Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Uppss...,,,


__ADS_3

"Nggak ihh,, sana bersih-bersih sendirian,," ucap Rara lagi.


"Barengan aja yuk sayang,," rayu Rafa.


"Nggak mau nanti lama,, kamu duluan aja,, cepetan sayang terus kamu tidur,, nggak usah begadang,," ucap Rara lagi.


"Nggak mau olahraga malam dulu gitu sayang? masa langsung tidur,," ucap Rafa lagi.


"Ih kamu tuh yah,,, buruan sana bersih-bersih terus tidur,, olahraga mulu,," ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu.


"Supaya enak tidurnya sayang kalau udah olahraga mahh,," ucap Rafa lagi sambil mencolek dagu istrinya.


"Apaan sih sayang sana bersih-bersih,, nggak usah olahraga dulu aku capek,," ucap Rara yang lagi beri alasan.


"Oke sayang kalau kamu lagi capek,, aku juga capek kalau gitu nanti aja,, aku bersih-bersih dulu yah,," ucap Rafa lalu mengecup pipi Rara dan berjalan menuju kamar mandi.


Sedangkan Rara mulai bingung harus bagaimana dia memakai baju itu,, Rara sudah rencana akan memakainya jika Rafa sudah tidur saja biar Rafa tidak mikir macam-macam dan juga Rara malu pada Rafa kalau memakai baju itu.


Tiba-tiba ponsel Rara berdering,, Rara segera melihat siapa yang menelepon dirinya dan ternyata Citra yang meneleponnya.


Pasti dia mau tanya tentang baju,, batin Rara.


Rara dengan segera mengangkat panggilan telfon dari Citra sebelum Rafa selesai mandi.


"Halo Cit," ucap Rara begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Citra.


"Halo Ra,, kamu lagi dimana sekarang?" tanya Citra terlebih dahulu dengan Ana yang mendengar pembicaraan mereka karena Citra mengaktifkan speaker ponselnya.


"Ini lagi di rumah Citra,, kita barusan sampainya,," jawab Rara.


"Ehem bagus dong,, Rafa mana?" tanya Citra.


"Lagi di kamar mandi,," jawab Rara.


"Kamu pasti belum pakaikan yang aku berikan tadi?" ucap Citra.


"Iya belum,, kok tahu?" ucap Rara.


"Iyalah tahu,, karena kalau kamu sudah pakai itu udah pasti kamu nggak bakalan angkat panggilan telfon dari aku dan sudah pasti Rafa tidak lagi di kamar mandi sekarang,," ucap Citra sambil menahan tawanya.


"Kak Rara apaan sih yang diberikan Citra?" tanya Ana.


"Aduh Ana bentar juga kamu bakalan lihat kok,, tenang aja,, bentar aku mau video call dengan Rara,," ucap Citra.


"Sekarang aja kenapa bilangnya,," ucap Ana.


"Bentar aja kamu lihat langsung,,, oh iya Ra kamu pakai terus video call aku yah,, aku tunggu loh,,," ucap Citra yang lagi-lagi menahan tawanya karena dia sebenarnya hanya mengerjai Rara saja,,, dia tahu pasti kalau urusan ranjang Rafa yang paling bar-bar karena melihat Rara yang benar-benar tidak tahu cara menggoda suami bahkan terlihat polos.


"Iya bentar aku video call,, aku tutup dulu yah telfonnya,, sepertinya Rafa udah mau selesai,," ucap Rara.


"Iya Ra,, ingat aku tunggu video call kamu,," ucap Citra lagi.


"Iya,," ucap Rara lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Citra.


Setelah itu Rara menyiapkan setelan baju tidur untuk Rafa.


Tak lama Rafa keluar dari dalam kamar mandi. Rafa langsung mengambil baju yang sudah di siapkan Rara.


"Enak yah punya istri,," ucap Rafa sambil tersenyum lalu segera membuka handuknya di depan Rara dengan santainya.


"Rafa ihhh jangan gantian disini,," teriak Rara sambil menutup matanya.


Rafa langsung tertawa melihat kelakuan istrinya,,, bisa-bisanya Rara teriak.


