Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tunggu apalagi,,,


__ADS_3

Zahra langsung menahan tangan Fania ketika Fania ingin melanjutkan jalannya.


"Duh kenapa sih Zahra?" ucap Fania yang sedang kesal.


"Kamu yakin mau ke rumah Reno?" tanya Zahra.


"Iyalah yakin,, aku mau melabrak dia,,, aku mau melihat wanita itu,,, aku ingin menangkap basah mereka,, enak saja Reno seperti itu di belakang aku,,, padahal aku ini setia sama dia dan dia katanya cinta sama aku tapi nyatanya di belakang aku dia seperti itu,, pantas saja dia tidak perduli dengan aku yang sedang marah padanya,, ternyata dia sedang bersama dengan wanita lain," omel Fania.


"Iya sih aku tau kamu lagi kesal tapi jangan melampiaskan sama aku juga dong,, dan kamu tenangkan diri kamu dulu,, ingat loh Fania kamu itu mau ke rumah Reno bukan bertemu di luar dengan Reno,,, bukannya mama dia nggak suka sama kamu,, dan tadi ada mama Reno dan wanita itu,, kamu pasti akan dipermalukan di sana Fania,, jadi lebih baik kamu nggak pergi," ucap Zahra yang langsung membuat Fania tampak berpikir.


"Aku nggak perduli Zahra,, yang penting aku bisa melabrak mereka,, udah lepasin aku,, karena aku mau ke rumah Reno sekarang,, jangan sampai deh aku nggak bisa melabrak mereka karena wanita itu sudah pulang," ucap Fania lagi.


"Tapi Fania nggak ada yang belain kamu loh ini,, aku nggak bisa ikut,, kamu yakin nih?" ucap Zahra lagi.


"Iya aku yakin banget Zahra,, udah kamu nggak usah khawatir sama aku,,, karena aku bukan cewek lemah,, dan makasih udah mengkhawatirkan aku," ucap Fania lagi.


"Ya udah deh kalau gitu kamu hati-hati yah,, nggak usah ngebut,, dan jangan mau kalah yah,," ucap Zahra kepada Fania.


"Iya sudah pasti itu tenang aja,, aku ingin melihat wanita mana yang sedang berada di rumah Reno sekarang, yang membuat Reno menjadi cuek pada aku,," ucap Fania.


"Ehh tapi kamu harus pastikan dulu karena jangan sampai dia salah satu keluarga Reno,, bisa-bisa semakin tidak direstui kamu,," ucap Zahra.


"Iya aku tau kok,," ucap Fania.


"Ya udah aku pergi dulu,," ucap Fania lagi.


"Oke," ucap Zahra.


Fania pun segera berjalan ke mobilnya dengan perasaan kesal yang luar biasa.


Sementara di rumah Reno dia masih terus dikerjain dengan mamanya dan juga Ana.


Reno hanya bisa pasrah saja karena tau dia tidak mungkin menang. Dia hanya bisa marah-marah di dalam hatinya.


Di rumah Rafa.


"Ra," ucap Citra sambil melihat Rara.


"Iya kenapa Cit?" ucap Rara sambil masih fokus pada kerjaannya.


"Kalau kamu ke kantor Rafa berarti kamu harus izin dulu yah sama Rafa?" ucap Citra.


"Iya dong aku harus izin kan nggak bisa keluar rumah kalau dia nggak tau,,, padahal mau kasih dia surprise juga, dengan aku datang tiba-tiba tanpa sepengetahuan dia," ucap Rara lalu tersenyum.


"Iya juga yah,, ya udah keluar diam-diam aja Ra,," ucap Citra lagi.


"Nggak bisa,,, anak buah dia itu sangat-sangat bagus dalam mengerjakan tugas mereka,,, apalagi dalam menjaga aku,, mereka itu totalitas banget," ucap Rara lalu tertawa sambil mengingat pengalaman dirinya bersama para anak buah Rafa yang susah dikelabui.


"Iya juga sih,, dan itu pasti untuk kebaikan kamu,, jadi nggak ada pilihan lain selain di tahu Rafa berarti,," ucap Citra.


