Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Harus melewati berbagai jebakan dulu dan penjagaan,,,


__ADS_3

RARA PASTI AKAN MATI RAFA MESKIPUN KAMU MENJAGA DIA TERUS,, HAHAHA.


Itulah tulisan yang ada di kertas itu.


"Ada apa pak?" tanya Anak buah Rafa.


Pak satpam itu pun dengan segera memperlihatkan tulisan yang ada di kertas putih itu.


Anak buah Rafa mencium bau pada kertas itu.


"Ini darah manusia,, tulisan ini di buat dari darah manusia," ucap anak buah Rafa.


"Barusan ini pak?" tanya anak buah Rafa.


"Iya barusan,, saya benar-benar kaget, istri tuan Rafa dalam bahaya pasti," ucap pak satpam itu lagi.


Anak buah Rafa dengan segera menelepon temannya yang berjaga di luar.


"Kamu menemukan ada yang aneh di luar?"


"Iya,, kita lagi mengejarnya sekarang,,"


"Oke aku tunggu,,"


Anak buah Rafa pun segera menutup panggilan telfonnya dengan temannya,, membiarkan temannya fokus mengejar pelaku itu.


"Mereka lagi di kejar sekarang,, tunggu saja,, ayo kita beritahukan ini kepada tuan Rafa atau kamu tunggu disini saja biar aku yang beritahukan ini pada tuan Rafa," ucap anak buah Rafa.


"Iya saya jaga disini saja," ucap pak satpam itu.


Anak buah Rafa pun segera berjalan masuk ke dalam rumah Rafa.


"Kamu mau kemana?" tanya anak buah Rafa yang menjaga di dekat pintu.


"Mau bertemu dengan tuan Rafa,, mau ngapain lagi memangnya,, nggak mungkin aku mau bertemu dengan kamu,"


"Lebay banget aku cuma tanya kali,, tuan Rafa lagi mesra-mesraan dengan istrinya makanya aku berjaga disini karena tidak mampu melihat kemesraan mereka,, sepertinya mereka lupakan keberadaan aku tadi disekitar mereka,"

__ADS_1


"Miris sekali nasib kamu yah," ucap anak buah Rafa sambil berjalan masuk,, namun tangannya ditahan.


"Kamu mau masuk mengganggu kemesraan mereka,, apa kamu yakin?"


"Iya yakin banget,, ini penting sekali,, aku yakin tuan Rafa nggak akan marah sama aku," ucap anak buah Rafa sambil memperlihatkan tulisan di kertas.


"Oke ayo kita beritahu tuan Rafa," ucap teman anak buah Rafa begitu melihat tulisan itu.


Mereka berdua pun berjalan bersama untuk menemui Rafa.


Begitu melihat Rafa dan Rara seketika itu mereka menutup kedua mata mereka terlebih dahulu karena suami istri itu sedang asik berciuman di sofa dengan Rafa yang tangannya sudah kemana-mana meskipun Rara masih memakai bajunya.


Astaga begini amat suami istri,, mereka mesra banget,, nggak tau apa anak buahnya hampir lagi jomblo semua,, batin anak buah Rafa.


Rara langsung mendorong Rafa begitu melihat dua orang anak buah Rafa yang sedang menutup kedua mata mereka. Rafa sedikit terkejut karena mendapatkan dorongan dari Rara kemudian dia akhirnya melihat anak buahnya. Dengan segera Rafa memperbaiki pakaian dan rambut istrinya dan dia juga dengan segera memperbaiki penampilannya.


Bisa-bisanya aku lupa kalau disini banyak anak buah ku,, Rafa,, Rafa kayak nggak ada kamar aja sih kamu,,, batin Rafa yang merutuki kebodohannya sendiri.


"Kalian boleh membuka mata kalian,," ucap Rafa.


"Aku ke kamar dulu,, sepertinya anak buah mu akan membicarakan hal yang penting," ucap Rara tiba-tiba lalu beranjak dari sofa namun Rafa menahannya dan membuat Rara kembali duduk di dekatnya.


"Nggak usah sayang,, kamu disini aja," ucap Rafa.


Bucin,, bucin,, batin anak buah Rafa.


Rara pun menuruti perkataan suaminya sambil menahan malu.


