
"Di kos" jawab Rafa dari balik telfon.
"Oke gue kesana" ucap Fandi kemudian mematikan panggilan telfonnya. Fandi pun mengemudikan mobilnya menuju kos Rafa.
Ngapain nih anak mau ke kos gue gumam Rafa yang sangat tidak bersemangat.
Tak lama Fandi pun sampai di kos Rafa, dia pun mengetuk pintu kos Rafa karena Rafa menguncinya. Rafa pun membukakan pintu buat Fandi, dia sudah tahu kalau Fandi yang mengetuk pintu kosnya.
"Ngapain loe kesini, mau nertawain gue" ucap Rafa langsung setelah membukakan pintu buat Fandi.
Fandi pun tertawa mendengar ucapan Rafa, dia pun langsung masuk saja ke dalam kos Rafa dan langsung rebahan santai.
Rafa pun mengunci kembali pintu kosnya.
"Iya gue emang mau nertawain kebodohan loe" ucap Fandi santai.
"Pulang loe sana" usir Rafa.
"Baru juga datang udah di suruh pulang, gimana tuh pipi masih berasa sakitnya?" tanya Fandi dengan tawanya yang sangat menjengkelkan.
"Sialan loe" ucap Rafa kemudian melempar Fandi menggunakan bantal.
"Udah deh, loe itu emang nggak jodoh dengan Zahra, jadi loe terima ajah nikah dengan Rara tadi juga dia perhatian sama loe" ucap Fandi.
"Nggak usah sebut nama Rara malas gue dengarnya" ucap Rafa.
"Jangan bilang loe masih belum menyerah sama Zahra?" tanya Fandi.
"Iya emang gue belum menyerah sama sekali" ucap Rafa.
"Gila loe yah, dia itu udah ngehina loe tahu nggak, udah loe di tampar, masih ajah loe suka, otak loe berfungsi nggak sih" ucap Fandi kesal.
"Berfungsi lah, udah deh terserah loe mau bilang apa gue nggak perduli" ucap Rafa.
"Benar-benar yah loe, loe ada makanan nggak lapar gue dengar loe ngoceh" ucap Fandi.
"Cari ajah sendiri malas gerak gue" ucap Rafa.
Fandi pun pergi mencari sendiri makanan, setelah dia melihat ada makanan di makannya dengan lahap, setelah makan Fandi pun kembali mendekati Rafa.
"Udah deh loe pikirin Zahra, nggak berguna tahu nggak" ucap Fandi.
"Mending loe pulang deh, capek gue dengerin ocehan loe" usir Rafa kembali.
__ADS_1
"Malas gue, gue nungguin kabar Rara di sini ajah" ucap Fandi.
Rafa mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Fandi.
"Ngapain loe nungguin kabar Rara?" tanya Rafa spontan.
"Kepo banget loe, tapi berhubung gue lagi kasian sama loe yang kepo jadi gue kasitau, gue mau ketemuan dengan Rara makanya gue tungguin kabar dia, katanya selesai dia kerja dia bakal ngabarin gue" ucap Fandi. Cemburu loe yah? tanya Fandi sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Amit-amit gue cemburu, nggak perduli gue, kalau dengan Zahra loe mau ketemu itu baru gue cemburu" ucap Rafa.
"Amit-amit juga gue mau ketemu dengan Zahra" ucap Fandi.
"Yee ikutin gue loe" ucap Rafa.
"Biarin" ucap Fandi. Loe itu segitu cintanya yah sama Zahra sampai-sampai sifat jeleknya pun loe nggak sadari ucap Fandi lagi.
"Zahra itu cewek baik hanya dia manja ajah karena dia anak orang kaya jadi nggak usah deh loe bilang sembarang" ucap Rafa.
"Terserah loe deh" ucap Fandi.
#####
Di restoran Rara mengerjakan pekerjaannya seperti biasa namun sesekali dia melihat siapa tahu Rafa datang namun sampai selesai dia bekerja Rafa tak datang.
"Halo, Rara kamu sudah selesai kerjanya?" tanya Fandi langsung setelah mengangkat panggilan telepon Rara.
"Iya sudah, loe lagi di mana Fandi?" tanya Rara.