"Ehh tapi Ra kamu jangan bilang yah kalau aku ikut,, nanti Fandi tau lagi terus mikir macam-macam kan menjengkelkan," ucap Citra.


"Loh kok gitu masa aku nggak bilang kalau kamu ikut aku,, Rafa itu pasti bertanya apalagi dia tau kamu lagi bersama dengan aku sekarang dan aku nggak bisa bohong,," ucap Rara.


"Lagian di sanakan kalian pasti bertemu juga,, jadi lebih baik bilang saja dong," ucap Rara lagi.


"Tapi Ra pasti dia mikir macam-macam deh,,, dia selalu berpikiran negatif sama aku Ra jadi bawaannya kesal aja,, bisa nggak aku nggak bertemu dengan dia kalau aku ikut kamu," ucap Citra lagi.


"Yah nggak mungkin dong Cit,, secara kan Fandi selalu bersama dengan Rafa sudah pasti kalian akan bertemu,, udahlah santai aja,, atau kamu pendekatan saja dengan dia supaya dia tidak berpikiran negatif terus sama kamu," ucap Rara yang sengaja menggoda Citra.


"Isshhh amit-amit,, aku nggak bakalan pernah mau pendekatan sama dia Ra,, kamu jangan berbicara seperti itu dong,, aku kan jadi ngeri banget,," ucap Citra sambil bergidik ngeri.


"Mau lagi yang lebih ngeri nggak?" tanya Rara yang membuat Citra langsung mengernyitkan keningnya bingung.


"Hah,, maksud kamu Ra?" tanya Citra.


"Aku menelepon Fandi sekarang,, mau nggak?" goda Rara.

__ADS_1


"Yah nggak mau lah Ra,, ada-ada saja sih,, buat apa juga kamu mau nelfon dia?" ucap Citra.


"Buat beritahu kamu bakalan datang ke kantor," ucap Rara lalu tertawa.


"Isshh nggak usah Ra,, yang ada dia langsung datang tungguin aku di depan terus nyuruh aku pulang,, kalau Ana udah datang sih nggak apa-apa,, tapi kalau belum kan aku nggak tau lagi harus kemana," ucap Citra cepat.


"Apaan sih Cit,, mana mungkin juga Fandi akan setega itu,, nggak mungkin banget tau,," ucap Rara.


"Segalanya bisa jadi mungkin Ra kalau mengenai aku karena Fandi itu sangat terlihat jelas nggak suka sama aku,, bawaannya dia itu kesal terus sama aku,, heran banget aku kok dia cowok begitu amat," ucap Citra.


"Nggak beruntung banget yang jadian dengan dia nanti,," ucap Citra lagi.


"Kalau menurut aku sih beruntung karena Fandi itu sangat baik dan juga belum pernah berpacaran,," ucap Rara.


"Hah,, serius kamu Ra,, Fandi nggak pernah pacaran?" tanya Citra penasaran.


"Iya nggak pernah selama aku kenal dengan dia,,, dia jalan dengan wanita cuma aku saja,, aku nggak pernah lihat dia jalan dengan wanita lain,, atau membahas wanita lain,, padahal aku berteman dengan dia sudah cukup lama,, dan ternyata memang dia lebih fokus ke pendidikan saja sih jadi begitu dehh,, terus dia tuh orangnya kadang susah di tebak gitu nggak jauh beda lah dengan Rafa,," ucap Rara.


"Hem pantas saja mereka dekat banget yah,,, tapi kok dia tahan yah nggak pacaran,, jangan-jangan dia belok lagi orangnya," ucap Citra asal.


"Hah belok?" ucap Rara sambil mengernyitkan keningnya bingung.


"Maksud kamu apa Cit?" tanya Rara.


"Itu loh jeruk makan jeruk,, suka sesama," jawab Citra.


"Astaga nggak mungkin lah Cit,,, dia masih suka sama wanita pasti hanya belum menemukan yang cocok saja," ucap Rara cepat.


"Yah mungkin aja Ra,,, hati-hati loh nanti suami kamu dia embat juga," ucap Citra sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Rara.


