
"Rafa kamu kenapa, kok pelan banget bawah motornya?" Tanya Gracia karena Gracia sudah sangat ingin sampai di rumahnya sendiri bukan di rumah Zahra.
Yah Gracia menyuruh Rafa mengantarnya di rumahnya sendiri bukan di rumah Zahra karena Gracia tidak mau sampai di tahu oleh Zahra.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok sayang" Ucap Rafa kemudian kembali mengendarai motornya dengan perasaan campur aduk.
Sialan berani-beraninya dia sedekat itu sama istri aku, awas saja kamu Aldi batin Rafa kesal.
Rara pun yang sudah merasa cukup baikan kembali duduk seperti biasanya.
"Maaf yah Aldi sama kelakuan gue barusan, baju kamu jadi basah deh karena air mata gue" Ucap Rara sambil melihat baju Aldi.
"Nggak apa-apa kok Rara nanti juga kering sendiri, udah merasa lebih baik nggak sekarang setelah menangis?" Tanya Aldi.
"Iya " Jawab Rara lalu tersenyum.
"Oke bagus, sekarang gue mau bicara sama loe" Ucap Aldi serius.
"Bicara apa? daritadi kan loe bicara Aldi" Tanya Rara bingung.
"Itu beda, gue mau bilang loe mau nggak kerja di perusahaan gue, kan loe bilang tadi kalau loe di pecat dan nggak punya kerjaan" Tanya Aldi yang membuat Rara melotot tak percaya.
"Loe serius Aldi dengan ucapan loe?" Tanya Rara balik dengan mata berbinar bahagia.
"Iya serius Rara, gimana mau nggak?" Tanya Aldi dengan senyumannya yang kalau di mata wanita lain pasti langsung jatuh cinta dan klepek-klepek tapi berbeda dengan Rara yang hanya biasa saja.
"Mau banget Aldi, mau banget" Jawab Rara cepat dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Tapi gue kan masih kuliah" Ucap Rara mendadak lemas karena pasti akan susah dan Rara juga tidak mungkin melepas kuliahnya yang sebentar lagi selesai.
"Tenang ajah Rara kalau masalah itu, kerjaan loe nggak akan mengganggu kuliah loe, lagian gue juga kan mau kuliah di tempat loe kuliah walaupun beda kelas" Ucap Aldi sambil mengelus rambut Rara karena sangat gemas dengan ekspresi wajah Rara yang tadinya bahagia langsung menjadi cemberut seketika.
"Benarkah, memang kerjaan gue apa Aldi?" Tanya Rara penasaran sekaligus merasa bahagia jika pekerjaannya tidak akan mengganggu kuliahnya.
"Nanti juga loe tahu, datang ajah besok ke kantor gue yah, ini kartu nama gue" Ucap Aldi sambil memberikan kartu namanya kepada Rara.
"Loe ternyata punya perusahaan Aldi gue nggak menyangka, terus ngapain loe mau kuliah lagi?" Tanya Rara bingung.
__ADS_1
"Karena lagi mau ajah Rara" Jawab Aldi santai sambil melihat Rara dengan tatapan lembut.
"Emang loe nggak kesusahan? bukannya biasanya kalau bos itu pasti banyak banget kerjaannya" Tanya Rara.
"Nggak kok bawah santai ajah" Jawab Aldi lalu tertawa.
"Gue tanya serius juga" Ucap Rara.
"Gue juga serius Rara jawabnya, oh iya loe udah makan belum?" Tanya Aldi.
"Belum" Jawab Rara.
"Ayo kita pergi makan kalau begitu" Ajak Aldi.
"Emm boleh deh, gue yang traktir yah" Ucap Rara.
"Ya udah deh loe yang traktir" Ucap Aldi sambil mengacak rambut Rara.
"Iihh apaan sih Aldi, rambut gue bakalan berantakan nih" Ucap Rara sambil menghentikan tangan Aldi.
"Tetap cantik juga" Ucap Aldi spontan.
"Loe tetap cantik Rara walaupun rambut loe berantakan karena loe cantik natural luar dan dalam, jadi ayo kita pergi makan" Ucap Aldi sambil menarik tangan Rara menuju mobilnya.
Rara pun tidak berkomentar lagi dan mengikuti langkah kaki Aldi.
