
Ya ampun mama aku ini tahu ajah kalau tadi aku lagi membandingkan wanita itu dengan Fania,, tapi emang cantikan Fania kok, batin Reno.
"Iya deh ma dia cantik terserah mama ajah,, asal mama senang aku juga senang kok ma,," ucap Reno.
Walaupun harus membohongi diri sendiri,, dia emang nggak cantik kok,, batin Reno.
"Kok terserah mama sih,," ucap mama Reno kesal.
"Mama jangan marah-marah disini, lagian lihat tuh wanita yang mama bilangin cantik melihat kesini terus,, seperti sedang khawatir gitu sama mama,, dia itu siapa sih?" tanya Reno.
"Dia itu namanya Ana,, oke deh nggak usah bahas yang tadi dulu karena pasti lama kita akan berdebat dan dia pasti akan curiga,," ucap mama Reno.
"Loh kok bisa,, curiga kenapa ma? aku nggak mengerti sama sekali," ucap Reno lagi.
"Dan mama itu ketemu dia dimana sih,, perasaan aku baru deh melihat wanita itu," ucap Reno.
"Nama dia itu Ana,, panggil dia Ana,, dia itu wanita baik yang mama temukan di mall ini,, coba waktu itu kamu membawa wanita seperti Ana,, pasti sekarang kamu sudah menikah,, lah ini kamu membawa wanita seperti Fania untuk kamu nikahi,, hemm mana mungkin mama akan setuju," ucap mama Reno yang membuat Reno mengernyitkan keningnya bingung karena mamanya ternyata baru bertemu dengan Ana dan membahas pernikahan lagi.
"Mama baru bertemu dengan dia tapi mama sudah membahas pernikahan saja,, terus mama menginginkan wanita seperti itu yang aku bawa ke rumah,, nggak jelas banget sih mama ini,, ayo deh buruan kita ambil belanjaan mama, terus kita pulang,, oke ma,, karena aku mau istirahat," ucap Reno sambil ingin melangkah pergi untuk mengambil belanjaan.
"Siapa suruh kamu pergi? mama belum menyuruh kamu pergi untuk mengambil belanjaan itu Reno,, mama kamu ini masih mau bicara tapi udah mau main pergi-pergi saja kamu,, pasti ini karena Fania yang membawa dampak buruk bagi kamu," ucap mama Reno yang membuat Reno langsung menghentikan langkahnya dan kembali berbalik kepada mamanya.
Mereka masih lama nggak yah,, kira-kira mereka bahas apaan yah,, semoga saja deh tante nggak di marahi kan kasihan banget kalau sampai dia di marahi sama anak majikannya itu yang dari jauh saja sudah terlihat jelas pria itu ngeselin,, batin Ana.
"Mama kok bawa-bawa Fania sih,, dia nggak salah kok ma,, dan ini juga bukan karena dia,, tapi aku hanya ingin mengambilkan belanjaan mama cepat,,, biar kita bisa pulang,,, dan biar mama nggak usah bahas lagi mengenai wanita itu yang baru mama temukan hari ini," ucap Reno.
"Fania yang salah Reno, dia yang membuat kamu menjadi seperti ini,, malas kuliah,, nggak mau kerja di kantor ayahmu,, keluyuran tidak jelas,, pulang larut kadang pulang pagi, dan masih banyak lagi kenakalan yang kamu buat akibat Fania dan kamu masih bilang itu bukan salah Fania,," ucap mama Reno sambil melihat kesal pada Reno.
"Ya udah deh terserah mama ajah, tapi kenapa kita disini terus sih ma,, nggak kesana ajah ambil belanjaan mama,," ucap Reno.
"Apa yang ingin mama bicarakan sih?" tanya Reno.
"Mama mau kamu nggak di tahu sama Ana kalau kamu itu anak mama,," ucap mama Reno yang membuat Reno benar-benar bingung dengan mamanya.
"Maksud mama itu apa sih,, aku kan anaknya mama masa dia nggak boleh tahu kalau aku ini anak mama, lagian mama juga nggak bakalan ketemu dia lagi tuh,, kan mama baru ketemu disinikan,, jadi pasti kalian nggak bakalan ketemu lagi,, nggak mungkin bangetkan mama akan satu geng dengan dia yang masih muda begitu," ucap Reno yang tahu betul mamanya mempunyai geng ibu-ibu sosialita.
"Karena mama ngaku-ngaku jadi pembantu tadi sama dia,, jadi kamu nggak boleh bilang kalau kamu itu anaknya mama,, dia tahunya kamu itu anaknya majikan mama, ingat yah itu,, dan nanti saja kalau mau bertanya nanti mama jelaskan,, yang penting kita ke tempat dia dulu kasian tuh dia jadi jagain belanjain mama dan juga nanti dia curiga," ucap mama Reno yang benar-benar shock mendengar ucapan mamanya barusan,, sekarang dia sudah mengerti kenapa dia di panggil tuan oleh mamanya sendiri tadi.
"Ingat kata-kata mama tadi barusan,, jangan sampai kamu keceplosan,, kalau kamu keceplosan mama tidak akan memasak buat kamu," ucap mama Reno karena Reno walaupun punya pembantu di rumahnya tapi dia lebih menyukai masakan mamanya dan dia selalu makan masakan mamanya.
__ADS_1
Ya ampun mama aku ini memang seniornya kalau masalah mengancam,, mentang-mentang yah aku itu sangat menyukai masakan dia,, tapi yah udahlah ikutin ajah maunya biar aman deh,, batin Reno sambil mengikuti mamanya yang sedang jalan.
