalau di rumah gini? biar aku menemani Tante,," ucap Ana.


"Biasanya Tante masak,, kamu mau bantuin tante masak?" tanya Mama Reno yang memang sudah memiliki rencana.


"Mau dong tante kan itu seru,," ucap Ana.


Hah akhirnya ada alasan juga untuk menyuruh anak aku pulang,, batin Mama Reno.


"Oke sayang,, kita minum dulu kan baru sampai nanti kalau udah habis minumannya baru deh kita masak,," ucap mama Reno.


"Oh iya tante,," ucap Ana sambil membawa minuman mereka ke meja.


"Biar tante saja sayang,," ucap mama Reno.


"Nggak apa-apa biar Ana saja tante,," ucap Ana sambil tersenyum.


Mereka pun segera duduk di sofa setelah Ana menyimpan minuman itu di meja.


"Tante ambilkan cemilan dulu yah buat kamu biar lebih enak minumnya,," ucap mama Reno.


"Nggak usah repot-repot Tante,, ini saja udah enak kok biar nggak ada cemilannya,," ucap Ana cepat sambil menahan mama Reno yang sudah mau beranjak dari duduknya.


"Udah nggak apa-apa sayang,, Tante nggak repot justru Tante senang kalau ada yang makan cemilan tante,, tamu di rumah ini sangat jarang,,, oh iya kalau agak lama kamu nggak usah khawatir yah karena tante mau gantian dulu,, terlalu bagus kalau pakaian begini di dalam rumah,," ucap mama Reno sambil tersenyum.


Ana pun melihat penampilan mama Reno dan memang benar yang dia katakan.

__ADS_1


Ana akhirnya mengalah saja karena merasa tidak enak kalau menolak kemauan mama Reno yang sudah berniat baik.


"Iya Tante,," ucap Ana sambil tersenyum.


Mama Reno segera berjalan begitu mendengar ucapan Ana. Dia berjalan cepat ke dapur menemui pelayan di rumahnya.


"Bi,, tolong yah bahan-bahan dapur yang belum dilihat dengan gadis cantik tadi yang bersama aku,, segera di kosongkan,, bawa itu ke rumah belakang,, dan jangan sampai ketahuan sama dia yang sedang duduk di ruang tamu pokoknya jangan sampai dia curiga,," ucap mama Reno yang membuat para pelayannya mengernyitkan keningnya bingung dengan maksud ucapan Mama Reno.


"Hah maksudnya Nyonya? bukannya ini bahan-bahan dapur memang untuk disini,,, kenapa kita harus kosongkan?" tanya salah satu pelayan yang merasa heran dengan majikannya,, dia mengira mungkin majikannya salah memberi perintah.


"Ini salah satu taktik untuk mempertemukan anak aku dengan calon istri idaman,, jadi bibi lakuin aja yah,, dan jangan sampai ketahuan sama dia yang lagi duduk di ruang tamu,, oke?" ucap mama Reno.


"Gimana menurut kalian yang di ruang tamu itu,, cocok tidak dengan Reno?" tanya mama Reno.


"Cocok banget Nyonya,," jawab para pelayan.


"Nah itu dia kalian bantuin aku makanya,, mana lebih cocok,, Fania atau dia?" tanya mama Reno.


"Cocok yang itu dong Nyonya,," ucap pelayan lagi yang memang sudah mengetahui Fania juga yang sombong dan sok tuan putri ketika datang di rumah Reno.


"Oke bagus,, lakukan yang aku bilang yah,, ingat jangan sampai ketahuan,, aku ke kamar dulu mau gantian," ucap mama Reno lagi.


"Iya Nyonya,,"


Mama Reno pun segera berjalan menuju kamarnya dengan perasaan bahagia. Sedangkan Ana yang masih menunggu mama Reno yang belum datang-datang juga memilih menghubungi Citra yang dia ingat telah dia tinggalkan di rumah. Ana tau pasti Citra kesal dengan dirinya sekarang.


"Siapa nih yang nelfon orang jomblo,," ucap Citra begitu mendengar ponselnya berdering.