"Sayang kamu tuh yah masih malu aja,, padahal kamu udah lihat semuanya loh,, udah rasakan juga,,,, buka aja matamu,," ucap Rafa.


"Udah selesai belum?" ucap Rara.


"Udah,," jawab Rafa.


"Astaga Rafa kamu ihh,," teriak Rara lagi-lagi karena Rafa belum memakai apapun.


Rara lagi-lagi menutup matanya.


"Nggak apa-apa kali sayang,, tahukah kamu banyak banget yang pengen lihat loh,, tapi dari sekian banyak wanita kamulah yang beruntung,," ucap Rafa lagi pada Rara sambil menahan tawanya.


"Ayo pakaian cepat sayang,, aku mau buka mata,," rengek Rara.


"Aku nggak tahu pakaian,, pakaikan aku dong,," ucap Rafa sambil duduk di dekat istrinya.


"Ihh nggak masuk akal banget sih,, selama ini juga kamu pakaian sendiri,, udah cepetan kamu pakaian,," ucap Rara lagi.

__ADS_1


"Pakaikan,, kalau nggak mau aku minta olahraga malam nih,," ucap Rafa lagi.


"Iya,, iya aku pakaikan,," ucap Rara pasrah.


"Buka mata dong istriku sayang,," ucap Rafa sambil mencubit gemas pipi Rara.


Rara pun pada akhirnya membuka matanya.


Rafa tersenyum puas karena mengerjai istrinya.


Dengan segera Rara mengikuti kemauan Rafa.


Astaga kenapa suami aku begini amat sih,, batin Rara.


"Sayang serius nih,, malam ini nggak olahraga dulu? nggak kasian tuh sama yang di bawah lagi tegak,," ucap Rafa.


"Iya ihh kamu turunin aja sendiri,, terus kamu tidur gih aku mau bersih-bersih,," ucap Rara begitu sudah selesai mengikuti keinginan Rafa.


"Istriku tega banget mana bisa turun sendiri sayang,," ucap Rafa.


"Siapa suruh kan kamu cari-cari hal akhirnya dia bisa gitu,, coba aja tadi kamu pakaian sendiri nggak akan seperti itu,, jadi kamu turunin aja sendiri yah sayang,, aku mau bersih-bersih dulu,,, love you,," ucap Rara sambil mengecup pipi Rafa lalu segera ke kamar mandi cepat sambil membawa ponsel dan juga baju yang telah di berikan oleh Citra.


Rafa tidak menyadari itu karena dia masih shock dengan kelakuan istrinya itu yang tiba-tiba.


"Nakal yah kamu sayang,, nakalnya juga mengagetkan,," ucap Rafa sambil tersenyum dan menyentuh pipinya yang habis di kecup oleh Rara.


Rafa benar-benar deh nggak abis pikir sama tingkahnya,, entah tingkah apalagi yang dia sembunyikan,,, batin Rara lalu segera bersih-bersih.


#######


Rara yang sudah selesai terlihat ragu-ragu untuk memakai pakaian itu,, namun dia teringat dengan Citra yang begitu semangat mencarikan pakaian itu tadi,, dia benar-benar tidak enak pada Citra dan pada akhirnya dia memakainya juga.


Sedangkan Rafa yang berada di tempat tidur sedikit heran karena Rara sangat lama di dalam kamar mandi. Dia segera berjalan ke depan pintu kamar mandi lalu mengetuknya untuk mengecek istrinya.


"Sayang kamu nggak kenapa-kenapa kan di dalam? kenapa lama sekali?" ucap Rafa.


Rara sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ketukan pintu dan suara Rafa yang terdengar khawatir.


"Iya nggak apa-apa sayang,,, nggak lama lagi selesai kok,," ucap Rara.


"Oh baguslah,, cepetan yah sayang jangan lama-lama nanti kamu sakit udah malam ini, jangan terlalu kelamaan bersih-bersihnya karena udah bersih juga itu,, atau kalau perlu aku masuk bantuin kamu?" ucap Rafa lagi sambil menahan tawanya.


"Ihh apaan sih,, nggak usah bicara sembarangan deh,, kamu tidur duluan aja sayang yah,," ucap Rara lagi.