Tanpa Citra sadari ucapan dia telah di rekam oleh anak buah Raka yang tentu mengenal Fandi juga dan tau bagaimana Fandi.


Bisa-bisanya Nona ini mengucapkan itu pada tuan Fandi,, aku harus mengirimkan ini pada tuan Fandi,, karena aku pasti terlihat di CCTV,, sebelum tuan Rafa atau tuan Fandi tahu dengan sendirinya lebih baik aku laporkan duluan,, lagian pasti dia juga tidak mungkin mendapatkan kemarahan tuan Fandi karena dia teman Nyonya,, aku hanya perlu menjalankan tugasku saja,, batin anak buah Rafa yang sejak tadi tidak disadari oleh Rara dan Citra karena sibuk berbicara.


Anak buah Rafa pun dengan segera mengirimkan rekaman suara Citra pada Fandi,, karena dia juga sudah memiliki nomor ponsel Fandi.


"Isshh apaan sih Cit,, yah nggak mungkin lah,, Fandi itu normal sangat normal,,, mana mungkin dia belok begitu,," ucap Rara lagi.


"Dia belum pernah pacaran loh Ra,, sementara hampir semua tipe cewek itu ada sama dia,, pasti banyak tuh yang suka sama Fandi, sedangkan aku saja yang pas-pasan begini,, punya lima mantan Ra,," ucap Citra lagi.


"Serius kamu punya mantan lima Cit?" tanya Rara karena dia yang tidak memiliki mantan satu pun,, dia langsung menikah dengan Rafa.


"Iya serius dong Ra masa bercanda sih,," jawab Citra sambil menggelengkan kepalanya.


"Yah siapa tau aja kan,, banyak banget Cit," ucap Rara.


"Hah segitu kamu bilang banyak? itu mah sedikit banget Ra, bagus itu kalau selusin," ucap Citra.


"Ya ampun lima aja udah banyak," ucap Rara.


"Sedikit itu Ra,,, yang terpenting yah Ra kamu harus menjaga baik-baik Rafa jangan sampai yah dugaan aku benar,, nanti kamu menyesal Ra,," ucap Citra lagi.


"Isshh apaan sih Cit,, aku sangat-sangat yakin kalau Fandi itu normal sangat normal,, udah nggak usah mikir macam-macam karena itu nggak mungkin banget," ucap Rara dan sedikit terkejut begitu dia baru mengingat kalau di dapur pasti ada anak buah Rafa. Dia pun langsung menoleh dan memang benar ada,,, Rara kelupaan karena sudah terlanjur fokus masak dan juga berbicara dengan Citra.


Citra pun mengikuti arah pandangan mata Rara dan sedikit terkejut begitu melihat anak buah Rafa yang juga Citra lupa kalau ada orang lain di dapur.


Citra pun langsung nyengir kepada anak buah Rafa sambil mengucapkan kata "Hai".


"Apa kamu mendengar pembicaraan kita tadi?" tanya Citra sambil tersenyum terpaksa.


"Iya tentu saja Nona,, semuanya saya dengarkan termasuk tuan Fandi yang diduga belok," jawab anak buah Rafa dengan datarnya padahal di dalam hatinya dia benar-benar sudah tertawa begitu melihat ekspresi wajah istri bosnya dan juga Citra.


Ngeri sekali kalau wanita ketemu sesama wanita,,, bisa-bisanya pembicaraan mereka sampai pada tuan Fandi yang belok kan nggak mungkin banget,,, batin Anak buah Rafa.


"Ini rahasia kita aja yah,, jangan sampai Fandi tau kan cuma bercanda aja tadi,, iyakan Ra,, aku tadi hanya bercanda saja kan?" ucap Citra sambil melihat Rara.


"Iya dong,, kamu hanya bercanda saja mana mungkin beneran," ucap Rara yang tentu membela Citra.

__ADS_1


"Nah dengarkan kata istri bos kamu,, jadi jangan bilang-bilang yah,, rahasia kita ini," ucap Citra lagi.


Duhh kok aku bisa lupa sih,,, gini kalau udah terlanjur bicara lupa sama orang sekitar dan ujung-ujungnya menyusahkan diriku juga,, batin Citra.


