Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Membuat aku nyaman,,,


__ADS_3

"Fania kamu udah sadar," ucap Zahra sambil tersenyum bahagia.


Fania masih terdiam sambil melihat disekelilingnya.


"Aku belum mati ternyata,, baguslah,, aku pikir aku sudah mati," ucap Fania pelan setelah cukup dirinya diam sambil melihat ke sekelilingnya.


"Iya Fania,,, kamu masih hidup,, aku benar-benar takut banget tau nggak kamu nggak bisa tertolong lagi, kamu jangan seperti itu lagi Fania,, aku nggak bisa kalau kehilangan teman seperti kamu," ucap Zahra.


Fania langsung bergidik ngeri begitu mendengar ucapan dari Zahra yang sangat tidak biasa. Walaupun mereka berteman sudah sangat lama dan juga sangat cocok.


"Kamu jangan bicara seperti itu,, aku takut dengar ucapan kamu seperti itu," ucap Fania.


Zahra langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fania.


"Baguslah,,, berarti kamu udah sadar sepenuhnya sekarang,, aku takut tadi itu kamu belum sadar sepenuhnya," ucap Zahra.


"Oh iya kamu harus diperiksa dulu,, aku panggil dokter dulu," ucap Zahra yang langsung berjalan keluar untuk mencari dokter yang sedang berada di luar.


Zahra memang sudah menyiapkan dokter dirumahnya untuk menangani Fania.

__ADS_1


"Ngapain sih tuh anak repot-repot,, lah aku udah nggak apa-apa ini," ucap Fania pelan sambil melihat Zahra yang sedang berjalan keluar dari dalam kamar.


Dokter yang dipanggil Zahra pun segera berjalan menuju ke dalam kamar tempat Fania dirawat.


Sedangkan Zahra segera memberitahukan kepada keluarga Fania mengenai kondisi Fania sekarang,, meskipun Zahra tau mereka pasti sangat sibuk.


############


Sementara Ana dan Reno...


Ana tampak bingung mau berbicara apalagi dia juga kesal karena Citra belum kembali-kembali,, Ana sesekali melihat ke arah pintu ruangan sambil berharap Citra akan datang.


"Emm ini kak aku nggak kenapa-kenapa kok," ucap Ana lalu merutuki kebodohan bibirnya sendiri.


Isshhh ngapain sih aku bicara gitu tadi,, batin Ana yang malu sendiri.


"Mana ada kamu nggak kenapa-kenapa tapi sejak tadi kamu tampak gelisah,, kamu mau buang air kecil?" tanya Reno sambil menahan tawanya melihat Ana.


"Hah,, nggak kok," ucap Ana cepat.

__ADS_1


"Oh kirain mau,,, biar aku antarin," ucap Reno yang lagi-lagi menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Ana.


"Nggak kok,, lagian aku nggak mau di antarin,, aku bisa sendiri," ucap Ana yang lagi lupa dengan kondisinya namun setelah itu dia langsung mengingat dengan kondisinya.


"Maaf yah aku nggak niat untuk mengingatkan kamu tentang kondisi kamu,, aku hanya ingin bercanda saja tadi," ucap Reno sambil melihat Ana.


"Iya aku tau kok kak,, tapi aku benar-benar berpikir sekarang gimana aku melakukan itu nanti,, apa aku akan diantar?" ucap Ana dengan polosnya.


"Iya,, tapi yang antar bakalan nungguin di luar kok nggak ikut masuk jadi kamu tenang saja," ucap Reno lalu tertawa.


"Aku nggak mau merepotkan,, aku akan berusaha melakukannya sendiri," ucap Ana.


"Kamu nggak merepotkan,, jangan selalu menganggap dirimu merepotkan,, dan juga kamu harus ingat semuanya akan berlalu,, kamu akan bisa jalan lagi nanti," ucap Reno.


"Iya kak,," ucap Ana sambil tersenyum.


"Oh iya kak Reno nggak ada kerjaan kah? kalau kak Reno ada kerjaan nggak apa-apa kok kakak pulang saja,, aku nggak apa-apa sendirian di dalam ruangan ini karena di luar ruangan banyak yang berjaga juga dan aku kalau butuh sesuatu bisa manggil mereka," ucap Ana lagi sambil tersenyum


"Aku mau disini aja menjaga wanita yang akhir-akhir ini membuat aku nyaman," ucap Reno.

__ADS_1


__ADS_2