
Fania ikut-ikutan shock begitu melihat video panas itu, tetapi Fania sedikit bersyukur karena video dia tidak beredar, Fandi memang menyebarkan video Zahra saja karena Zahra yang mencari masalah kalau seandainya Fania ikutan juga pasti video dia ikut tersebar juga. Fandi masih berbaik hati sedikit pada Fania karena dia tidak ikut-ikut Zahra membuat akun palsu. Semuanya tergantung pada perbuatan Fania sendiri.
Satu hal yang Fania tahu kalau sampai video Fania tersebar juga sudah pasti keluarganya akan malu besar dan bisa-bisa dia di usir oleh keluarganya sendiri bahkan bisa-bisa dia di siksa bahkan bisa saja dia di bunuh.
Sedangkan Zahra masih dengan keterkejutannya, dia belum bisa berkata apa-apa, dia masih tidak habis pikir kalau video dirinya akan tersebar sekarang, Zahra pikir video itu sudah tidak ada. Zahra sudah sangat lama tidak memekirkan video itu dan betapa terkejutnya dia ketika video itu beredar secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sedikitpun.
Setelah terkejut Zahra tiba-tiba berteriak, dia benar-benar tidak terima dengan semua yang terjadi. Dia tidak pernah memikirkan sebelumnya jika ini semua bisa terjadi pada dirinya.
"Zahra loe tenang dulu oke, tenang dulu," ucap Fania berusaha menenangkan Zahra yang tampak jelas shock dan tidak terima atas apa yang terjadi.
"Gimana gue bisa tenang Fania, loe nggak lihat video gue itu udah tersebar ke semua orang, gimana gue bisa tenang Fania, dan kenapa cuma gue tapi loe tidak, padahal loe di video juga waktu itu kan, pastikan?" ucap Zahra.
"Yah gue juga nggak tahu Zahra kenapa bisa seperti itu, tapi yang terpenting sekarang loe tenang dulu Zahra, jangan teriak-teriak, oke loe tenang dulu, terus kita mikirin gimana menyelesaikan masalah ini" ucap Fania lagi.
"Gue nggak bisa tenang Fania, ini semua udah selesai benar-benar selesai gimana nanti nasib gue, orang tua gue kalau tahu semua ini gimana, mereka pasti akan marah besar Fania, bisa-bisa semua fasilitas yang di berikan sama gue di ambil, dan gue juga benar-benar malu melihat video gue sendiri tahu nggak bersama preman itu, orang yang benar-benar menjijikkan" ucap Zahra kesal bercampur panik, pokoknya sekarang Zahra sedang merasakan perasaan yang campur aduk.
"Gimana gue menghadapi orang lain, gimana sekarang," ucap Zahra lagi semakin panik.
Fania juga tampak bingung dan ikut memikirkan nasib Zahra yang sangat tragis menurut Fania.
"Duhh gue juga bingung tahu nggak, mau kasih masukan loe yang kayak gimana, karena gue juga benar-benar nggak nyangka Zahra kalau video itu akan beredar sekarang," ucap Fania.
"Apa ini ada hubungannya dengan Rafa, kan setelah loe tadi nyebarin hal yang tidak baik tentang Rara pakai akun palsu, loe langsung di beginikan, video itu langsung beredar, dan video gue nggak beredar karena gue nggak ikut-ikutan loe tadi, iya ini semua pasti ada hubungannya dengan Rafa, seharusnya tadi loe jangan mencari masalah dulu Zahra akhirnya begini kan" ucap Fania lagi yang sudah sangat yakin ini pasti ada hubungannya dengan Rafa.
