Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Menjadi tidak yakin masuk kuliah...


__ADS_3

Reno benar-benar terkejut begitu melihat Rafa juga berada di ruangan itu,, Reno sudah jelas-jelas tau siapa Rafa. Tapi Reno berusaha terlihat biasa saja,, walaupun sebenarnya dia sangat penasaran apa hubungan Ana dan Rafa. Sedangkan Mama Reno ikut-ikutan terkejut begitu melihat Rafa berada di dalam ruangan Ana,, dia juga penasaran hubungan Ana dan Rafa. Namun dia juga berusaha terlihat biasa saja meskipun dia sangat kepo.


Mereka mengernyitkan keningnya bingung semua begitu melihat Reno,, karena mereka tidak mengenal Reno sama sekali sebelumnya.


Ana hanya melihat lemah pada Reno sambil menangis. Dia benar-benar terpukul dengan kenyataan bahwa dirinya sekarang lumpuh,, padahal banyak hal yang ingin dilakukan Ana hanya sayangnya sekarang dia terhalang dengan kondisi dirinya yang tidak bisa berjalan.


Reno dan Mama Reno berjalan ke dekat Ana dan yang lainnya.


"Kalian siapa?" tanya Aldi.


"Perkenalkan aku Reno,, dan ini mama aku,," ucap Reno sambil mengulurkan tangannya pada Aldi dan Aldi pun ikut mengulurkan tangannya pada Reno.


"Aku Aldi kakaknya Ana," ucap Aldi juga.


"Iya aku tau kok,," ucap Reno.


"Lalu kalian siapa?" tanya Aldi.


"Aku temannya Ana,, dan ini mama aku kenalannya Ana,,, tadi Ana ke rumah aku dan begitu pulang dia mengalami kecelakaan ini,, jadi aku akan merawat Ana,, aku akan selalu bersama dia sampai dia bisa berjalan kembali,, aku akan menyemangati dia," ucap Reno kepada Aldi.


"Dek,, berarti ibu-ibu ini dong yang kamu maksud?" tanya Aldi,, namun Ana hanya diam saja sambil menangis. Dia masih belum menerima keadaan dirinya sekarang yang lumpuh.

__ADS_1


"Iya Aldi,, tante ini yang Ana maksud,," ucap Citra yang tau betul mama Reno karena Citra bertemu juga dengan mama Reno ketika di mall.


"Iya Aldi benar kata Citra," ucap Rara juga.


"Iya,, Ana habis ke rumah saya tadi,, lalu begitu pulang dia mengalami kecelakaan ini,, kami benar-benar minta maaf karena Ana mengalami kecelakaan gara-gara datang ke rumah kami," ucap mama Reno tulus.


"Ya ampun tante nggak perlu minta maaf,, ini semua bukan kesalahan kalian,, ada yang ingin mencelakai Ana makanya dia bisa kecelakaan seperti itu,," ucap Aldi yang merasa tidak enak pada mama Reno karena meminta maaf pada dirinya yang sudah jelas-jelas mama Reno lebih tua dari dirinya.


"Siapa yang ingin mencelakai Ana? dia sangat baik masih ada juga orang jahat yang ingin mencelakai dia,, benar-benar sangat keterlaluan," ucap Mama Reno yang benar-benar terkejut.


"Aku juga nggak tau karena nggak sempat mencari tau yang jelasnya sekarang dia jatuh ke jurang dekat tempat adikku kecelakaan,, mungkin sekarang dia sudah tidak tertolong lagi,, tapi baguslah jika dia tidak tertolong lagi,, karena dia telah berniat ingin mencelakai adik aku," ucap Aldi yang benar-benar kesal.


Ana kaget begitu mendengar bahwa orang yang ingin mencelakai dia sudah jatuh ke jurang,, yang berarti Fania sudah jatuh ke jurang,, karena Ana tau kalau Fania yang ingin mencelakai dirinya,, dia benar-benar tidak menyangka akan seperti itu,, dan Ana juga tau berarti kakaknya menyuruh anak buahnya untuk menjaga dirinya. Satu hal juga yang Ana rasakan dia merasa tidak enak pada Reno jika Reno tau yang jatuh ke jurang itu adalah Fania,, pacar yang sangat Reno cintai,, Ana masih berpikiran bahwa Reno tidak tau apa-apa mengenai Fania yang jatuh.


