
Delia tampak sangat panik begitu mendengar ucapan Aldi,, dan Aldi sadari itu.
Sebenarnya ada apa sih diantara mereka? kenapa Delia tampak sangat takut begitu aku katakan dia bohong,, jangan-jangan Fandi mengancam Delia lagi,, awas kamu Fandi kalau kamu mengancam Delia,, batin Aldi.
"Kak Aldi,, aku nggak bohong sama sekali kok," ucap Delia berusaha terlihat santai dan berharap Aldi akan percaya padanya.
Delia pun mengernyitkan dahinya bingung begitu Aldi menghentikan mobil belum sampai di rumahnya.
Lah kok berhenti? tadi perasaan jelas kok aku sebut alamat ku,, apa jangan-jangan kak Aldi mau menurunkan aku di jalan? batin Delia yang sudah berpikiran jauh.
Aldi pun langsung mengelap keringat yang ada di dahi Delia.
"Kalau nggak bohong jangan sampai keringatan seperti ini, itu membuat orang semakin curiga padamu,, disini padahal full AC," ucap Aldi lembut sambil tersenyum.
Delia benar-benar merasa sudah kalah telak dari Aldi.
Dia ini percaya atau nggak yah sama aku? akhh pusing nih kepalaku,, batin Delia.
"Emmm kak biar aku lakukan sendiri," ucap Delia yang merasa tak enak pada Aldi.
"Udah selesai juga kok,, kamu jangan terlalu gugup memikirkan semuanya,, tanpa kamu bilang pun aku sudah tau kok,, tapi kamu santai aja yah," ucap Aldi lalu dengan segera melanjutkan menyetir mobilnya.
Delia pun hanya terdiam sambil berdoa agar semuanya tidak ketahuan karena dia benar-benar tidak enak pada Fandi jika semuanya ketahuan karena dirinya.
Sementara di tempat lain...
__ADS_1
Citra senyum-senyum melihat Ana yang baru pulang diantar oleh Reno.
"Ada apa Citra? belum gila kan?" tanya Reno pada Citra yang senyum-senyum sendiri.
"Ishh apaan sih yah nggak lah,, cie yang sekarang udah jalan berdua melulu,,," ucap Citra.
"Cie yang jomblo kerjaannya gangguin orang melulu," ledek Reno balik yang membuat Citra langsung mengerucutkan bibirnya dan Ana langsung tertawa begitu mendengar ledekan Reno pada Citra.
"Tuh aku dan Ana ada beliin kamu sesuatu,, supaya kamu ada juga yang berikan hadiah,, kan kamu nggak punya ayang," ledek Reno yang lagi-lagi membuat Citra mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah,, aku akan mengabaikan gangguan kamu,, mana sesuatu buat aku?" ucap Citra yang membuat Reno dan Ana geleng-geleng kepala melihat Citra yang mood nya cepat sekali berubah.
Reno pun segera memberikan barang yang mereka beli tadi untuk Citra.
"Terima kasih,,, sekarang Reno waktunya pulang,, jangan terlalu lama bertemu calon istri,, nanti aja kalau udah nikah baru kalian sampai puas bertemu di dalam kamar," ucap Citra yang langsung membuat wajah Ana memerah karena malu.
"Hmm nggak juga kok,, dia ada benarnya juga,," ucap Reno yang malah ikut-ikutan dengan pikiran aneh Citra.
"Aku pulang dulu yah sayang, nggak usah malu-malu seperti itu,, sebentar lagi kamu menjadi istriku,,," ucap Reno lagi sambil tersenyum.
"Huuffff nggak usah romantis dihadapan orang jomblo,, bisa kan?" ucap Citra.
"Nggak bisa," ucap Reno lagi yang membuat Ana tertawa.
"Udah-udah nggak usah saling ganggu terus,, kamu hati-hati yah," ucap Ana.
__ADS_1
"Sayangnya mana?" ucap Reno.
"Malu,, ada Citra," ucap Ana.
"Hmm aku nggak mau dengar kok,, aku tutup telinga nih," ucap Citra lagi.
"Sayang hati-hati," ucap Ana cepat begitu melihat Citra menutup telinga.
Reno pun tersenyum melihat kelakuan Ana.
###############
Aldi yang sudah berada di depan rumah Fandi begitu sudah mengantar Delia,, segera berjalan masuk ke dalam rumah Fandi begitu sudah memarkirkan mobilnya.
"Bibi,, Fandi ada kan?" tanya Aldi yang sangat yakin pasti Fandi berada di rumah.
"Iya den,," jawab pelayan di rumah Fandi.
"Ok terima kasih bi,, aku temui dia dulu," ucap Aldi sambil tersenyum pada pelayan di rumah Fandi.
Pelayan itu pun tersenyum juga.
"Iya den,"
Sudah ku duga tadi akal-akalan dia saja,, supaya aku mengantar Delia pulang,, batin Aldi sambil berjalan untuk menemui Fandi.
__ADS_1
"Oh jadi ini urusan mendadak kamu,, nonton barbie?" ucap Aldi sambil menahan tawanya begitu melihat Fandi yang sedang asik nonton di ruang keluarga.