
"Kok perasaan aku nggak enak gini yah sayang," ucap Rafa yang berada di dalam kamarnya,, dia sedang asik memeluk Rara.
Rara mengernyitkan dahinya bingung begitu mendengar ucapan Rafa yang tidak biasanya.
"Nggak enak gimana? kok bisa? kamu sakit sayang,? tanya Rara sambil memeriksa dahi Rafa.
"Nggak panas kok," ucap Rara lagi begitu sudah memeriksa dahi Rafa..
"Iya emang aku nggak panas kok sayang," ucap Rafa sambil melihat Rara.
"Terus kenapa perasaan kamu nggak enak?" tanya Rara lagi.
"Kamu mau buang air besar?" ucap Rara sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Rafa.
"Apaan sih istriku ini,, yah nggak lah,, kalau aku mau buang air besar sudah sejak tadi aku ke WC sayang,, ngapain aku bilang dulu sama kamu," ucap Rafa sambil geleng-geleng kepala melihat Rara.
Rara pun akhirnya tertawa,, karena dia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi begitu melihat ekspresi wajah sewot Rafa.
"Tertawa lagi istriku ini," ucap Rafa sambil menggelitik Rara.
"Ampun,, geli tau," ucap Rara sambil mencoba menghentikan tangan Rafa..
"Cium dulu,," ucap Rafa lagi sambil mendekatkan pipinya kepada Rara.
__ADS_1
Rara dengan segera mengikuti kemauan Rafa.
"Udah,, geli sayang," rengek Rara lagi.
Rafa pun menghentikan tangannya menggelitik tubuh Rara.
"Makanya jangan ledekin suami," ucap Rafa lagi sambil membawa Rara ke dalam pelukannya.
"Aku nggak niat ledekin loh sayang,, aku pikir kamu memang benar sakit perut,,," ucap Rara lagi.
"Nggak sayang," ucap Rafa lagi sambil mencubit gemas hidung Rara.
"Yah jadi kenapa perasaan kamu nggak enak?" tanya Rara lagi.
"Aku juga nggak tau sayang,, bawaannya nggak enak aja perasaan ini,, entahlah aku juga bingung sayang," ucap Rafa lagi.
Rara pun semakin mengernyitkan dahinya bingung dengan Rafa.
"Mungkin sayang kecapean,, ayo kita tidur saja,," ucap Rara lagi.
"Mungkin juga,," ucap Rafa lagi yang masih merasakan aneh pada perasannya.
"Sayang, kamu harus selalu hati-hati yah,, karena kita tidak tau orang iri bisa datang kapan saja," ucap Rafa lagi.
__ADS_1
"Iya, aku tau kok,, aku kan nggak mau gegabah lagi dan selalu mengikuti kata kamu sayang," ucap Rara sambil tersenyum pada Rafa.
"Hmmm ada apa sih sama perasaan aku,, atau jangan-jangan kamu mau hamil sayang,, dan aku ngidam duluan?" ucap Rafa yang membuat Rara tertawa terbahak-bahak sambil melihat Rafa.
Rafa langsung cemberut begitu melihat ekspresi istrinya yang malah menertawakan dirinya di saat dia sedang serius berbicara.
"Mau aku gelitikin lagi gara-gara kamu tertawa?" ucap Rafa sambil melihat Rara.
"Nggak mau sayang,, abis kamu aneh banget sih tiba-tiba berucap seperti itu," ucap Rara cepat sambil menahan tangan Rafa.
"Yah siapa tau aja kan sayang,, kamu nggak rasa mual-mual gitu?" tanya Rafa dengan ekspresi wajah seriusnya.
"Nggak sayang ihh,, udah nggak usah mikir aneh-aneh deh,, kamu sepertinya kecapean saja itu makanya jadi gitu,, lebih baik sekarang sayang tidur yah,, nggak usah mikir hal-hal yang aneh,," ucap Rara lagi sambil geleng-geleng kepala melihat suaminya..
"Hmm iya deh," ucap Rafa.
"Kamu juga tidur,," ucap Rafa lagi sambil melihat Rara.
"Iya suamiku sayang," ucap Rara sambil tersenyum pada Rafa.
Dan mereka pun pada akhirnya tidur sama-sama.
############
__ADS_1
Akhirnya tiba sudah hari dimana mereka akan pergi liburan....