
Seketika mereka semua menoleh ke arah pandangan mata Ana.
"Ehh iya itu Fandi,, ngapain dia kesini?" ucap Citra sambil melihat Fandi yang sedang berjalan.
"Panggil dong Cit,, atau samperin aja," ucap Ana lagi sambil melihat Citra.
"Ihh nggak mau,, nanti dia keluarkan kata-kata dia lagi,, auto malu aku,, kamu aja yang panggil Ana,, kan nggak mungkin kamu dikata-katain sama dia," ucap Citra sambil melihat Ana.
"Gimana mau panggil dia udah jauh,, nggak bakalan dengar lah kak Fandi," ucap Ana.
"Aku telfon aja kak Fandi,, aku juga kepo ngapain dia kesini terus nggak nyamperin kita lagi,, atau jangan-jangan dia mau melihat kamu lagi Cit,," ucap Ana asal sambil mengambil ponselnya untuk segera menelepon Fandi.
"Apaan sih kamu Ana,, yah nggak mungkin lah,," ucap Citra cepat karena tidak mau kegeeran.
"Yah siapa tau aja kan," ucap Ana lagi sambil nyengir.
Fandi yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti begitu mendengar ponselnya berdering.
__ADS_1
Siapa nih yang telfon,, jangan-jangan Rafa lagi,, batin Fandi sambil mengambil ponselnya dari kantong celananya.
Fandi langsung panik seketika begitu melihat nama kontak Ana yang berarti Ana lah yang meneleponnya.
"Kok Ana,, apa jangan-jangan aku ketahuan lagi," ucap Fandi yang seketika itu langsung berbalik ke belakang.
Dan benar saja dia melihat Ana sedang tersenyum padanya dari kejauhan.
Astaga kok ketahuan sih? batin Fandi.
"Kak Fandi kenapa sih,, bukannya angkat panggilan telfon dari aku," ucap Ana sambil melihat Fandi yang sedang diam di tempatnya berdiri.
"Oh iya juga,, ya udah ayo kita samperin kak Fandi," ucap Ana.
"Semangat banget Citra," ucap Ana lagi sambil tersenyum.
"Iya nih Citra,, kalau berurusan dengan Fandi emang paling semangat," ucap Chris juga sambil melihat Citra.
__ADS_1
Mendengar pembicaraan mereka Tasya sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Citra pasti menyukai Fandi,, padahal awalnya Tasya mengira Citra dan Chris sedang berpacaran.
"Ingat Citra tetap elegan yah,, kalau berada di dekat Fandi," ucap Reno yang sedang mendorong kursi roda Ana menuju ke tempat Fandi.
Citra pun hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat Reno.
"Ya ampun mereka ngapain kesini,, aduhh aku mau alasan apa ini? nggak mungkin banget kan aku mengatakan alasan yang sebenarnya,," ucap Fandi yang pusing sendiri memikirkan alasan.
"Kak Fandi ngapain kesini kak? terus panggilan telfon dari aku kak Fandi nggak angkat,, tega banget kak Fandi mah sekarang," ucap Ana begitu sudah berada dekat dengan Fandi yang sedang berdiri.
Fandi semakin kalang kabut begitu mendengar ucapan Ana.
Aduh ayo berpikir Fandi,, ayo berpikir mau alasan apa ini,, batin Fandi yang benar-benar pusing.
"Kak kok diam aja,, kak Fandi kesini karena mau lihat Citra yah?" ucap Ana asal namun sangat tepat.
"Nggak lah," ucap Fandi cepat.
__ADS_1
"Oh berarti benar kak Fandi kesini untuk melihat Citra,," ucap Ana lagi yang sengaja ingin menggoda Fandi.
"Tidak Ana,, aku ngapain jauh-jauh kesini hanya untuk melihat dia,, kurang kerjaan banget aku,, lagian dia juga siapa aku mau lihatin,, dia nggak penting buat aku,," ucap Fandi yang lancar seperti air mengalir membuat hati Citra benar-benar sakit.