"Oh si Ana,, hemm kenapa nih anak,, udah ninggalin aku terus dia hubungi aku sekarang,, apa dia udah balik kali yah? tapi nggak mungkin juga sih cepat banget kalau dia udah balik,," ucap Citra lalu mengangkat panggilan telfon dari Ana.


"Masih ingat aku juga kamu," ucap Citra langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Ana.


Sudah ku duga,, dasar si Citra,, batin Ana.


"Nggak usah ngambek kan nanti cepat tua loh,," ucap Ana sambil menahan tawanya.


"Aku pasti ingat kamu dong,, masa aku nggak ingat sih,," ucap Ana lagi.


"Yah kali aja kamu udah lupa gitu,," ucap Citra.


"Yah nggak mungkin lah,," ucap Ana.


"Lagi ngapain kamu?" tanya Ana lagi.


"Lagi nyetir mobil mau ke rumah Rara,, nyari teman aku,," ucap Citra.


"Oh pantas saja agak berisik dikit,, ternyata kamu lagi di jalan,," ucap Ana.


"Bagus deh kalau kamu mau ke rumah kak Rara,, karena aku masih lama,," ucap Ana sambil nyengir.


"Isshh dasar,," sewot Citra.

__ADS_1


"Jam berapa kamu balik?" tanya Citra lagi.


"Nggak tau juga sih,, tantenya baik banget loh,," ucap Ana.


"Hemm iya baik tapi jangan kelamaan kamu,, mau kamu disusul Aldi,, tau sendiri kan kakak kamu itu,," ucap Citra.


"Iya sih tau banget,, dia malahan tadi nelfon aku loh,, dia takut banget ada yang berbuat jahat sama aku,," ucap Ana.


"Tuh kan,, Aldi di lawan,, gimana adiknya mau punya pacar coba kalau kakaknya jadi pawang sangat mengerikan,,," ucap Citra lalu tertawa.


Ana langsung tertawa juga begitu mendengar ucapan Citra.


"Nggak apa-apa kok,, lagian aku belum mau punya pacar,, dan nggak ada juga yang mau sama aku,," ucap Ana begitu sudah menyelesaikan tawanya.


"Yah kan nggak ada yang tau Ana,," ucap Citra.


"Hemm nggak tau lah,, aku nggak mau mikirin cowok dulu,, karena cowok itu sangat membingungkan,, aku nggak mau pusing,," ucap Ana lagi.


"Bukannya cewek yah yang membingungkan?" ucap Citra.


"Yah cowok juga bisa membingungkan kali Cit,, bukan hanya cewek," ucap Ana.


"Iya deh terserah kamu saja,," ucap Citra.


"Oh iya kamu lagi dimana Ana?" tanya Citra.


"Di rumah tante,, aku belum lama sampai,," jawab Ana.


"Lagi ngapain kamu?" tanya Citra.


"Mana tantenya?" tanya Citra lagi.


"Lagi duduk santai aja nih,, dan tante lagi mengganti pakaiannya,," jawab Ana.


"Ana emang nggak kenapa-kenapa tuh kamu datang begitu di rumah majikannya,, nggak kena marah dia?" tanya Citra.


Ana tersenyum begitu mendengar pertanyaan Citra.


"Nggak kok,, nanti aku ceritain kamu,, apa yang terjadi sebenarnya,," ucap Ana yang membuat Citra penasaran.


"Ceritain sekarang aja,, aku penasaran nih,," ucap Citra.


"Hmmm nanti saja lah,, panjang ceritanya aku malas melalui telfon," ucap Ana.


"Hemm ngeselin,, udah ahh,, aku mau fokus nyetir mobil dulu,," ucap Citra lagi dengan bibir yang sudah cemberut karena kelakuan Ana.


"Oke deh hati-hati kamu,," ucap Ana sambil menahan tawanya.


"Iya,," ucap Citra juga.


Setelah mengucapkan itu,, Citra segera menutup panggilan telfonnya dengan Ana lalu kembali fokus pada menyetir mobilnya. Sedangkan Ana kembali menunggu mama Reno.

__ADS_1


__ADS_2