Aku apa-apaan sih tadi,, bisa-bisanya seperti itu di sofa,,, berciuman di sofa,,, ini gara-gara si Rafa ini,, batin Rara yang merutuki kebodohannya.


"Ada apa?" tanya Rafa seperti tidak terjadi apa-apa.


Namun ketika anak buah Rafa belum menjawab Rafa kembali bertanya.


"Kalian tidak melihat bagian-bagian penting tubuh istriku kan?" tanya Rafa penuh selidik yang langsung mendapatkan cubitan dari Rara.


"Kamu kok bilang seperti itu sih," bisik Rara.

__ADS_1


"Udah nggak apa-apa sayang,, ini sangat penting buat aku," ucap Rafa.


"Ayo kalian jawab," ucap Rafa lagi.


"Tidak tuan,, yang kita lihat ketika tuan sedang berciuman panas saja dengan Nyonya,, tubuh Nyonya kan di tutupi dengan tuan dan kita hanya langsung fokus saja melihat tuan dan Nyonya berciuman tidak melihat kemana-mana,, itupun kita langsung menutup mata tuan menunggu tuan selesai," ucap anak buah Rafa dengan jelas karena tau Rafa pasti butuh jawaban yang jelas.


Astaga haruskah seperti itu dijelaskan,, aku benar-benar malu,, apa tadi kata mereka menunggu sampai selesai,, untung saja aku melihat mereka kalau tidak Rafa pasti akan melakukan hal lebih di depan mereka yang sedang menutup mata,, batin Rara dengan pipi yang sudah merona karena malu.


Rafa pun tersenyum begitu mendengar ucapan anak buahnya yang menjawab seperti apa yang dia inginkan.


"Bagus,, oh iya ada apa kalian kesini?" tanya Rafa sambil merangkul pinggang Rara yang sedang malu. Dan Rafa tau betul itu kalau istrinya sedang malu.


"Emm ini tuan,, tadi ada yang melempar di gerbang tuan dan pak satpam langsung mengambilnya,," ucap anak buah Rafa yang sebenarnya tidak enak mengganggu Rafa yang sedang menikmati waktu berdua dengan istrinya,, dia tau Rafa selalu sibuk,,, tapi apa boleh buat Rafa harus tau mengenai teror itu.


Rafa pun mengernyitkan dahinya bingung begitu melihat kertas dan batu serta wajah kedua anak buahnya yang tampak tegang. Rara juga ikut melihat kedua anak buah Rafa yang wajahnya tampak tegang.


Kemudian Rafa menyadari kalau ada yang tidak beres.


"Sayang kamu ke kamar saja yah,,, sepertinya ini urusan penting,,, tunggu aku di kamar saja yah," ucap Rafa lembut pada Rara.


Rara mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Rafa,, karena tadi dia di larang dan sekarang dia di perintah untuk masuk ke dalam kamar.


"Aku disini aja,, aku takut di dalam kamar sendiri," ucap Rara memberikan alasan karena dia kepo dengan apa yang akan anak buah Rafa beritahukan kepada Rafa.


"Beneran nih,, aku bakalan minta jatah banyak kali loh kalau perlu sampai pagi kalau kamu nggak mau masuk ke dalam kamar sayang,," bisik Rafa di telinga Rara yang membuat Rara langsung menelan salivanya kasar.


"Aku masuk sekarang ke dalam kamar," ucap Rara cepat.


"Oke sayang,, kamu nggak usah takut karena nggak ada apa-apa kok di dalam kamar dan nggak ada yang bakalan nyakitin kamu di dalam kamar," ucap Rafa lalu mencium kening Rara.


Rafa berucap seperti itu karena memang kenyataannya sangat susah jika orang jahat akan masuk ke dalam rumahnya karena mereka harus melewati berbagai jebakan dulu dan penjagaan.


Sedangkan Rara yang merasa malu langsung berlari masuk ke dalam kamar dan Rafa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang masih malu-malu pada orang lain ketika mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya sendiri.


"Ayo katakan ada apa? apa yang kamu pegang itu?" ucap Rafa yang raut wajahnya langsung berubah serius.


"Ini tuan," ucap anak buah Rafa lalu segera memperlihatkan tulisan itu pada Rafa.

__ADS_1


__ADS_2