
"Ngapain mesti malu seharusnya kamu senang lagi" ucap Rafa.
"Ihh mana mungkin aku mesti senang di depan orang banyak gitu" ucap Rara.
"Emm berarti kalau kita cuma berdua kamu senang yah" goda Rafa.
"Nggak bukan itu maksud aku" ucap Rara cepat.
"Udah jujur ajah nggak usah malu-malu sama suami sendiri juga" ucap Rafa sambil mencolek dagu Rara.
"Iihh nggak pokoknya, Rafa aku beneran malu nih, pasti mereka bakalan mikir macam-macam tentang aku" rajuk Rara sambil bergelayut manja di tangan Rafa.
Rafa sangat senang kalau Rara bersikap seperti itu kepada dirinya sedangkan Rara tidak menyadari tangannya yang sudah bergelayut manja di tangan Rafa.
"Nggak usah mikirin orang yang penting kita kan suami istri" ucap Rafa.
"Tapi mereka tahunya kita pacaran" ucap Rara lagi.
"Oh ya sudah nanti aku buat pengumuman ajah kalau kamu istriku" ucap Rafa santai.
"Ihh bukan gitu juga maksud aku" ucap Rara gemas.
"Ya sudah pokoknya kamu nggak usah mikirin kata orang dan ayo kita ke kelas sekarang karena jangan sampai dosennya udah ada di kelas sekarang" ucap Rafa.
Rara pun terlonjak kaget, dia benar-benar lupa kalau mereka mau final karena kelakuan Rafa tadi.
"Ya ampun iya kok aku lupa, ayo sekarang kita ke kelas" ucap Rara lalu berjalan sambil menarik tangan Rafa agar berjalan lebih cepat.
Rafa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rara.
Tadi dia malu sekarang dia pengen cepat-cepat ke kelas, entah kemana perasaan malunya tadi batin Rafa.
Tiba di depan pintu, Rara langsung berhenti membuat Rafa mengernyitkan keningnya bingung.
"Kenapa?" tanya Rafa.
"Kamu yang duluan masuk yah, aku mau sembunyi di belakang kamu" ucap Rara memohon.
"Ngapain mau sembunyi udah sini istriku kita masuk bersama" ucap Rafa lalu merangkul bahu Rara agar mereka berjalan bersama.
Zahra yang melihat Rafa merangkul Rara semakin kesal terhadap Rara sedangkan teman-temannya yang lain hanya menggoda Rara dan Rafa.
__ADS_1
Rafa menyadari pasti Rara sedang malu sekarang.
"Kalian jangan menggoda istriku terus dong, dia ini sangat gampang malu" ucap Rafa yang membuat orang di dalam kelas itu langsung diam karena terkejut mendengar ucapan Rafa apalagi Rara dia sudah benar-benar panik.
"Emm maksud aku calon istriku, kalian kenapa pada kaget gitu sih santai ajah oke" ucap Rafa lalu membawa Rara duduk di tempat duduk kosong dekat Fandi dan dirinya juga ikut duduk.
Teman-temannya pun langsung percaya begitu saja dengan perkataan Rafa.
"Rafa itu bibir kamu dijaga dong" bisik Rara kepada Rafa sedangkan Fandi hanya tersenyum saja.
"Iya aku selalu jaga bibir aku ini buat kamu, tenang ajah" bisik Rafa balik.
Rara langsung diam mendengar ucapan Rafa. Dia memang selalu kalah kalau bicara dengan Rafa karena Rafa selalu saja asal ceplos.
Zahra benar-benar panas melihat kejadian itu.
Setelah mereka final, Zahra mulai lagi mendekati Rafa, Zahra bahkan nggak memikirkan finalnya tadi yang dia isi asal-asalan.
"Rafa gue boleh nggak pulang bareng loe hari ini?" tanya Zahra begitu Rafa, Rara dan Fandi sudah mau keluar dari ruangan.
Rafa pun melihat Zahra dengan tatapan tidak suka.
"Nggak boleh lah Zahra, gue mau antar pulang pacar gue, gue nggak ada waktu buat pulang bareng loe dan lagian bukannya loe nggak suka naik motor" ucap Rafa sinis.
