
Gracia tampak sangat terkejut setelah mengetahui itu semua, bagaimana mungkin Rafa membohonginya, Rafa berselingkuh di belakangnya, dia benar-benar tidak habis pikir.
"Zahra loe serius mereka pacaran?" tanya Gracia memastikan sekali lagi.
"Iya gue serius banget Gracia, kalau loe nggak percaya tanya saja sama Fania" ucap Zahra.
"Beneran Fania, mereka pacaran?" tanya Gracia karena masih benar-benar belum percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Iya beneran Gracia, dan Rara itu selalu di bela oleh Rafa dulu, kalau sekarang mereka nggak jelas gitu" ucap Fania yang sedang duduk di belakang.
Betapa sakit hatinya Gracia setelah mengetahui itu semua, dia seperti tidak percaya Rafa bisa melakukan itu semua pada dirinya, walaupun Gracia punya banyak kekasih namun dia tidak mau di selingkuhi dan dia juga mencintai Rafa, apalagi kekayaan Rafa yang membuat Gracia sangat menginginkan Rafa. Lalu dia teringat dengan suara wanita yang di dengarnya melalui panggilan telfon.
Jangan-jangan suara itu adalah suara wanita itu yang aku dengar batin Gracia.
"Loe kenal salah satu dari mereka Gracia?" tanya Zahra.
Gracia pun tampak terkejut.
"Hem nggak kok gue cuma heran ajah kok cowok itu mau sama cewek itu, cewek kampungan seperti itu, padahal cowoknya ganteng mereka nggak cocok banget" ucap Gracia berusaha menutupi keterkejutannya dan juga sakit hatinya.
"Tuh kan Zahra, Rafa itu memang ganteng, Gracia ajah mengakui semua itu" ucap Fania.
"Iya memang dia ganteng" ucap Zahra juga.
"Mereka sejak kapan pacarannya?" tanya Gracia.
"Emm nggak tahu juga sih gue lupa nih yang jelasnya semenjak gue menolak cinta Rafa, mereka jadi dekat" ucap Zahra.
Jangan-jangan cewek yang dimaksud Rafa waktu itu adalah Zahra batin Gracia lagi.
"Kenapa sih loe Gracia?" tanya Zahra lagi.
"Nggak kenapa-kenapa kok, kalian lama nggak ngampusnya hari ini?" tanya Gracia.
"Nggak lama kita cuma final kok, ayo loe ikut ke dalam"
"Nggak deh gue di sini ajah sambil nungguin kalian" ucap Gracia.
"Ya ampun jangan dong masa loe nunggu disini sih"
"Iya nggak apa-apa kok, kalau gue udah bosan menunggu nanti gue pulang duluan ajah"
"Gimana masalah Rara?" tanya Fania.
"Nanti gue mikirin caranya" jawab Gracia.
Gracia masih sangat terkejut dengan apa yang baru dia ketahui. Jadi dia belum bisa memikirkan cara apapun.
"Ya udah deh, kita masuk dulu yah"
__ADS_1
"Bentar ajah tunggu mereka masuk duluan, baru kita masuk" ucap Zahra cepat.
"Ya ampun Zahra gimana kalau mereka lama" ucap Fania.
"Gue yakin bentar lagi mereka selesai, nggak mungkin kan mereka mau terlambat masuk, jadi loe tenang ajah" ucap Zahra.
Sementara Gracia masih dengan pikirannya sendiri. Mengingat-ngingat semua ucapan Rafa pada dirinya selama ini yang sangat manis itu tetapi ternyata dia memiliki kekasih lain.
#####
"Rara kamu pulang kan sebentar?" tanya Rafa.
"Pulang kemana?" tanya Rara cuek.
"Ke rumah yang aku sudah belikan buat kamu, dan semalam kamu pergi begitu saja tanpa memberitahuku, kamu kemana?" tanya Rafa berpura-pura tidak tahu.
"Nggak kemana-mana kok"
"Kamu bohong Rara, tuh kamu bersama Aldi tadi. Kenapa kamu melakukan itu sih"
"Melakukan apa, aku nggak melakukan apa-apa justru Aldi yang membantuku"
Rafa sudah tahu bantuan yang di maksud Rara itu seperti apa.
"Kenapa semalam kamu pergi dari rumah?"
"Kamu mendengarnya?"
"Iya aku mendengarnya"
Pantas saja dia langsung pergi batin Rafa.