"Gue lagi di tempat teman gue, loe tunggu ajah di restoran gue bakalan jemput loe" ucap Fandi.
"Apa nggak merepotkan kamu Fandi dan kamu juga lagi di tempat temanmu, kita tunda dulu saja yah?" tanya Rara merasa tidak enak kepada Fandi karena ternyata dia lagi di tempat temannya.
"Nggak repot kok, gue emang sengaja sama teman gue sambil nungguin loe selesai kerja massa mau di tunda" ucap Fandi.
"Oh baiklah, kalau gitu gue tunggu di restoran, loe hati-hati yah" ucap Rara.
"Iya" ucap Fandi kemudian mematikan panggilan telfonnya.
Rafa hanya mendengar saja pembicaraan mereka.
"Gue mau ketemu Rara dulu, kalau loe cemburu bilang ajah biar gue batalin ketemu Rara" goda Fandi kepada Rafa.
"Siapa yang cemburu, pergi loe sana ketemu Rara, gue mau lanjut mikirin cara supaya Zahra nerima gue" ucap Rafa.
__ADS_1
"Ngarep banget loe buat bersama Zahra, sedangkan sebentar lagi loe bakalan menikah dengan Rara dan Zahra juga nggak bakal nerima loe" ucap Fandi.
"Nggak urus sama pernikahan itu" ucap Rafa cuek. Zahra pasti nerima gue sambung Rafa lagi.
"Sia-sia gue kasitau loe dari tadi, mendingan gue pergi ketemu Rara" ucap Fandi lalu berjalan keluar dari kos Rafa menuju mobilnya lalu mengemudikan mobilnya menuju restoran tempat Rara bekerja.
Rafa pun mengunci kembali pintu kosnya.
#####
Di restoran Rara sudah menunggu Fandi, Fandi pun sudah sampai di depan restoran dia pun menelepon Rara.
"Halo Rara, gue udah di depan restoran nih" ucap Fandi setelah Rara mengangkat panggilan teleponnya.
"Oke Fandi, gue keluar sekarang" ucap Rara kemudian mematikan panggilan telepon Fandi.
Rara pun keluar di lihatnya mobil Fandi, dia pun segera berjalan menuju mobil Fandi lalu Rara masuk ke dalam mobil Fandi, Fandi pun mengemudikan mobilnya.
"Rara kita mau ngobrol di mana nih?" tanya Fandi setelah mengemudikan mobilnya, loe udah makan belum? tanya Fandi lagi.
"Iya yah kita mau ngobrol di mana nih" ucap Rara bingung, gue udah makan tadi, loe udah makan atau belum? tanya Rara balik ke Fandi.
"Udah juga tadi, ya udah kita ke cafe ajah pesan minuman sambil ngobrol, mau nggak?" usul Fandi.
"Oke deh" ucap Rara setuju dengan usulan Fandi.
Fandi pun mengemudikan mobilnya menuju ke salah satu cafe, setelah Fandi memarkirkan mobilnya mereka pun jalan bersama masuk ke dalam cafe, setelah duduk mereka pun memesan minuman masing-masing kepada pelayan.
Setelah pelayan pergi menyiapkan pesanan mereka Fandi pun membuka pembicaraan.
"Jadi Rara apa yang loe mau obrolin ke gue?" tanya Fandi yang sebenarnya sudah mengetahui apa yang hendak di bicarakan Rara.
"Emm ini tentang" ucap Rara ragu-ragu.
"Tentang apa Rara?" tanya Fandi lagi.
Ketika mau bicara lagi, pelayan pun datang membawakan pesanan mereka berdua, Rara pun menundah bicaranya.
Terima kasih ucap Rara dan Fandi bersamaan kepada pelayan itu. Pelayan itu pun tersenyum lalu melanjutkan kerjanya lagi.
"Jadi Fandi yang gue mau omongin tuh, kalau gue sebenarnya sebentar lagi akan menikah dan gue akan menikah sama Rafa teman sekelas kita yang melamar Zahra tadi" ucap Rara.
"Apa!!! ucap Fandi berpura-pura kaget padahal dia sudah mengetahui semuanya namun biar Rara tidak curiga jadilah dia berpura-pura kaget. Kok bisa seperti itu Rara dan kenapa mendadak sekali? tanya Fandi lagi.
__ADS_1