
"Kuliah" Ucap ulang Gracia dengan wajah kebingungannya.
"Iya jadi aku masuk kuliah walaupun aku sebenarnya sudah selesai sih hanya saja aku terlalu cepat selesai, jadi kayak belum terlalu menikmati masa-masa kuliah aku dan sebenarnya waktu itu aku masuk kuliah untuk mengejar seorang wanita" Ucap Rafa jujur.
Gracia merasakan sakit pada hatinya mendengar ucapan Rafa.
"Untuk mengejar seorang wanita, berarti sekarang kamu sudah punya pacar yah?" Tanya Gracia, ada nada kecewa di dalam ucapannya itu.
"Belum, aku nggak pacaran dengan dia karena dia ternyata bukan wanita baik" Ucap Rafa sambil mengingat kelakuan Zahra.
"Dan lagi sebenarnya aku mengejar dia karena dia mirip dengan kamu namun ternyata sifatnya sangat berbeda dengan kamu" Ucap Rafa lagi yang membuat Gracia terkejut.
"Kenapa kamu mengejar wanita yang mirip dengan aku?" Tanya Gracia.
Rafa pun tidak jadi berbicara karena pelayan sudah datang membawakan pesanan makanan mereka. Setelah pelayan itu pergi Rafa pun melanjutkan lagi pembicaraannya.
"Karena aku benar-benar susah untuk melupakan kamu Gracia, bahkan setelah bertahun-tahun kamu tinggalkan aku, aku tidak menemukan wanita lain dan pada saat aku melihat wanita itu yang mirip dengan kamu, aku langsung mengejarnya tapi ternyata dia tidak baik dan aku bertemu dengan.." Ucapan Rafa terhenti begitu ingin menyebutkan nama Rara.
"Bertemu dengan siapa?" Tanya Gracia penasaran.
Lebih baik aku tidak usah dulu membicarakan tentang Rara kepada Gracia batin Rafa.
"Nggak bertemu dengan siapa-siapa kok, oh iya apa yang ingin kamu jelaskan kepada aku yang kamu bilang semalam?" Tanya Rafa sengaja mengalihkan pembicaraan.
Gracia pun langsung teringat dengan tujuannya ingin bertemu dengan Rafa.
"Oh iya aku cuma mau bilang Rafa, kalau waktu aku meninggalkan kamu itu bukan keinginan aku, tapi karena aku sedang sakit makanya aku memutuskan untuk pergi dari kamu, biar kamu nggak sedih nantinya kalau kehilangan aku, waktu itu aku pikir aku nggak akan sembuh lagi tapi syukurlah sekarang aku sudah sembuh" Ucap Gracia dengan tangisannya yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.
Rafa langsung terkejut mendengar ucapan Gracia dan langsung memeluk Gracia untuk menenangkannya.
"Kenapa kamu nggak bilang saja kalau kamu sakit Gracia waktu itu" Ucap Rafa yang tidak habis pikir dengan alasan Gracia memutuskan dirinya.
"Karena aku nggak mau kamu sedih dan mengurus orang sakit seperti aku" Ucap Gracia.
"Kamu jangan bicara seperti itu lagi Gracia, mana mungkin aku begitu" Ucap Rafa.
"Sekarang kamu nggak membenci aku kan?" Tanya Gracia.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak pernah membenci kamu, kalau aku benci kamu mana mungkin aku mau bertemu dengan kamu sekarang, pokoknya kamu nggak boleh lagi menyembunyikan apapun Gracia dari aku" Ucap Rafa sambil menghapus air mata Gracia.
"Iya, emm apakah sekarang kamu sudah mencintai orang lain selain aku selama aku meninggalkan kamu?" Tanya Gracia.
Rafa pun terdiam mendengar pertanyaan Gracia, dia memang sudah tidak menyukai Zahra tapi dengan Rara dia bingung karena sebenarnya sebelum Gracia kembali, Rafa sudah mulai mencintai Rara dan mulai melupakan Gracia, hanya saja hal tak terduga terjadi Gracia kembali dan memberitahukan dia alasan mengapa dia meninggalkan Rafa waktu itu.
Gracia pun bingung melihat Rafa yang hanya diam tak menjawab pertanyaan dari dia.
"Rafa kamu kenapa diam?" Tanya Gracia.
Rafa pun tersadar dari lamunannya.
"Emm aku nggak mencintai siapapun Gracia selain kamu, aku masih sangat mencintai kamu" Ucap Rafa pada akhirnya.