__ADS_1
Zahra pun langsung terdiam dan berpikir karena ada benarnya juga yang dikatakan Fania. Zahra kembali mengecek postingan dia dan ternyata postingan itu sudah tidak ada yang dilihatnya hanyalah berita baik tentang Rara bahkan sekarang nama Rara semakin bagus, berbeda dengan dia yang namanya langsung jelek, bahkan sudah ada whatsapp dari orang yang dia kenal yang langsung memaki dirinya, bahkan bilang malu kalau dia pernah kenal dengan Zahra, ada juga yang menghina kalau Zahra mau sama siapa saja bahkan sama preman pun yang tidak ada ganteng-gantengnya sedikit pun dia mau, ada juga yang langsung menanyakan berapa harga Zahra selama satu malam, dan masih banyak lagi whatsapp dari orang terutama cowok sangat banyak.
Zahra benar-benar terpukul dengan semua yang dia alami, dia sudah yakin pasti ini semua ada hubungannya dengan Rafa, dan Zahra teringat dengan Rara wanita yang sangat dia benci. Rafa pasti melakukan itu hanya untuk Rara saja.
Dia bisa seperti sekarang karena Rara yang membuatnya jadi seperti itu, video itu bisa beredar karena Rara begitulah yang ada di dalam pikiran Zahra, dia semakin membenci Rara.
Zahra tidak sadar juga kalau itu semua dari dirinya sendiri yang sengaja mencari masalah, yang Zahra tahu Rara adalah wanita yang harus Zahra singkirkan. Walaupun sampai sekarang dia juga belum bisa.
Masih dengan tidak terimanya dengan apa yang terjadi pada dirinya tiba-tiba ponsel Zahra berdering, dia dengan malas melihatnya dan ternyata pacarnya lah yang menelepon.
Pasti Andre sudah melihat video itu batin Zahra.
Dengan malas Zahra mengangkat panggilan telfon dari pacarnya, dia sudah tahu apa yang akan di katakan pacarnya.
"Di rumah," jawab Zahra tidak semangat sama sekali sedangkan Fania hanya menjadi pendengar saja sambil berpikir tentang apa yang terjadi, tidak bisa di pungkiri oleh Fania kalau sekarang dia juga takut jika videonya akan beredar juga sama seperti Zahra.
"Zahra apa benar video itu?"
"Menurut kamu?" tanya Zahra balik.
"Berarti video itu benar. Kamu benar-benar murahan Zahra, apa kamu tidak puas dengan aku sampai-sampai preman yang terlihat menjijikan pun kamu layani, bahkan kamu terlihat sangat menikmatinya, aku benar-benar malu tahu nggak Zahra,"
"Kamu pikir aku mau juga lakukan itu haa, aku cuma mengikuti kemauan preman sialan itu biar aku nggak di bunuh sama dia, jadi kamu jangan ngomong sembarangan," ucap Zahra kesal.
__ADS_1
"Nggak mungkin karena kamu terlihat sangat menikmatinya Zahra, kamu kan murahan, aku benar-benar kecewa sama kamu, berapa kamu di bayar?"
"Kamu jangan bilang sembarangan yah, kamu pikir aku semurah itu, mereka tidak akan mampu membayar aku, kalau aku tidak di ancam tidak mungkin aku tidur bersama preman itu" ucap Zahra kesal.
"Lalu aku harus bilang apa sekarang Zahra, dengar yah sekarang aku benar-benar sangat malu jadi lebih baik kita putus saja,"
"Oke terserah kamu," teriak Zahra kesal.
"Oke bye wanita murahan," ucap Andre lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Zahra.
Fania yang melihat Zahra tampak sangat frustrasi mencoba untuk menghibur Zahra.
Zahra lagi-lagi teriak.
"Bisa-bisanya gue di putusin Fania, Andre laki-laki sialan itu, seharusnya gue yang mutusin dia" ucap Zahra.
"Haa Andre mutusin loe? bukannya dia cinta banget sama loe Zahra," ucap Fania.
"Dia nggak terima gue tidur dengan preman itu, dia juga bilangin gue wanita murahan," ucap Zahra.
Baru mau bicara tiba-tiba ponselnya berdering lagi dan ternyata ayahnya yang menelepon.
Deg...
__ADS_1