
"Ra aku boleh minta sesuatu nggak sama kamu?" ucap Fandi begitu sudah berada di dalam mobil bersama Rara.
Rara mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Fandi.
"Minta apa Fan? tumben nih kamu minta sama aku,," ucap Rara sambil nyengir melihat Fandi.
"Yah nggak apa-apa lah,, dan karena ini tumben jadi kamu harus mau," ucap Fandi lagi.
"Iya,, mau minta apa kamu?" ucap Rara sambil tersenyum pada Fandi.
Minta cinta kamu boleh nggak Ra,, batin Fandi sambil melihat Rara.
"Fan?" ucap Rara lagi sambil melihat Fandi yang hanya diam saja melihat dirinya.
"Emm aku minta kamu menjauhi Felly,, kamu belum terlalu kenal sama dia Ra,, dan dia juga tampak mencurigakan gitu,, jangan mudah percaya sama orang yang baru kamu kenal Ra,," ucap Fandi.
"Kamu udah janji tadi Ra,," ucap Fandi cepat begitu melihat Rara ingin bicara.
"Emmm baiklah Fan,," ucap Rara.
__ADS_1
Sementara Zahra tampak sangat kesal karena sejak tadi dia di bully dan juga tidak ada teman sama sekali.
Coba aja Fania nggak kecelakaan pasti aku nggak mungkin sendirian seperti ini,, rasanya sangat menjengkelkan,, mereka juga nggak lupa dengan video itu,, Rara juga terlihat semakin bahagia hidupnya,, Fandi dan Rafa selalu berada di sampingnya dan menjaga dia,, akkhh kenapa wanita itu hidupnya selalu enak,, harusnya aku yang ada di posisi dia,, harusnya aku,, Rafa dulu sangat mencintai aku,, batin Zahra kesal sambil berjalan menuju mobilnya.
Gracia hanya melihat Zahra dari kejauhan yang tampak sangat kesal.
Hmm pasti di dalam hati dia sedang kesal banget tuh,, tolol sih cara mainnya,, kurasa dia sepupu aku yang paling tolol,, hanya mengikuti kemarahannya saja,, batin Gracia sambil melihat Zahra.
###########
Zahra langsung menemui Fania begitu pulang dari kampus.
Fania segera melihat Zahra juga.
"Lalu kamu kenapa juga ekspresi wajah kamu seperti itu?" ucap Fania sambil melihat Zahra.
"Kan aku yang bertanya duluan Fania,, jadi kamu dong yang harus jawab duluan,," ucap Zahra sambil duduk di dekat Fania.
"Hmm aku benar-benar dendam banget pada Ana,, dia sekarang semakin dekat dengan Reno,, dia satu kampus dengan Reno,, dia bersama Reno terus," ucap Fania.
__ADS_1
"Mungkin mereka pacaran," ucap Zahra dengan santainya.
"Zahra,," ucap Fania sambil melotot kan kedua matanya pada Zahra.
"Bercanda Fania,, yah cewek gatal memanglah seperti itu Fania,, tapi siapa tau aja kan mereka pacaran secara kamu dikira sudah meninggal Fania," ucap Zahra lagi.
"Nggak mungkin,, anak buahku tidak memberikan informasi mengenai mereka yang pacaran,,, aku akan muncul nanti ketika aku sudah pulih,," ucap Fania mencoba menyakinkan dirinya sendiri.
"Yah baguslah kalau seperti itu,," ucap Zahra.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Zahra.
"Melanjutkan rencana aku untuk melenyapkan Ana,, dan membuat Reno kembali seperti dulu lagi,," ucap Fania yang benar-benar sangat yakin.
"Aku rasa itu cara yang cukup buruk Fania,, tapi kalau kamu menyusunnya baik-baik bisa juga jadi rencana yang bagus," ucap Zahra.
"Jangan seperti dulu Fania,, kalau kali ini kamu gagal,, hanya ada dua kemungkinan akhirat atau penjara,," ucap Zahra.
Sementara di tempat lain,, Fandi tiba-tiba menjadi kesal begitu tidak sengaja melihat Chris dan Citra berada di dalam mobil Chris.
__ADS_1