Mama Reno tersenyum begitu sudah berada di dekat Ana,, Ana juga membalas senyum mama Reno,, lalu Ana melihat juga kepada Reno yang sedang diam tanpa senyum sedikit pun pada Ana.
Ihhh dasar orang kaya sombong,, bisa-bisanya dia nggak senyum tapi nggak apa-apa juga sih, toh aku nggak kenal dia juga,, batin Ana.
"Ini anak majikan tante?" tanya Ana.
"Iya nak ini dia,, sekarang dia udah datang nanti dia saja yang bawa belanjaannya tante dan juga tante akan membawa sebagian,, kamu nggak perlu repot-repot lagi untuk membantu,, dan terima kasih yah sudah bantu dan menemani tante tadi,, tante sangat senang," ucap mama Reno dengan senyumnya pada Ana.
Ya ampun mama aku ini bohongnya udah senior banget nih,,, dan ini juga cewek dia percaya-percaya ajah lagi,, mana ada pembantu seperti mama aku ini,, dia benar-benar kurang teliti,, padahal sendal yang di pakai mama aku terlihat jelas kalau itu sendal mahal,, mungkin dia hanya teliti pada wajah dan barang mama aku ajah,, batin Reno lagi.
"Iya tante aku juga senang kok menemani tante,," ucap Ana sambil tersenyum juga pada mama Reno.
"Oh iya nama kamu siapa?" tanya Ana pada Reno.
"Siapa? aku?" tanya Reno.
"Yah kamulah,, mau siapa lagi memangnya,, nama kamu siapa?" tanya Ana lagi.
"Namaku Reno,, kenapa memangnya? aku nggak suka tipe cewek seperti kamu,, jadi nggak usah nanya macam-macam," ucap Reno.
Ya ampun kebohongan apa yang dibuat mama aku,,, bisa-bisanya aku diginiin,,, lagian mana berani aku menyuruh-nyuruh mama aku palingan aku yang di suruh-suruh oleh mama aku,, dan belum tahu ajah nih cewek kalau mama aku ini paling senang jalan-jalan apalagi belanja,, batin Reno sedangkan mama Reno berusaha keras menahan tawanya begitu melihat anaknya di marahi.
"Diam lagi,, dengar nggak?" tanya Ana,, dia sedikit berani untuk berbicara dengan Reno karena dia melihat Reno sepertinya tidak terlalu jauh beda dengan umurnya.
"Iya aku dengar kok, udahkan ngocehnya,, kita mau pulang sekarang," ucap Reno.
"Iya udah,," ucap Ana pada Reno.
"Tuan kita balik sekarang?" tanya mama Reno.
Astaga mama aku ini pakai nanya segala lagi,, iyalah pulang sekarang masa nanti,, pakai panggilan tuan segala lagi,, aku mau menjawab ala-ala majikan tapi pasti sebentar aku dapat hukuman deh,, karena berani berbicara seperti itu padanya,, lebih baik nggak usah cari masalah deh,, biar nggak terjadi apa-apa padaku,, batin Reno.
"Iya," jawab Reno.
"Tidak ada yang tuan mau beli lagi?" tanya mama Reno.
"Tidak ada, semuanya sudah ada di rumah,," jawab Reno.
__ADS_1
"Oh baiklah. Nak Ana tante pulang duluan yah,," pamit mama Reno.
"Iya tante,, hati-hati yah tante," ucap Ana lagi mengingatkan pada mama Reno.
"Iya nak,, kamu juga hati-hati yah kalau pulang sebentar," ucap mama Reno.
"Iya tante," ucap Ana.
Lalu Reno segera mengambil semua belanjaan mamanya dan segera pergi tanpa pamit pada Ana.
Si anak tengil ini nggak pamit dulu pada Ana,, dasar yah,, awas yah kamu sebentar dapat bagian dari mama,, batin mama Reno sambil berjalan mengikuti Reno.
Ana terus melihat mama Reno.
Hemm bagus deh dia bawa semua belanjaannya,, jadi dia tidak menyuruh tante,, kan kasihan udah tua malah di suruh-suruh gitu,, mungkin dia tersinggung sama ucapan aku tadi,, biarin ajah bagus deh kalau dia masih tersinggung,, batin Ana.
"Oh iya kak Rara dan Citra dimana nih sekarang,, pasti Citra udah banyak belanjaannya nih,, dia harus menemani aku dulu untuk belanja,," ucap Ana lalu segera menghubungi Citra.
"Hemm Ra lihat tuh si Ana,, ngapain dia disitu sendirian,, kita udah mau balik juga," ucap Citra sambil menunjuk Ana dan Rara segera melihat arah tangan Citra.
"Iya itu Ana,, dia masih sama seperti tadi nggak ada tambahan bawahannya,, berarti dia belum belanja dong,," ucap Rara.
"Mungkin dia udah nggak mau,, kayaknya dia udah mau balik tuh,, pasti yang dia telfon salah satu dari kita,," ucap Citra karena melihat Ana yang sedang menelepon.
"Mungkin juga sih," ucap Rara.
Tak lama ponsel Citra berdering.
"Tuhkan dia nelfon aku," ucap Citra lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Ana.
"Halo Ana,, ada apa?" tanya Citra.
"Udah kamu bantuin tante yang tadi?" tanya Citra lagi,, padahal sudah jelas dia melihat Ana lagi berdiri sendirian.
"Udah kok barusan dia udah di jemput dengan majikannya,, kalian dimana? aku mau belanja dulu nih,," ucap Ana.
"Kita udah mau balik nih," jawab Citra sambil menahan tawanya.
"Ihh enak ajah,, jangan balik dulu dong,, temenin aku dulu," ucap Ana.
__ADS_1