Gracia sangat senang mendengar ucapan dari Rafa.
"Berarti kita bisa seperti dulu dong?" Tanya Gracia dengan wajah bahagianya.
"Emm lebih baik kita makan dulu, nggak baik kalau kamu terlambat makan" Ucap Rafa.
"Baiklah" Ucap Gracia.
Rafa loe udah keterlaluan berbuat seperti itu tahu nggak batin Fandi yang masih berada disitu sambil memperhatikan mereka berdua.
Sedangkan Rara yang berada di restoran merasa bingung dengan pelayan-pelayan yang ada di sana, karena mereka sepertinya lebih sopan terhadap dirinya dan pelayan yang menamparnya beserta teman-temannya sudah tidak ada di restoran itu.
Namun Rara tak mau terlalu memikirkan itu dia hanya memikirkan Raka yang tidak masuk kerja dan Rara pun harus membuat alasan lagi kepada manajer namun Rara lagi-lagi bingung dengan manajer di restoran itu yang tampaknya mudah sekali percaya dengan alasan yang Rara berikan mengenai Rafa.
Rara pun akhirnya memutuskan untuk menelepon Rafa.
Rafa melihat panggilan telfon dari Rara namun Rafa mengabaikannya karena disitu masih ada Gracia.
"Kenapa nggak di angkat Rafa?" Tanya Gracia di sela-sela makannya.
"Emm cuma teman kok pasti dia mau nanyain tugas jadi lebih baik bentar ajah aku angkat telfonnya" Jawab Rafa.
Namun lagi-lagi telfonnya terus berdering.
__ADS_1
"Angkat ajah dulu Rafa, siapa tahu penting" Ucap Gracia.
"Nggak penting kok" Ucap Rafa kemudian menonaktifkan ponselnya.
Rafa tahu pasti kalau Rara mau menanyakan keberadaannya sekarang dan membahas tentang dirinya yang lagi-lagi tidak masuk kerja jadi Rafa lebih memilih tidak mengangkat panggilan telfon dari Rara.
Rara yang mengetahui Rafa yang sengaja menonaktifkan ponselnya hanya menarik nafasnya dan mencoba untuk sabar.
Pasti sekarang dia sedang bersama dengan Gracia, aku nggak bermaksud mengganggu kamu kok Rafa, aku juga tahu diri tapi hatiku ini tidak tahu diri, kenapa aku mesti jatuh cinta sama kamu Rafa batin Rara.
Rara pun memutuskan untuk melanjutkan kerjanya lagi dengan sangat tidak bersemangat. Rara mengingat kebersamaannya dengan Rafa yang mungkin akan berubah sekarang mengingat apa yang di ucapkan Rafa semalam.
Setelah makan Gracia pun kembali menanyakan mengenai hubungannya dengan Rafa.
"Rafa jadi gimana apa kita masih bisa seperti dulu, aku masih sangat mencintai kamu, aku nggak pernah kepikiran bersama cowok lain selama berpisah dari kamu" Ucap Gracia lembut.
"Iya Gracia kita masih bisa seperti dulu karena aku juga masih sangat mencintai kamu" Ucap Rafa sambil memegang tangan Gracia.
Gracia pun tersenyum lembut sambil melihat Rafa.
Fandi semakin kesal melihat itu semua namun Fandi tidak mendengar apa-apa mengenai pembicaraan Rafa dan Gracia.
"Oh iya Fandi sekarang dimana?" Tanya Gracia yang tiba-tiba mengingat Fandi karena Rafa dan dia juga dekat dengan Fandi.
"Ada kok kita sekelas di kampus, nanti kalian ketemu deh" Ucap Rafa.
"Haa benarkah kalian sekelas" Ucap Gracia.
"Iya, oh iya mengenai identitas aku jangan pernah kamu beritahu kepada orang lain yah apalagi teman-teman kampus aku" Ucap Rafa.
"Iya nggak mungkin lah, lagian aku mungkin tidak bisa bertemu mereka juga" Ucap Gracia.
"Siapa tahu ajah kan" Ucap Rafa gemas.
Setelah pembicaraan yang cukup lama Gracia pun memutuskan untuk pulang sendiri, Rafa ingin mengantarnya namun Gracia tidak mau karena dia ingin ke rumah sepupunya dulu yang sangat dia rindukan.
Gracia pun memutuskan untuk menelepon sepupunya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Halo Zahra, loe lagi dimana sekarang?" Tanya Gracia dari balik telfon.