Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sudah memiliki rencana


__ADS_3

Rara lagi-lagi terkejut mendengar Rafa yang memanggil Rafindra dengan panggilan Ayah.


"Rafa kamu kok manggil paman dengan panggilan Ayah, kamu capek banget yah hingga salah manggil gitu" ucap Rara.


"Nggak kok dia emang Ayah aku" ucap Rafa santai.


"Haa maksudnya?" tanya Rara.


"Maksudnya istriku dia ini Ayah kandung aku" ucap Rafa lagi.


"Iya nak Rafa ini anakku yang berarti kamu menantuku" ucap Ayah Rafa kepada Rara.


Rara tidak bisa lagi berkata-kata karena dia masih terkejut dengan semuanya.


"Tapi yang datang ke pernikahan waktu itu kan bukan paman, bagaimana bisa paman jadi ayahnya Rafa" ucap Rara.


"Itu ayahku kok yang lagi menyamar" ucap Rafa.


"Haa" ucap Rara.


"Kenapa semua ini kalian lakukan?" tanya Rara bingung.


"Karena itu permintaan aku, sebenarnya waktu itu aku mau mencari wanita yang tidak mencintai aku karena hartaku ajah makanya aku melakukan itu dan juga waktu itu aku menyukai Zahra karena dia mirip Gracia dan ternyata mereka sepupu makanya mereka mirip, sifatnya pun sama, sama-sama jahat" ucap Rafa.


"Waktu itu aku pikir aku mencintai Zahra namun ternyata tidak, mungkin aku melakukannya hanya karena dia mirip Gracia wanita yang sangat aku cintai dulu, hingga Gracia kembali dan disaat dia kembali aku benar-benar bingung dengan perasaanku sendiri karena aku juga sudah mencintai kamu, tapi setelah itu aku sadar kamu yang aku cintai bukan Gracia lagi"


"Hingga aku dan Fandi mengetahui kejahatan Gracia selama ini, kebohongan Gracia, sifat Gracia yang hanya berpura-pura baik saja. Gracia itu wanita yang berbahaya makanya aku membuatmu menjauh dari aku untuk sementara supaya kamu aman, tempat restoran kita bekerja itu adalah milik aku makanya aku nggak pernah takut untuk di pecat, dan aku juga menyuruh Aldi sepupuku untuk menjagamu karena dia bisa bela diri dan juga Gracia tidak mengetahui apa-apa tentang dia berbeda dengan Fandi, Gracia sudah mengenal Fandi dan itu bisa berbahaya untuk kamu" ucap Rafa lagi yang sedang memberikan penjelasan kepada Rara yang hanya bengong karena masih terkejut dengan semua yang baru dia ketahui.


"Yang pada intinya istriku aku mencintai kamu jadi cintamu tidak bertepuk sebelah tangan dan selama ini kamu menikah dengan Rafandra Alexander anak dari Rafindra Alexander, oke sekian penjelasannya dan sekarang ayo kamu sarapan pagi dulu" ucap Rafa yang lagi menahan ketawanya karena melihat ekspresi Rara yang benar-benar terkejut.


"Terus Fandi?" tanya Rara setelah Rafa membawanya duduk di sofa.


"Fandi ini adalah sahabat baik aku dan juga sudah di anggap seperti keluarga sendiri pokoknya aku itu dekat banget sama Fandi" ucap Rafa sambil menyiapkan sarapan pagi yang telah di bawanya.


"Udah Rara nggak usah kagetan gitu santai ajah oke, loe itu benar-benar wanita yang spesial tahu nggak yang bisa menghilangkan bucinnya Rafa pada Gracia wanita jahat itu" ucap Fandi lalu tertawa.


"Gue udah cinta kali sama Rara nggak bucin lagi sama dia" ucap Rafa kepada Fandi.


"Iya deh" ucap Fandi.

__ADS_1


"Sekarang kamu jangan panggil aku paman lagi tapi panggil aku Ayah atau papa karena aku itu Ayah mertuamu" ucap Ayah Rafa.


Rara pun mengangguk walaupun dia merasa masih seperti mimpi dia menjadi menantu dari Rafindra Alexander dan menjadi istri dari Rafandra Alexander yang banyak di incar oleh wanita. Padahal wanita-wanita itu belum mengetahui wajah Rafa, karena Rafa yang tidak mau di ketahui oleh publik.


"Ayo sarapan dulu sayang" ucap Rafa sambil ingin menyuapi Rara namun Rara dengan cepat mengambil sendok yang di pegang Rafa.