"Nggak sayang aku capek,, abis bersih-bersih mau langsung tidur,," ucap Rara lagi.


"Yahh,, iya deh aku tidur duluan kalau gitu sayang,, ingat jangan lama-lama,," ucap Rafa.


"Iya sayang,, nggak lama lagi selesai kok,," ucap Rara lagi.


"Oke sayang,, aku ke tempat tidur dulu yah,," ucap Rafa lagi.


"Iya,," ucap Rara.


Huff syukur banget deh Rafa udah mau tidur duluan,, aku bisa bebas,, batin Rara.


"Sekarang tinggal video call Citra,, terus aku ganti nih pakaian,," ucap Rara lalu segera video call Citra.


Citra yang memang sedang menunggu panggilan video call dari Rara langsung mengangkatnya begitu Rara video call,, dengan Ana yang masih setia menunggu juga karena dia masih penasaran,, Citra belum juga memberitahukan dirinya.


"Hai Ra,, ya ampun kok kamu di dalam kamar mandi sih,, seharusnya di tempat tidur dong video call nya,," ucap Citra yang tahu betul kalau Rara pasti berada di dalam kamar mandi karena terlihat jelas.


Ana terkejut melihat pakaian Rara yang sangat terbuka.


"Ya ampun kak Rara ternyata kalau di dalam kamar begini yah,, pantas saja kak Rafa bucin,,, gila godaan kak Rara,," ucap Ana.


"Baju pilihan aku itu,, bagus kan?" ucap Citra pada Ana.


"Wow bagus banget jadi ini yang kamu maksud Cit,, aku sih yakin kalau kak Rafa lihat kak Rara yang begini,, pasti...," ucap Ana sengaja menggantung kalimatnya.


"Udah ihh jangan mikir yang aneh-aneh,, oh iya aku udah pakai loh ini Cit,, jadi udah dulu yah,, makasih yah bajunya,," ucap Rara.


"Eittss tunggu dulu dong Ra buru-buru amat,,, Rafa mana?" tanya Citra.


"Di tempat tidur,, dia udah tidur,," ucap Rara.


Yah Rafa udah tidur padahal aku udah sengaja juga,, tapi kan bisa pagi,, batin Citra.


"Oh gitu yah,, kamu keluar kamar mandi dong Ra pakai baju itu,, aku pengen lihat," ucap Citra.


"Disini aja lah Cit,," ucap Rara.

__ADS_1


"Ihh kamu mahh,, pasti kamu mau langsung ganti yah begitu sudah video call dengan aku?" ucap Citra.


Yah kok dia tahu,, batin Rara.


"Em iya sih rencananya begitu abis ini sexy banget,, aku pasti kedinginan kalau tidur,," ucap Rara.


"Nggak apa-apa kali Ra kalau sexy,, kan disitu yang ada cuma Rafa aja nggak ada orang lain,,, Rafa juga suami kamu sendiri,, dan kalau dingin ada Rafa juga yang peluk kamu,, jadi kamu pakai dong tega banget Ra kamu nggak pakai,," ucap Citra dengan wajah sedihnya.


Hahaha dasar Citra niat banget ngerjain kak Rara,, kan kasihan kak Rara tapi seru juga sih,, batin Ana.


Rara tampak kasihan melihat Citra yang sedih.


"Iya aku pakai kalau gitu di luar,, aku keluar dulu,," ucap Rara sambil berjalan ke luar kamar mandi.


Rara membuka pintu dengan sangat pelan sambil mengintip Rafa.


Rafa yang mendengar bunyi pintu sedikit langsung menutup matanya. Dia rencana mau mengagetkan istrinya begitu di tempat tidur tapi dia yang kaget duluan melihat istrinya memakai lingerie yang sangat sexy. Rafa berpura-pura tidur sambil mengintip-ngintip sedikit.


Video call dengan siapa dia?? batin Rafa.


"Nih Citra aku udah keluar kamar memakai baju dari kamu,, untung Rafa udah tidur aku malu banget keluar kamar mandi memakai baju ini sebenarnya karena terlalu sexy,,, ucap Rara.


