Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Benar-benar nggak nyangka,,


__ADS_3

Hah apa-apaan dia ini kenapa bisa ucapannya tepat begini,, ada apa ini? apa dia sebenarnya sedang menjebak ku dengan segala pertanyaan nya tadi? aku jatuh ke dalam jebakannya? batin Fandi yang tidak menyadari hal itu akan terjadi.


Aldi pun senyum begitu melihat ekspresi wajah Fandi yang sangat panik.


"Fan,, kok malah diam,, aku tanya loh,, kamu dan Delia bukan sepasang kekasih kan? jujur saja padaku,, jangan tutup-tutupi,," ucap Aldi lagi.


"Hmm kamu ini ada-ada saja,, mana mungkin Delia bukan kekasihku,, ngapain juga aku bohong pada kalian semua,, Delia jelas-jelas kekasihku,, lagian kamu atas dasar apa bilang aku dan Delia bukan sepasang kekasih?" ucap Fandi yang masih mencoba berkelit.


"Hmm benarkah? baiklah kalau kamu nggak mau ngaku,, aku akan langsung bertanya pada om saja,, tanya kamu nggak akan jujur juga,, kalau om pasti nggak akan bohong,, aku sangat yakin om belum mengetahui kekasihmu karena kamu nggak memperkenalkan Delia kepada om,, kalian kan nggak pacaran," ucap Aldi lagi dengan santainya.

__ADS_1


"Ngapain sih pakai tanya Ayahku segala,, aku beneran kok sudah memperkenalkan Delia pada ayahku,, lagian ayahku sedang sibuk saat ini,, udah lebih baik kamu pulang saja, nggak usah kepo-kepo lagi," ucap Fandi sambil menyuruh Aldi pulang.


Haduhh bisa-bisa ayahku heboh seketika kalau tau aku sudah memiliki pacar,, bisa-bisa aku disuruh menikah, nggak boleh itu terjadi aku dan Delia kan nggak pacaran,, Aldi juga nggak boleh tau kalau aku berbohong padanya mengenai memperkenalkan Delia pada ayahku,, karena kalau dia tau kebenaran bisa-bisa dia akan semakin curiga,, batin Fandi lagi.


"Kok keringat dingin gitu sih Fan?" tanya Aldi lagi.


"Aku nggak akan pulang sebelum kamu jujur,, kalau perlu aku tidur disini," ucap Aldi lagi.


"Ayo jujur saja Fan,, aku ingin tau perjanjian apa antara kamu dan Delia sampai-sampai Delia juga menyembunyikan semuanya, dia sangat setia menutupi semuanya,, jangan-jangan kamu mengancam dia yah?" ucap Aldi sambil melihat Fandi dengan tatapan penuh selidik.

__ADS_1


Anak ini sepertinya sudah tau semuanya,, hanya saja dia mau mendengar dari mulutku langsung yang mengatakan semuanya,, aishh ketahuan sudah,, gimana nih,, malu banget aku,, sama saja aku dengan Citra punya pacar bohongan,, lagian ini semua karena Citra makanya aku punya pacar bohongan seperti ini,, ngapain juga aku waktu itu sok-sok punya pacar hanya karena Citra sih,, batin Fandi yang merutuki kebodohannya sendiri.


"Oke aku akan jujur,, asal kamu jangan beritahu yang lain yah,, please lah kerjasama dengan ku," ucap Fandi yang membuat Aldi tersenyum senang,, Aldi tidak mengerti sama sekali mengapa dia senang begitu mengetahui Fandi dan Delia hanya pacaran pura-pura.


"Woi ngapain kamu senyum-senyum seperti itu? belum gila kan kamu?" ucap Fandi sambil melihat Aldi.


"Yah nggak lah,, ayo jujur cepetan,,, bisa-bisanya yah kamu seperti itu pada wanita dan pada kami yang tak tau apa-apa,, aku benar-benar nggak nyangka,," ucap Aldi lagi.


###############

__ADS_1


__ADS_2