
"Angkat ajah siapa tahu penting" ucap Rara.
Rafa pun mengangkat panggilan telfon dari nomor baru itu.
"Halo" ucap seorang wanita dari balik telfon yang membuat Rafa benar-benar langsung terdiam setelah mendengar suara itu. Suara yang sudah lama tidak di dengarnya namun dia masih mengingat betul suara itu.
"Halo, apa benar ini dengan Rafa?" ucap wanita itu lagi yang merasa ragu untuk menelfon nomor ponsel itu karena sudah lama dia tidak menghubungi nomor itu namun masih di simpannya.
Rafa masih terkejut mendengar suara itu, dia pun berjalan menjauh dari Rara, Rara hanya mengernyitkan keningnya bingung.
"Ini bukan nomor Rafa lagi sepertinya" ucap wanita itu karena sejak tadi tidak ada yang bicara pada dirinya walaupun ada yang mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
"Gracia apa ini benar-benar suara kamu" ucap Rafa masih dengan ekskresi tidak percayanya.
"Rafa, ya ampun ternyata masih kamu yang pakai nomor ponsel ini, aku kira bukan lagi dan tadinya aku pikir nomor ini sudah tidak aktif, iya ini aku Gracia, aku benar-benar merindukan kamu Rafa dan ada sesuatu yang ingin aku jelaskan kepada kamu" ucap Gracia.
Gracia adalah pacar pertama Rafa dan juga sangat dicintai Rafa, bahkan Fandi pun mengetahui Gracia juga dan menyukai sifat Gracia karena dia juga gadis yang baik cocok dengan Rafa tapi dulu dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rafa tanpa alasan yang jelas, membuat Rafa benar-benar patah hati dan susah untuk melupakan Gracia, hingga dia melihat Zahra yang wajahnya agak mirip dengan Gracia namun sayangnya sifat mereka sangat berbeda jauh, dan sekarang Gracia datang kembali.
"Iya ini aku Gracia, kamu mau menjelaskan apa?" tanya Rafa lembut seperti dulu sewaktu mereka masih pacaran.
"Bisakah besok kita bertemu?" tanya Gracia.
"Memangnya sekarang kamu lagi dimana?" tanya Rafa penasaran.
"Aku di Indonesia, di rumah aku yang dulu waktu kamu suka mengantar aku pulang sekolah" ucap Gracia sambil tersenyum walaupun Rafa tidak melihat senyumannya.
"Baiklah, besok kamu beritahu aku ajah dimana kita akan bertemu" ucap Rafa.
"Iya Rafa, aku matiin telfonnya dulu yah, sampai ketemu besok dan istirahatlah" ucap Gracia dengan perhatiannya membuat Rafa tersenyum.
"Iya Gracia sampai ketemu besok" ucap Rafa.
Kenapa kamu datang di saat seperti ini Gracia, disaat aku hampir saja bisa melupakan kamu batin Rafa.
__ADS_1
Gracia pun mematikan panggilan telfonnya.
Siapa Gracia batin Rara yang tidak sengaja mendengar ucapan Rafa.
Rara memutuskan untuk menyusul Rafa yang lagi telfonan untuk memanggilnya makan malam karena dia sudah menyiapkan makan malam, namun samar-samar dia mendengar Rafa menyebutkan nama Gracia.
"Rafa" ucap Rara sambil menyentuh bahu Rafa membuat Rafa terlonjak kaget.
"Rara kamu ngagetin aku" ucap Rafa.
"Maaf Rafa aku hanya mau panggil kamu buat makan malam, aku sudah masak. Kamu telfonan dengan siapa memangnya?" tanya Rara yang penasaran dengan Gracia.
Rara tidak mau menyebutkan nama Gracia, dia ingin dengar langsung dari Rafa.
"Bukan siapa-siapa kok hanya Fandi doang, ayo kita makan" ajak Rafa.
Rara pun merasakan sakit pada hatinya mendengar ucapan Rafa. Mengapa Rafa berbohong padanya, jelas-jelas tadi Rara mendengar bahwa Rafa menyebutkan nama Gracia dan akan bertemu besok dengan wanita bernama Gracia itu.
Rara pun mencoba untuk terlihat baik-baik saja atas kebohongan Rafa.
Mereka pun makan bersama dalam keheningan, mereka berada dalam pikiran masing-masing. Rafa terus saja memikirkan Gracia.
