
"Beneran Fania sudah meninggal?" tanya Tasya yang sedang duduk di samping Andre di dalam mobil.
"Iya sayang beneran Fania sudah meninggal,, aku kaget campur senang juga sih," ucap Andre sambil menahan tawanya.
"Ishh kamu kok gitu,, tega banget," ucap Tasya sambil melihat Andre.
"Kamu juga senang kan,, Fania nggak ada lagi,, jadi Reno akan berada di jalan yang benar mulai sekarang?" ucap Andre sambil melihat Tasya.
"Iya sih aku senang,, kan Fania membawa pengaruh buruk buat sepupu aku itu," ucap Tasya sambil tersenyum.
"Nah iya,, dan sekarang dia nggak ada jadi bagus banget," ucap Andre.
Sementara di dalam ruang rawat Ana.
"Kak Reno maafin aku yah,, karena aku jadi begini semuanya,, kamu jadi kehilangan Fania,, aku benar-benar minta maaf," ucap Ana yang memang benar-benar merasa bersalah atas meninggalnya Fania,, padahal Ana tidak salah apa-apa.
"Ya ampun kok kamu minta maaf,, kamu nggak salah apa-apa kok,, Fania seperti itu karena dia ingin mencelakai kamu kan, aku malahan mau minta maaf atas nama Fania karena kamu seperti ini hanya karena dia yang salah paham saja," ucap Reno cepat.
"Tetap saja aku minta maaf kak,, aku tau kamu pasti sangat sedih kehilangan Fania,, karena kamu sangat mencintai Fania,, aku bisa lihat dari cara kamu memperlakukan dia,," ucap Ana.
"Udahlah nggak usah mikirin itu lagi,, semuanya sudah terjadi,, semoga dia tenang di alamnya," ucap Reno.
"Iya benar tuh kata Reno,, kamu nggak usah mikirin itu lagi Ana,, semuanya sudah terjadi,, dan semoga Fania tenang di alamnya, sekarang kamu fokus saja sama kesehatan kamu,, dan juga ingat kamu akan masuk kampus loh,, jadi kamu harus semangat karena akan selalu ditemani sama senior yang ganteng,, pasti banyak tuh yang iri sama kamu Ana,, Mahasiswi baru tapi sudah akrab dengan senior,, keran kan?" ucap Citra.
"Apaan sih kamu Citra,, pikiran kamu itu kemana-mana terus tau nggak,, heran aku tuh," ucap Ana.
"Nggak mungkin mereka iri sama Ana karena aku ada di sampingnya,, yang ada sebenarnya aku takut membuat Ana malu karena aku tuh dikenal dengan senior yang nggak wisuda-wisuda di kampus,, ganteng juga aku nggak ganteng," ucap Reno.
"Aku sih yakin nggak bakalan seperti itu,, Reno kamu itu ganteng loh,, setelah aku lihat-lihat," ucap Citra.
Astaga Citra benar-benar sangat bar-bar,, dia nggak malu apa blak-blakan seperti itu sama kak Reno,, aku aja yang lihat dan dengar dia berucap seperti itu malu banget,, lah dia terlihat santai aja,, batin Ana sambil melihat Citra.
"Hemmm berarti mata kamu lagi gangguan,, pergi cek dulu deh mata kamu,," ucap Reno lalu tertawa.
"Ya ampun mata aku sehat," ucap Citra.
"Oh iya aku boleh tanya sesuatu nggak sama kamu Reno?" tanya Citra.
Reno dan Ana mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Citra.
__ADS_1
"Tanya apa?" ucap Reno.
"Kamu berapa lama sih pacaran dengan Fania?" tanya Citra.
"Citra kok kamu tanya gitu sih," ucap Ana cepat.
"Nggak apa-apa kok," ucap Reno.
"Aku pacaran sama dia itu udah bertahun-tahun,, karena terlalu lama aku jadi lupa,, dan juga kita nggak merayakan anniversary gitu makanya lupa,, yang jelasnya udah tahunan," ucap Reno.