"Maaf Rara kalau aku selalu menyakiti perasaan kamu, tapi tolong bertahanlah sedikit sampai ayahku tidak curiga jika kita bercerai, karena kalau sekarang ayahku pasti curiga"
Rara benar-benar sakit hati mendengar itu semua tapi dia mencoba terlihat baik-baik saja.
"Baiklah terserah padamu" ucap Rara lalu ingin pergi dari hadapan Rafa namun Rafa menahan tangannya lagi dan itu tidak luput dari pandangan Zahra, Fania, Gracia dan juga Aldi.
"Mereka itu mau mesra-mesraan kok di tempat seperti ini sih" ucap Fania.
Zahra terlihat kesal melihat itu semua apalagi Gracia.
Rafa aku nggak nyangka kamu seperti itu di belakang aku, awas kamu wanita gatal batin Gracia.
"Kenapa sih Rafa, lepasin tangan aku" ucap Rara dan berusaha melepaskan pegangan tangan Rafa namun Rafa tidak mau melepaskannya.
"Rara kamu marah yah"
"Aku marah dan tidaknya nggak penting juga kan buat kamu, jadi udah lepasin tangan aku, aku mau masuk kelas Rafa"
__ADS_1
"Apa ini gara-gara Aldi, sehingga kamu tidak mau aku memegang tanganmu"
"Nggak ini karena Gracia, dia pasti sakit hati kalau melihat kamu seperti ini pada wanita lain, karena aku yakin Gracia pasti tidak mengetahui status kita, jadi lepasin tangan aku."
"Gracia tidak ada disini, yang ada disini hanyalah Aldi, pasti kamu jaga perasaan dia kan"
"Kalau iya memangnya kenapa, nggak penting juga buat kamu kan" ucap Rara lalu berusaha untuk melepaskan tangannya lagi.
Gracia semakin panas melihat itu semua, karena dia melihat Rafa yang terus menahan Rara.
"Pelayan itu kenapa sih menahan wanita kampungan itu terus, mereka sepertinya lagi berantem" ucap Fania.
"Yang gue lihat sih sepertinya nggak, ini pasti Rara yang keganjenan, sengaja ingin di tahan sama Rafa" ucap Zahra.
Zahra pun menoleh ke arah Gracia.
"Gracia loe kenapa sih, dari tadi diam ajah, terus loe sepertinya kesal banget sekarang, kenapa loe,jangan-jangan loe naksir Rafa juga yah dan kesal melihat itu semua" ucap Zahra sambil memperhatikan Gracia yang seperti sedang menahan amarahnya.
Fania pun bergidik ngeri kalau sampai Gracia menyukai Rafa juga yang hanya seorang pelayan menurut sepengatahuannya.
"Gracia" ucap Zahra lagi.
"Kenapa sih Zahra?" ucap Gracia kesal.
"Loe yang kenapa Gracia?" ucap Zahra balik.
"Gue nggak kenapa-kenapa kok, gue lagi memperhatikan baik-baik ajah wajah wanita kampungan itu" ucap Gracia.
"Ya ampun loe nggak usah sampai segitunya kali, gue paling ingat kok wajah wanita kampungan itu, jadi tenang saja" ucap Zahra.
Gracia pun tidak menggubris ucapan Zahra lagi, karena sekarang dia benar-benar sedang kesal.
"Nggak penting Rara kamu bilang, itu sangat penting buat aku karena kamu masih istri aku, aku hanya nggak mau ajah ayahku sampai mengetahui semuanya" ucap Rafa.
"Nggak akan kok" ucap Rara.
"Kenapa kamu berubah sih Rara"
"Aku nggak berubah Rafa"
"Kamu menyukai Aldi?" tanya Rafa.
"Aku malas menjawab itu, lagian untuk apa juga sih kamu menanyakan itu"
"Karena kamu istriku dan nggak boleh kamu menyukai pria lain ketika masih jadi istriku, nanti sudah bercerai baru kamu bebas"
"Yang penting Ayah tidak tahukan, jadi bisa-bisa saja kalau aku menyukainya Rafa" ucap Rara santai karena sudah sangat kesal juga pada Rafa.
"Oh begitu yah" ucap Rafa kesal lalu dengan cepat dia mencium bibir Rara dan menahan Rara agar tidak melepaskan ciuman mendadak itu.
__ADS_1