Oh jadi dengan Citra dia video call kok aku nggak sadar yah kalau tadi istriku bawa ponselnya di dalam kamar mandi,, sepertinya mereka udah dekat beneran,, ap**a karena ini dia menyuruh aku tidur duluan tadi terus lama di kamar mandi,,, untung aku nggak tidur duluan tadi,, batin Rafa sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


"Ya ampun Ra nggak usah malu kali sama suami sendiri juga,, seharusnya kamu itu kalau mau tidur harus memakai baju seperti itu terus biar cepat dapat baby,, kamu pakai yah baju itu jangan di lepas,," ucap Citra.


"Astaga Citra,," ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba Rafa datang lalu memeluk Rara dari belakang,,, mereka sedikit terkejut begitu melihat kedatangan Rafa yang tiba-tiba apalagi Rara yang di peluk dari belakang. Rafa benar-benar tidak bisa menahan diri lagi begitu melihat istrinya yang memakai lingerie dengan dalaman yang transparan di tambah kulit putih mulus istrinya.


"Rafa aku kaget,," ucap Rara sambil melirik Rafa yang sedang mencium lehernya.


"Uppss, Ana kamu jangan lihat,," ucap Citra sambil menutup mata Ana.


"Apaan sih Cit,, kenapa tutup mata aku,," ucap Ana.


"Ra aku tutup dulu yah video call nya,, Rafa kayaknya udah nggak tahan tuh," ucap Citra sambil menahan tawanya.


Berhasil,, ternyata Rafa bar-bar banget,, batin Citra.


"Makasih Citra,," ucap Rafa.


"Oke,, oke,," ucap Citra lalu segera menutup panggilan video call nya dengan Rara.


"Sakit tahu mata aku Cit,," ucap Ana.


"Kak Rafa ngapain sih tadi?" tanya Ana.


"Kamu nggak usah tanya-tanya tentang itu,, belum bisa kamu tahu itu,, ayo kita tidur aja,," ucap Citra.


"Isshh seharusnya tadi kamu nggak menutup mata aku biar aku lihat sendiri dan nggak bertanya sama kamu,,, aku tidur dalam keadaan penasaran nih,," ucap Ana.


"Lebih bagus begitu,, ayo kita tidur,," ucap Citra lagi.


Sedangkan di kamar Rafa dan Rara.


"Sayang kok kamu belum tidur sih?" tanya Rara sambil menghentikan Rafa yang sedang mencumbu lehernya.


Rafa langsung menggendong tubuh Rara tanpa menjawab pertanyaan Rara.


Rara sedikit terlonjak kaget karena ulah Rafa itu.


Rafa membaringkan tubuh Rara lalu menindihnya. Rafa sudah dipenuhi dengan gairah.


"Mau ngapain?" tanya Rara.


"Mau memakanmu sayang,, siapa suruh memakai baju sexy begini,,, kamu nggak pakai baju sexy aja sudah membuat aku bergairah apalagi memakai baju begini,," ucap Rafa sambil tersenyum mesum.


Ya ampun kok jadi begini,, batin Rara.


"Kamu sengaja banget mau menggoda aku sayang,," ucap Rafa sambil menurunkan tali baju Rara dengan tangan sebelahnya yang sudah kemana-mana.


"Aku nggak maksud untuk menggoda mu ini pemberian dari Citra,, dan aku memakainya itu aja,," ucap Rara.


"Aku sudah tergoda,, dan kamu harus tanggung jawab karena sudah membuat ini tegak,," ucap Rafa sambil membawa tangan Rara untuk memegang sesuatu yang sudah tegak tapi bukan keadilan.


"Sayang ihhh,, aku capek sayang,," rengek Rara sambil memindahkan tangannya,,, tapi itu malah semakin membuat Rafa bergairah.


Rafa langsung mencium bibir Rara yang sangat menggoda itu.


"Kamu pasrah aja sayang,, kita satu gaya aja biar kamu nggak terlalu capek,," bisik Rafa sambil tersenyum mesum lalu memberikan gigitan-gigitan kecil di leher Rara.

__ADS_1


Rara akhirnya mengeluarkan suara desahannya karena kelakuan Rafa.


Pada akhirnya dia melayani suaminya terlebih dahulu.


__ADS_2