Rafa pun semakin kesal mendengar ucapan Zahra.
Mana mungkin gue biarin istri gue di antar pulang sama cowok walaupun cowoknya itu Fandi batin Rafa.
"Loe nggak mikir yah Zahra, gue pacarnya Rara masa gue izinin dia pulang bareng cowok lain sedangkan ada gue dan hanya untuk mengantar loe" ucap Rafa kemudian berjalan keluar ruangan dengan memegang tangan Rara, diikuti dengan Fandi.
Fania langsung menarik tangan Zahra begitu Zahra ingin mengejar Rafa.
"Zahra loe jangan seperti ini dong, malu gue tahu nggak" ucap Fania kesal.
"Yah gue mesti gimana lagi coba, masa Rafa secepat itu sih lupain cintanya sama gue hanya karena Rara" ucap Zahra kesal.
"Memang itu kenyataannya, udahlah nggak usah ngejar Rafa lagi dia sudah cinta banget sama Rara" ucap Fania.
"Gue nggak bakalan terima itu semua, gue udah cinta juga sama Rafa, gue harus dapatin dia sekaligus balas Rara" ucap Zahra.
"Loe gila yah" ucap Fania.
__ADS_1
"Gue waras" ucap Zahra.
"Oke kita pikirin cara lain, jangan cara yang hari ini loe lakuin malu-maluin tahu nggak" ucap Fania.
Mereka berdua pun berjalan keluar juga dari ruangan untuk pulang ke rumah masing-masing. Zahra sebenarnya juga membawa mobil sendiri.
#####
Rara hanya diam di motor sambil mengingat kelakuan Zahra hari ini yang benar-benar sangat aneh.
Rafa pun fokus membawa motornya sambil sesekali melihat Rara melalui kaca spion motornya.
Tumben dia serius banget seperti itu makin cantik ajah, heem sebaiknya aku jujur sama dia tentang perasaan aku dan juga hal-hal yang aku sembunyikan selama ini lagian kita tidak lama lagi selesai kuliah batin Rafa.
Begitu sampai di rumah mereka, Rara pun masuk bersama Rafa ke dalam rumah.
"Istriku kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Rafa sambil membawa Rara duduk di sofa.
"Aku lagi mikirin perubahan sikap Zahra sama kamu, kok dia jadi aneh gitu sih" ucap Rara sambil cemberut.
"Kenapa memangnya kalau dia berubah seperti itu, bagus kok" ucap Rafa dengan sengaja mengetes perasaan Rara terhadap dirinya.
Rara pun langsung menatap horor Rafa setelah mendengar ucapan Rafa membuat Rafa langsung merinding.
"Senang yah kamu dia berubah seperti itu?" tanya Rara penuh selidik.
"Iya senang kan bertambah lagi orang baik" ucap Rafa yang sengaja memanas-manasi Rara.
"Itu bukan menambah orang baik tapi menambah orang yang suka sama kamu, pokoknya malam ini kamu tidur disini ajah, ganjen banget sih nggak mikirin banget perasaan istri" ucap Rara kesal lalu segera ingin masuk ke kamar.
Namun Rafa menahannya membuat Rara kembali terduduk di sofa dan Rafa langsung memeluk tubuh Rara dari belakang sambil tertawa bahagia di dalam hatinya.
Sedangkan Rara benar-benar tidak menyadari bahwa sebenarnya dia sedang cemburu. Rara hanya berucap mengikuti perasaannya saja.
"Jangan peluk-peluk deh" ucap Rara.
"Kamu kalau cemburu tambah imut tahu nggak" ucap Rafa sambil masih memeluk tubuh Rara.
"Siapa yang cemburu aku nggak cemburu tuh" ucap Rara sambil menahan malu, dia baru sadar kalau kelakuannya tadi seperti istri yang sedang cemburu berat.
"Benarkah" ucap Rafa lalu memegang dagu Rara agar Rara melihatnya.
__ADS_1
Rafa baru mau mencium Rara tapi ponselnya tiba-tiba berdering. Rafa pun melihat ponselnya.
"Nomor baru" ucap Rafa sambil mengernyitkan keningnya.