"Oh pantas saja yah kamu sedih banget,,," ucap Citra.
"Iyalah Cit,, kamu ini kalau bicara selalu seperti itu,, mana ada orang yang kehilangan seseorang yang dia cintai nggak sedih," ucap Ana.
"Ana kok nyolot sih," ucap Citra lalu tertawa.
Reno pun hanya bisa tersenyum untuk menanggapi ucapan Citra.
"Aku nggak nyolot yah cuma kesal aja sama kamu," ucap Ana.
"Cie udah kesal aja sama aku sekarang,, mentang-mentang punya Reno," ledek Citra.
Reno hanya bisa senyum sambil geleng-geleng kepala ketika Citra meledek dirinya dengan Ana.
"Ada apa sih Ana, pipi kamu merah merona tuh," ucap Citra lagi.
"Aku lapor yah sama kak Aldi kamu gangguin aku terus,, biar kamu di pulangkan ke asal kamu" ucap Ana.
"Yah jangan dong,, nggak mau pulang aku,," ucap Citra.
Baru juga mau mengejar Fandi massa di pulangkan,, batin Citra.
Reno langsung tertawa begitu melihat ekspresi wajah Citra yang tampak panik setelah mendengar ucapan Ana.
"Lihat nih Reno,, Ana tuh tukang lapor banget,," ucap Citra.
"Isshh kan kamu duluan yang ngeselin gangguin aku terus dengan kak Reno,," ucap Ana.
"Abis asik gangguin orang," ucap Citra.
__ADS_1
"Awas saja kalau nanti kamu punya pacar lagi,, aku bakalan gangguin kamu habis-habisan,, sampai kamu minta ampun untuk nggak di gangguin lagi sama aku," ucap Ana.
Citra langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ana.
"Cie yang sekarang udah pintar mengancam,," ucap Citra.
"Aku nggak bakalan bilang-bilang kalau gitu,," ucap Citra lagi.
"Nggak tau ahhh terserah kamu saja,, yang penting jangan gangguin aku terus dengan kak Reno,, kasian kak Reno nya," ucap Ana sambil melihat Reno.
"Reno santai aja tuh,, iyakan Reno?" ucap Citra sambil melihat Reno.
"Iya kok,," ucap Reno.
Ana langsung melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Reno.
Hmm kak Reno ini mau saja meladeni Citra yang kadang nggak full,, batin Ana lalu tertawa di dalam hatinya sambil melihat Reno dan Citra secara bergantian.
"Nah dengar sendiri kan Ana,, apa kata Reno, dia santai aja tuh," ucap Citra sambil tersenyum bangga.
"Ehh tapi yah Reno ini tipe cowok setia dong," ucap Citra lagi
Astaga Citra ini mulai lagi dia,, batin Ana.
"Cocok nih kalian berdua,, sama-sama setia," ucap Citra lagi.
"Astaga Citra kamu apa-apaan sih,, sembarangan aja kalau ngomong," ucap Ana cepat.
"Reno aku mau tanya nih,, Ana cantik nggak?" tanya Citra yang tidak menggubris ucapan Ana sebelumnya,, karena dia benar-benar suka mengganggu Ana dan Reno sekarang.
"Iya cantik," jawab Reno sambil tersenyum melihat Ana.
Ana benar-benar malu begitu mendengar ucapan Reno.
Sedangkan Citra yang baru mau mengganggu Ana dan Reno lagi tiba-tiba menghentikan niatnya karena ponselnya tiba-tiba berdering,, dengan segera Citra melihat nama kontak yang meneleponnya terlebih dahulu.
Huuff untung saja ada yang nelfon,, awas yah kamu Cit,, nggak tau apa kalau yang dia lakukan tadi itu semuanya buat aku malu,, batin Ana sambil melihat Citra seperti ingin memakannya.
Citra mengernyitkan dahinya begitu melihat nama kontak yang meneleponnya.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Ana karena melihat ekspresi wajah Citra yang berubah.