Setelah makan Rafa pun ingin segera keluar lagi di depan rumah untuk duduk di bangku, Rafa berniat menelepon Fandi untuk memberitahukan perihal Gracia.
"Rafa kamu mau kemana?" tanya Rara yang melihat Rafa berniat untuk keluar.
"Disitu di depan, aku mau duduk-duduk ajah" jawab Rafa.
"Oh, aku buatin kamu minum, mau nggak?" tanya Rara.
"Nggak usah deh, kamu tidur ajah duluan nanti aku buat sendiri kalau pengen" jawab Rafa lalu berjalan keluar dari dalam rumah.
Rara pun mencoba mengerti dan dia berjalan masuk ke dalam kamar, Rara bersih-bersih dan mencoba untuk tidur.
__ADS_1
Gracia itu pasti orang yang sangat penting buat Rafa, Rafa bela-belain bohong sama aku karena Gracia, ya ampun hati tolong kamu jangan sakit, aku harus bisa seperti dulu lagian kamu nggak tahu diri banget sih Rara, bisa-bisanya kamu sudah mulai jatuh cinta kepada Rafa hanya karena dia bersikap baik padamu sekarang, mungkin Rafa itu memang baik orangnya bukan karena dia mencintai kamu Rara, kamu harus ingat pernikahan ini hanya selama satu tahun setelah itu tidak ada lagi pernikahan ini batin Rara.
Rafa yang sedang duduk di luar mengingat kembali kenangannya bersama Gracia dulu, bagaimana dia yang sangat bahagia bersama Gracia, tingkah Gracia yang selalu Rafa sukai dan juga sifat baiknya semua itu Rafa ingat lagi.
Rafa pun teringat bahwa dia akan menelepon Fandi untuk memberitahukan semuanya.
"Halo Rafa, tumben loe nelfon gue pas malam biasanya juga loe malas di ganggu" ucap Fandi setelah mengangkat panggilan telfon dari Rafa.
"Fan loe harus tahu kalau Gracia sudah kembali, tadi dia nelfon gue" ucap Rafa yang membuat Fandi benar-benar terkejut.
"Gracia pacar pertama loe yang buat loe patah hati banget?" tanya Fandi yang membuat Rafa kesal mendengarnya.
"Iya Gracia pacar pertama gue yang sangat gue sayang, tapi bisa nggak loe santai ajah ngomongnya" ucap Rafa kesal.
Deg!!! hati Rara benar-benar sakit mendengar kenyataan tentang siapa itu Gracia.
Rara memutuskan untuk menemui Rafa karena percuma dia di kamar dia juga susah untuk tidur namun dia melihat Rafa sedang telfonan, jadi dia memutuskan untuk menguping dulu omongan Rafa, dan pada akhirnya dia mendengar semuanya.
Rara langsung berlari masuk ke dalam kamarnya kembali tidak jadi menemui Rafa.
"Ini udah santai gue ngomongnya, terus kenapa kalau dia kembali loe udah ada Rara ingat itu, Rara istri loe sekarang yang sama baiknya dengan Gracia bahkan kayaknya Rara lebih baik" ucap Fandi mengingatkan status Rafa sekarang.
"Kok loe ngomong seperti itu sih, kan loe tahu sifat Gracia selama ini" ucap Rafa.
"Iya gue tahu Gracia juga baik, tapi ya sudahlah dia hanya masa lalu loe, dia kan yang ninggalin loe Rafa, loe harus ingat itu" ucap Fandi.
"Tapi katanya dia ingin menjelaskan sesuatu kepada gue besok, dia ajak gue untuk bertemu besok" ucap Rafa.
"Rara udah tahu belum tentang Gracia?" tanya Fandi.
"Belum, gue nggak mau beritahu Rara dulu" jawab Rafa.
"Tega loe, loe harus beritahu dia dong jangan bohongi Rara dan loe harus lebih terbuka kepada Rara" ucap Fandi.
__ADS_1
"Gue bingung Fandi, loe tahu sendirikan gue sangat mencintai Gracia tapi sekarang gue juga sudah menikah dengan Rara" ucap Rafa.
"Ingat loe cinta Gracia itu dulu dan sekarang sebenarnya yang gue lihat loe udah mulai mencintai Rara hanya karena Gracia datang lagi akhirnya loe mulai bingung lagi, gue hanya nggak mau loe menyesal nanti" ucap Fandi.