Sedangkan Rara hanya menahan tawanya saja melihat ekspresi wajah panik Citra dan Rara tau Citra hanya terpaksa tersenyum saja pada anak buah Rafa.


"Maaf,, saya sudah memberitahukan pada tuan Fandi,,," ucap anak buah Rafa dengan santainya.


"Apa!!! ucap Rara dan Citra secara bersamaan.


Citra menjadi semakin panik sambil mengingat kata-katanya tadi,, kalau bukan Fandi dia tidak akan se panik itu tapi ini Fandi cowok yang menurut Citra kalau bicara sangat pedas dan juga menjengkelkan.


"Kok kamu beritahu sih, kan bercanda," ucap Citra.


"Maaf Nona saya hanya menjalankan tugas saja dan berhubung saya juga sangat mengenal tuan Fandi jadi saya juga harus melaporkannya,,, lagian walaupun saya tidak lapor semua itu akan ketahuan juga pada rekaman CCTV,, jadi tinggal Nona saja yang katakan pada tuan Fandi kalau Nona tadi itu sedang bercanda saja,," ucap anak buah Rafa lagi yang semakin datar.


"Ra gimana dong nasib aku ini?" bercanda doang tadi mahh," ucap Citra kepada Rara.


"Udah tenang aja paling kamu hanya akan dengarkan kesalnya Fandi saja setelah itu sudah deh,, jadi kamu tenang saja yah," ucap Rara sambil menahan tawanya.


"Isshh Ra gitu amat kamu," ucap Citra.


"Fandi bilang apa? marah yah dia? ucap Citra.


"Saya belum tau Nona karena tuan Fandi belum memberikan respon apa-apa,, karena ini masih jam kerja," ucap anak buah Rafa lagi.


"Issh Ra pokoknya kamu bantuin aku yah,, sumpah Ra aku malas banget dengar mulut lemes nya Fandi," ucap Citra.


"Iya Citra,, udah santai aja,, Fandi juga baik kok," ucap Rara lalu lagi-lagi dia tertawa.


Sementara Fania sudah sampai di rumah Reno.


Loh wanita ini kan sepertinya pernah datang ke rumah tuan Reno,, batin satpam yang sedang berdiri di dekat mobil Fania.


Fania tampak melihat-lihat ke dalam.


"Cari siapa Non?" tanya pak satpam itu ramah.


"Yah tentu saja mencari Reno,, kamu masih ingat saya nggak?" tanya Fania kesal.


"Emmm yang datang bersama tuan Reno yah?" tanya pak satpam itu.


"Iya yang datang bersama Reno,, aku mau tanya Reno dimana sekarang? dia pasti berada di dalam rumahnya kan sekarang? jangan coba-coba bohong," ucap Fania.


Hah siapa juga yang mau bohong aku kan cuma mau bertanya saja tapi kenapa dia kesal begini, batin pak satpam itu.


"Reno dimana sekarang?" tanya Fania lagi semakin kesal.


"Tuan Reno ada di dalam Nona," jawab pak satpam itu yang masih ramah kepada Fania.


"Di dalam ada siapa? nama wanita itu siapa?" tanya Fania yang sudah sangat kepo.


"Ada mama Reno dan juga tidak tau wanita itu siapa, karena baru kali ini aku melihat wanita itu,, dia juga terlihat dekat dengan Tuan Reno dan juga mama tuan Reno," jawab pak satpam itu lagi yang memang sengaja karena dia juga sebenarnya tidak suka dengan kelakuan Fania yang tidak sopan kepada yang lebih tua dari dirinya.


"Berarti dia bukan keluarga Reno?" tanya Fania.


"Iya bukan Nona," jawab pak satpam itu lagi.


Sialan kamu Reno,, batin Fania.


"Ya udah tunggu apalagi minggir sana aku mau masuk,, kalau sampai aku menikah dengan Reno,, kamu pasti langsung aku pecat,," ucap Fania dengan kepedean nya.


##########


Mampir ke novel author yang baru yee....


"Dendam dan Cinta"

__ADS_1


klik profil aku aja


mksh sebelumnya🙏😊


__ADS_2