"Aldi motor gue gimana?" Tanya Rara begitu melihat Aldi ingin membawa dia ke mobilnya.
"Nanti gue suruh orang buat bawah motor loe di rumah loe, sebutin ajah alamat rumah loe dan bentar gue ajah yang antar loe pulang kalau udah selesai makan" Ucap Aldi.
Rara pun menuruti ucapan Aldi dan mereka pun segera menuju ke tempat makan.
"Aldi tempat gue mau traktir loe makan nggak bagus seperti tempat loe sering makan karena gue cuma punya duit pas-pasan" Ucap Rara di dalam mobil.
"Nggak apa-apa kok Rara, justru gue senang karena bakalan jadi pengalaman baru buat gue" Ucap Aldi lalu tersenyum dan masih fokus mengendarai mobilnya.
"Oh iya dimana nih kita mau makan?" Tanya Aldi.
__ADS_1
Rara pun menyebutkan alamat rumah makan itu. Dan tidak lama mereka pun sampai.
Aldi begitu bersemangat untuk masuk ke dalam rumah makan itu karena ini pengalaman barunya dan Rara hanya melihat Aldi dengan mengernyitkan keningnya bingung sambil menggelengkan kepalanya.
Apa dia harus seberlebihan ini batin Rara.
Begitu masuk ke dalam mereka segera mencari tempat duduk dengan Rara yang memesan terlebih dahulu dan Aldi pun ikut memesan yang sama dengan Rara karena Rara bilang pesanannya adalah menu yang terenak di rumah makan itu.
Setelah menunggu beberapa menit makanan yang mereka pesan pun datang di bawahkan oleh pelayan wanita yang benar-benar matanya hanya tertuju pada Aldi, yang memang sangat tampan dari sekian manusia yang datang ke rumah makan itu membuat Aldi hanya tersenyum canggung.
"Terima kasih yah" Ucap Rara kepada pelayan itu lalu tersenyum ramah.
Pelayan itu pun juga tersenyum lalu pergi dari meja Rara dan Aldi, tapi sebelum itu dia juga melihat Aldi dulu.
"Emm enak banget ini Rara, ini sih lebih enak dari tempat gue sering makan, serius" Ucap Aldi begitu selesai menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.
"Iya memang enak disini makanannya" Ucap Rara lalu tersenyum.
Aldi pun makan dengan lahapnya begitu juga dengan Rara, setelah makan Aldi mengantar Rara pulang dan juga motor Rara sudah ada di rumahnya.
"Oh jadi ini rumah loe Rara" Ucap Aldi kepada Rara yang masih berada di dalam mobil.
"Iya Aldi, maaf yah Aldi gue nggak bisa suruh loe masuk ke dalam karena gue udah bersuami, nggak enak sama suami gue kalau sampai dia tahu walaupun kita ini bukan seperti sepasang suami istri pada umumnya dan loe juga tahu kan, tapi tetap saja gue akan selalu menjaga perasaan dia sebagai suamiku" Ucap Rara.
"Iya Rara gue mengerti kok, loe memang istri yang baik Rara, gue salut sama loe padahal suami loe itu jelas-jelas menjengkelkan" Ucap Aldi.
"Dia tetap suami gue" Ucap Rara lalu tersenyum.
"Heem, mana tuh dia nggak keluar-keluar?" Tanya Aldi sambil melihat di pintu rumah Rara.
"Kita nggak tinggal satu rumah Aldi" Jawab Rara lalu tersenyum mencoba terlihat baik-baik saja walaupun sebenarnya dia sangat sedih.
"Sabar yah Rara dan loe harus hati-hati kalau gitu selama tinggal sendiri karena loe kan cewek, nggak usah keluar kalau nggak ada urusan yang penting, oke" Ucap Aldi karena mengingat pertemuan pertamanya dengan Rara.
Rara pun mengiyakan setelah itu dia masuk ke dalam rumahnya begitu Aldi pulang. Rara memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Selesai mandi dan berpakaian santai tinggal mengeringkan rambutnya saja, Rara mendengar pintu rumahnya di ketuk, dia pun segera pergi membuka pintu sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
__ADS_1
"Rafa" Ucap Rara sedikit terkejut karena melihat Rafa datang, Rara pikir Rafa tidak akan datang ke rumahnya karena dia sibuk dengan Gracia.