
"Rara nih nelfon aku,, ada apa yah?" ucap Citra sambil memasang ekspresi wajah herannya.
"Ya udah angkat aja dulu,," ucap Ana.
"Oh iya juga yah,,, kenapa aku nggak angkat panggilan telfon dari dia aja biar jelas,," ucap Citra sambil nyengir lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Rara.
Sedangkan Ana hanya menggelengkan kepalanya melihat Citra yang seperti itu.
"Halo Ra,, ada apa?" ucap Citra langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Rara.
"Kamu lagi dimana Cit,, di rumah sakit yah?" tanya Rara yang belum lama berada di dalam ruangan Rafa tapi dia sudah merasa bosan saja,, dan Rafa pun sedang fokus kerja.
"Iya Ra aku lagi di rumah sakit jagain Ana,, kenapa emangnya tumben nelfon?" ucap Citra lagi.
Aku pengen banget Citra kesini biar ada teman, tapi sepertinya nggak mungkin deh,, kan dia lagi jagain Ana,, batin Rara.
"Halo Ra,, kok diam sih,, kamu masih dengar aku kan?" ucap Citra lagi.
"Iya dengar kok Cit," ucap Rara.
__ADS_1
"Emm terus ada apa Ra kamu nanya tadi?" tanya Citra lagi.
"Nggak kenapa-kenapa kok,, aku hanya pengen nanya aja,, gimana keadaan Ana sekarang?" tanya Rara.
"Alhamdulillah dia udah lebih tenang dan agak baikan sekarang,, nggak seperti kemarin dia histeris gitu,," ucap Citra sambil melihat Ana.
"Syukurlah,, kamu harus selalu ada di samping dia yah,, biar dia nggak mikirin terus masalah kelumpuhan dia," ucap Rara lagi.
"Iya sudah pasti kok,, lagian ada orang lain tau selain aku,, jadi pasti Ana lebih baikan lagi," ucap Citra sambil tersenyum melihat Ana dan Reno.
"Siapa? pria yang kemarin itu? Reno kalau nggak salah ingat?" ucap Rara.
"Apaan sih kamu Cit,, kak Rara jangan dengerin Citra dia sejak tadi gangguin aku terus ihh," ucap Ana yang masih di dengar oleh Rara.
Rara langsung tersenyum begitu mendengar suara Ana,, dia tau pasti kalau sekarang Ana pasti sedang malu karena di goda Citra.
"Cie pipi Ana merona," ucap Citra lagi.
"Citra ihhh jangan gitu dong,," ucap Ana yang memang sekarang pipinya sedang merona. Dia benar-benar merasa malu pada Reno.
__ADS_1
"Cit tega banget kamu gangguin Ana," ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya.
"Yah sekali-kali Ra,, mumpung kakaknya lagi nggak ada,," ucap Citra lalu tertawa dan Rara pun ikut tertawa.
"Mengambil kesempatan kamu yah," ucap Rara lagi.
"Iya dong,, lagian yah yang aku katakan nggak ada salahnya kok," ucap Citra lagi.
"Ana memang lebih bertambah semangat begitu ada Reno,,, jadi Reno sangat bermanfaat banget ada disini," ucap Citra lagi.
"Ishh Cit udah dong,, malu tau kamu bilang gitu ihh,," ucap Ana.
"Kak Reno jangan masukan ke dalam hati yah ucapan Citra, aku memang selalu bersemangat kok," ucap Ana sambil melihat Reno.
"Tapi aku senang kalau yang dikatakan Citra itu betul," ucap Reno sambil melihat Ana dengan senyumnya. Ana langsung tertunduk malu begitu mendengar ucapan Reno.
"Cie, cie,, aduhh aku nggak sanggup lagi berada disini,, Ra kamu lagi dimana sekarang? aku kesitu yah," ucap Citra asal dan heboh sendiri.
"Aku lagi di kantor suamiku," jawab Rara serius karena memang dia ingin ada yang menemani dirinya biar tidak bosan.
__ADS_1
Haa Rara lagi di kantor Rafa berarti di sana ada Fandi juga dong,, ke kantor Rafa ahhh buat mengejar abang Fandi,, batin Citra.