"Nanti aku makan sendiri ajah, malu tahu ada Ayah dan Fandi disini, Aldi juga ada walaupun belum sadar" bisik Rara kepada Rafa.


"Haduh main bisik-bisik lagi, mulai deh kita jadi obat nyamuk" ucap Fandi.


"Ihh Fandi apaan sih nggak kok" ucap Rara cepat.


"Oh iya ayah belum sarapan pasti, iya kan?" tanya Rara kepada Ayah Rafa.


"Udah kok sebelum kesini Ayah sarapan dulu" ucap Ayah Rafa.


"Oh gitu yah, kalau loe Fandi?" tanya Rara kepada Fandi.


"Udah juga kok, udah loe makan ajah tuh sarapan Rara, itu Rafa sendiri yang buat tahu nggak dia nggak mau menyuruh pelayan" ucap Fandi.


Sampai-sampai ngasih gue pun dia nggak mau Rara padahal gue kan pengen banget makan masakan dari Rafa karena pasti enak banget batin Fandi yang pernah merasakan satu kali masakan dari Rafa yang memang enak.


"Iya dong, makanlah sayang" ucap Rafa.


"Ya udah aku makan yah"


Rara pun mulai menyuapkan makanan itu ke mulutnya dan dia benar-benar terkejut dengan rasa makanan itu.


"Rafa ini enak banget, beneran kamu yang masak ini?" tanya Rara.


"Iya dong" jawab Rafa dengan bangganya.


"Habiskan yah kalau enak" ucap Rafa lagi.


Rara pun segera menghabiskan sarapannya.


#######


"Rafa ini Aldi sepertinya udah mau sadar" ucap Fandi sambil menekan tombol untuk memanggil dokter.

__ADS_1


Rafa, Rara dan Ayah Rafa segera mendekat untuk melihat Aldi. Dan tak lama dokter pun masuk dan memeriksa Aldi yang memang sudah sadar.


"Gimana dok?" tanya Rafa begitu dokter selesai memeriksa Aldi.


"Dia sudah baik-baik saja, hanya dia tidak boleh terlalu banyak bergerak dulu" ucap dokter itu setelah memeriksa Aldi yang sudah sadar namun belum berbicara sama sekali.


"Oh iya baik terima kasih dokter" ucap Rafa.


Dokter itu pun segera keluar dari ruang rawat Aldi.


"Kenapa loe diam ajah, tumben banget" ucap Rafa kepada Aldi.


"Gue pikir gue nggak bakalan lihat kalian lagi, oh iya Rara loe nggak apa-apakan?" tanya Aldi walaupun masih lemah dan baru sadarkan diri.


"Iya Aldi gue nggak kenapa-kenapa kok, malahan sekarang loe yang kenapa-kenapa, maafin gue Aldi gara-gara gue loe jadi di rawat seperti ini" ucap Rara merasa bersalah.


"Nggak apa-apa kok, gue ikhlas melakukan ini sama wanita yang sangat di cintai sepupu gue, karena kalau sampai loe yang terkena bisa-bisa sepupu gue ini gila" ucap Aldi.


"Aldi pokoknya lain kali loe nggak boleh melakukan ini lagi, jangan membahayakan nyawa loe sendiri" ucap Rara.


"Makanya loe nggak boleh berada di dalam bahaya juga" ucap Aldi.


"Sudah loe jangan banyak bicara dulu, kan loe baru sadar" ucap Fandi.


"Iya deh, tapi kalian udah menangkap wanita itu kan?" tanya Aldi.


"Belum, dia berhasil kabur" jawab Fandi.


"Apa!!! berarti kita harus menjaga Rara baik-baik, gue yakin pasti sasaran dia Rara" ucap Aldi yang mulai panik lagi.


"Iya nak kamu tenang saja yah" ucap Ayah Rafa.


"Iya Aldi gue pasti jagain baik-baik istri gue kok" ucap Rafa.


"Fandi atur semuanya gue ingin memimpin perusahaan sekarang dan juga gue ingin mengumumkan ke semua orang bahwa Rara istriku" ucap Rafa.


Tunggu saja jebakanku Gracia wanita gila batin Rafa.


Ayah Rafa pun tersenyum bahagia mendengar keputusan Rafa yang sejak dulu dia inginkan.

__ADS_1


Pasti Rafa sudah memiliki rencana, dia memang anakku batin Ayah Rafa.


__ADS_2