Mama Reno juga ikut terkejut karena ternyata dugaan dia benar,, Fania yang ingin mencelakai Ana dan berakhir jatuh ke jurang.


"Fania yang mana? nggak mungkin kan Fania yang kita kenal selama ini," ucap Rara karena penasaran.


Reno dengan segera memperlihatkan foto Fania kepada orang-orang yang berada di dalam ruangan itu.


Mereka benar-benar shock begitu tau ternyata Fania yang dimaksud adalah orang yang sama. Citra pun ikut-ikutan shock,, bagaimana bisa Ana berurusan dengan Fania,, Citra sudah cukup tau mengenai Fania karena dia pernah sempat mencari tau tentang Zahra yang sudah pasti dia juga ikut tau tentang Fania. Citra sempat ingin mengajak Zahra bekerjasama waktu itu untuk membuat Rara menderita,, namun dia batalkan karena dia sudah sadar duluan.

__ADS_1


"Astaga dia orang yang sama,, Ana kamu kok bisa jadi incaran Fania?" ucap Rafa kepada Ana.


Ana ikut-ikutan heran kenapa bisa mereka mengenal Fania. Mama Reno juga ikut-ikutan terkejut begitu melihat Rafa ternyata sudah mengenal Fania.


Sedangkan Reno tidak terkejut lagi karena dia sudah tau bagaimana hubungan Zahra,, Fania,, dan juga Rafa.


"Fania itu pacar aku,, dia salah paham pada Ana karena datang ke rumah ku,, dia cemburu,, dia pikir aku dan Ana ada hubungan apa-apa,, padahal Ana datang karena dia mengenal dan dekat dengan mama aku,, dia ke rumah pun atas ajakan dari mama aku,, aku sama sekali tidak tau apa-apa,, tapi Fania tidak mempercayai aku,, dan aku benar-benar nggak menyangka kalau Fania bisa senekat ini mau mencelakai Ana,, ini benar-benar di luar dugaan aku kalau dia sangat nekat begini,, makanya aku benar-benar minta maaf untuk Almarhumah Fania,," ucap Reno sambil menahan air matanya karena dia benar-benar tidak menyangka kalau Fania akan meninggal secepat itu hanya karena cemburu yang berakhir nekat.


Semua yang berada di dalam ruangan itu lagi-lagi terkejut,, hanya Ana saja yang biasa karena dia sudah tau pasti itu alasan Fania ingin menyingkirkan dirinya,, pasti karena cemburu.


"Kamu pacarnya Almarhumah Fania?" tanya ulang Rara untuk memastikan pendengarannya karena dia benar-benar tidak menyangka kalau akan seperti ini.


"Iya aku pacarnya Almarhumah Fania," jawab Reno.


"Astaga dunia ini benar-benar sempit sekali,, bisa-bisanya seperti ini," ucap Rafa.


"Aku benar-benar minta maaf,, semua ini karena aku,, coba kalau aku bisa menjelaskan lagi kepada Almarhumah Fania sampai dia percaya padaku mungkin kejadiannya tidak seperti ini,, Ana maafkan aku,, pokoknya sebagai permintaan maaf aku dan Almarhumah Fania aku akan selalu ada di sisi kamu sampai kamu bisa jalan lagi seperti dulu," ucap Reno lagi.


Ana benar-benar sedih begitu mendengar ucapan Reno,, karena dia teringat lagi akan dirinya yang mau masuk kuliah tapi dia menjadi tidak yakin masuk kuliah ketika keadaannya seperti ini. Padahal Ana sangat bahagia dan semangat begitu mengurus semua berkasnya karena dia akan masuk ke Universitas baru dimana tak ada yang tau mengenai dirinya yang merupakan adik Aldi.


"Aku ingin kuliah,," gumam Ana pelan dengan berderai air mata,, namun masih di dengar oleh Reno dan Aldi,, karena mereka berada sangat dekat dengan Ana.

__ADS_1


"Kamu kuliah dimana Ana?" tanya Reno yang berniat akan pindah ke kampus Ana untuk menjaga Ana.


__ADS_2