
Ana terlihat benar-benar sangat malu menjadi pusat perhatian sedangkan Reno terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa,, dia terus mendorong kursi roda Ana secara pelan-pelan sambil menikmati pemandangan disekitaran kampus mereka.
Haduh susah mahh kalau orang ganteng pasti jadi pusat perhatian,, batin Reno sambil terus mendorong kursi roda Ana.
"Kak Reno mereka pasti lihatin aku dan juga kak Reno yang mendorong kursi roda aku," ucap Ana kepada Reno yang masih asik mendorong kursi roda Ana.
"Ehh siapa tuh wanita yang di kursi roda,, dia bareng sama senior kan,, tapi aku baru lihat deh cewek itu disini,"
"Iya,, dan kamu lihat itu kan senior ganteng yang paling jarang masuk kampus,, dia kan sangat terkenal malas,, nah sekarang tumben dia terlihat seperti niat belajar tuh dan dorong kursi roda cewek lagi,"
"Iya,, siapa cewek itu? pacarnya kah atau saudara? enak banget dia bisa dekat dengan tuh senior,,"
"Haduh wanita,, wanita,, emang nggak bisa yah kalian itu lihat cowok ganteng sedikit saja,, padahal dia itu malas loh,, heran aku sama tipe wanita," ucap salah satu pria yang berada dekat dengan wanita-wanita yang sedang melihat Reno dan Ana.
"Hei kalau ganteng bisa dibicarakan baik-baik tau mau dia semalas apapun karena malas bisa di rubah nggak seperti keturunan nggak bisa dirubah,, sampai sini paham kan?" ucap salah satu wanita lagi lalu tertawa.
__ADS_1
Yang lain pun ikut tertawa.
"Iya kamu benar banget,, jadi pria ganteng sangat dibutuhkan untuk menghasilkan keturunan yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng," ucap salah satu wanita lagi lalu tertawa.
"Iya terserah kalian saja, wanita selalu benar nggak pernah salah,, jadi percuma debat dengan wanita karena pasti nggak mau ngalah," ucap salah satu pria lagi sambil melihat ketiga wanita itu yang sedang tertawa begitu mendengar ucapannya.
"Itu tau,,"
"Udah,, udah jangan ribut terus,, yang harus kita tau itu siapa wanita beruntung itu,, kamu tau sendiri kan senior kita itu tidak pernah aku lihat dia dekat dengan wanita disini loh,, kecuali Tasya,, tapi Tasya itu katanya keluarga dia," ucap salah satu wanita itu lagi.
"Nggak mungkin secara senior kita itu punya pacar di kampus lain,, dan pacarnya itu kuliah di kampus yang paling bagus,,, kampus ini kan kedua,," ucap wanita itu lagi.
"Ya ampun cewek cari taunya sampai segitunya yah,, heran aku sama cewek kalau jiwa detektifnya keluar,, padahal kalian itu nggak dekat loh dengan senior itu," ucap pria itu lagi sambil bergidik ngeri.
"Iya dong kita akan selalu mencari tau tentang senior-senior ganteng siapa tau aja ada kesempatan,, iya kan? lagian kita bisa mencari tau hanya dengan modal nama cowok ganteng itu aja," ucap salah satu wanita itu lagi lalu tertawa.
__ADS_1
"Sekarang cari tau mengenai wanita itu siapa? dia cantik loh hanya di kursi roda saja,," ucap salah satu pria lagi.
"Huu dasar mandang fisik," sindir ketiga wanita itu.
Pria-pria itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
Sementara Tasya yang sedang berjalan ingin ke kelas mengernyitkan dahinya begitu melihat Reno sedang bersama seorang wanita.
"Wah siapa tuh yang lagi sama-sama Reno?" ucap Tasya lalu dengan segera berjalan ke dekat Reno.
###############
Mampir ke novelku yang satu yah...
"Dendam dan Cinta"
__ADS_1
Makasih sebelumnya 🙏😊