Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Demi keamanan Rara,,


__ADS_3

Gracia tertawa seperti orang yang sedang sakit jiwa begitu mendengar ucapan Chris.


Seorang Gracia dikhianati,, nggak mungkin,, ini nggak mungkin,, awas kamu Chris kalau aku berhasil kabur dari sini,, aku akan beri kamu pelajaran karena berani seperti ini padaku,, batin Gracia sambil memikirkan cara untuk kabur dari tempat itu.


"Apa kamu tau Rafa,, dia mencintai istri kamu,," ucap Gracia setelah menghentikan tawanya.


"Iya aku tau,, tapi dia tidak segila kamu,, aku pikir kamu benar-benar meninggal waktu itu,, namun pikiran aku salah,, kamu berhasil menipu kita bahkan sampai nekat operasi plastik,, tingkat kegilaan kamu benar-benar sudah sangat mengerikan Gracia,, kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang kamu lakukan selama ini," ucap Rafa lagi sambil melihat Gracia.


Sialan,, dia benar-benar tidak marah pada Chris,, aku harus kabur bagaimana pun caranya,, aku nggak boleh sampai tertangkap,, batin Gracia sambil melirik disekelilingnya.


"Kenapa? mau kabur kamu? coba saja, kamu pikir kamu bisa kabur,, kita nggak selengah dulu Gracia,," ucap Rafa sambil melihat Gracia dengan tatapan mata mengejek.


"Ku bilang sekali lagi yah Gracia,, nggak usah mengejar-ngejar aku atau berniat untuk mendapatkan aku sampai-sampai kamu ingin menyingkirkan istriku, karena aku nggak akan pernah kamu dapatkan Gracia,, dulu aku bersama kamu adalah suatu hal yang sangat aku sesali di dalam hidup aku, dan berpisah dengan kamu adalah suatu hal yang sangat aku syukuri," ucap Rafa lagi sambil melihat Gracia yang tampak frustrasi.

__ADS_1


"Nggak,, kamu harus menjadi milik aku Rafa,,harus," ucap Gracia lalu berusaha untuk kabur namun dengan segera Gracia di tahan oleh anak buah Rafa.


Memang tidak ada jalan buat Gracia untuk bisa kabur,, karena anak buah Rafa sangat banyak. Rafa memang sengaja melakukan itu karena dia benar-benar tidak ingin jika Gracia bisa kabur lagi seperti yang lalu-lalu.


Gracia terus memberontak ingin pergi dari tempat itu,, namun tentu saja hal itu tak mungkin terjadi.


Rafa pun segera menyuruh anak buahnya untuk membawa Gracia ke tempat yang semestinya Gracia berada.


"Hmmm akhirnya tertangkap juga wanita gila itu,, aku benar-benar nggak nyangka loh,, dia itu wanita yang mencoba mendekati Rara di kampus,, ternyata dia Gracia,, ya ampun untung saja dia belum berbuat jahat pada Rara," ucap Fandi yang memang sangat mengingat wajah baru Gracia itu, karena sebelumnya dia memang sudah sangat curiga pada Gracia.


"Iya untung saja,," ucap Rafa juga.


"Ada yah wanita seperti Gracia itu,, aku sampai heran banget loh," ucap Aldi juga.

__ADS_1


"Aku yang lebih heran," ucap Fandi.


"Oh iya Chris makasih yah atas informasinya,, kalau nggak ada kamu,, mungkin Gracia masih berkeliaran di luaran sana sambil memikirkan rencana jahat yang lain," ucap Fandi lagi sambil melihat Chris.


"Iya,, aku akan lakukan apapun demi keamanan Rara,, karena aku hanya ingin Rara tidak kenapa-kenapa,, aku nggak akan memaafkan diri aku sendiri kalau Rara sampai kenapa-kenapa," ucap Chris yang benar-benar tulus dari dalam hatinya.


"Rafa tolong jaga baik-baik Rara,," ucap Chris lagi.


"Iya sudah pasti itu," ucap Rafa.


"Ayo kita kembali ke rumah sakit,, yang lainnya kalau mau ke hotel untuk istirahat nggak apa-apa kok," ucap Rafa lagi.


"Kita ikut juga," ucap Fandi dan yang lainnya pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2