Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tentu sayang


__ADS_3

"Ihh nggak mau, aku mau disini ajah bersama mama," ucap Rara karena tahu Rafa pasti akan aneh-aneh lagi di dalam kamar, bisa-bisa dia semakin susah jalan.


Mama Rafa hanya menahan tawanya sambil melihat anak dan menantunya itu, mama Rafa sudah tahu apa yang ada di otak anaknya itu.


"Kita ke kamar dulu sayang baru kamu sama mama lagi," rayu Rafa.


"Kan tadi sudah berani tuh buat suami kamu panik, jadi kamu harus dihukum sayang, biar nggak buat panik lagi," ucap Rafa.


"Nggak akan aku ulangi lagi kok, aku disini saja sama mama, kamu masuk saja di dalam kamar sayang," ucap Rara.


"Yang penting kamu udah buat aku panik tadi sayang jadi harus di hukum, lagian ngapain kalau cuma sendiri aku pengennya dengan kamu, di dalam kamar nggak enak kalau sendiri, kalau berdua dengan kamu baru enak, iyakan ma?" tanya Rafa kepada mamanya sambil memberikan kode kepada mamanya agar dia dibantu.


"Iya sayang kamu ke kamar saja dulu dengan Rafa, ya hukumannya di dalam kamar tuh pasti beda, Rafa sayang banget yah sama kamu sayang sampai-sampai menghukum saja di dalam kamar loh," ucap mama Rafa sambil menahan tawanya.


Mama aku memang terbaik banget dahh, aku senang punya mama begini nih, mengerti keinginan anaknya, pasti mama juga sama kayak ayah pengen cepat-cepat punya cucu, batin Rafa bahagia.


"Tapi ma..," ucapan Rara menggantung karena mama Rafa sudah duluan memotong ucapan Rara.


"Udah.. udah masuk ke kamar dulu sayang, nanti baru datang sama mama kalau sudah dapat hukuman yah," ucap mama Rafa sambil mendorong Rara dan Rafa pelan untuk segera ke kamar.


Rafa semakin tersenyum lebar sambil menggandeng tangan Rara sedangkan Rara hanya bisa pasrah sambil mengikuti Rafa.


Rafa menoleh kepada mamanya sebentar sambil mengedipkan sebelah matanya. Dan mama Rafa pun tersenyum sambil memberi isyarat kepada Rafa agar cepat-cepat memberikan dia cucu.


Rafa pun menjawab ok dengan isyarat tangannya.


Semoga saja anak aku satu-satunya itu tokcer, supaya cepat dapat cucu, udah pengen banget gendong cucu, terima kasih Rara kamu sudah hadir di kehidupan anakku dan bisa merubah dirinya, dia jadi mau menjadi pemimpin perusahaan dan tidak mengejar-ngejar wanita tidak jelas lagi, dia menjadi lebih baik sekarang batin mama Rafa yang benar-benar bahagia.

__ADS_1


"Sayang aku benar-benar nggak akan mengulanginya lagi, kamu nggak perlu menghukum aku, aku minta maaf," rayu Rara sambil bergelayut manja pada Rafa agar Rafa mau berbaik hati sedikit.


Rara tidak tahu saja jika dia bersikap seperti itu maka Rafa semakin ingin memakannya.


"Sayang nggak perlu minta maaf aku nggak marah sama kamu kok tapi tetap harus dapat hukuman lagian hukumannya enak banget kok, nggak bakalan menyusahkan kamu juga," ucap Rafa sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah istrinya.


Rara pun terdiam sambil membayangkan nasibnya lagi.


Rafa segera membawa masuk istrinya ke dalam kamarnya yang sangat jarang dia kunjungi, karena dia lebih memilih kos di tempat sempit waktu itu ketika pulang dari kuliah di luar Negeri, daripada pulang di rumah istananya, semua itu karena dia ingin mendapatkan Zahra tapi sekarang yang dia dapatkan adalah Rara wanita yang sangat dia cintai. Dan Rafa benar-benar bersyukur mendapatkan Rara bukan mendapatkan Zahra.


Rara takjub melihat kamar Rafa, benar-benar rapi dan bersih dan juga sangat bagus, kalau Rara ingat ini sangat berbeda dengan kos Rafa. Rara kagum kepada Rafa yang bisa tidur di kosnya padahal dia punya kamar semewah ini di rumahnya.


"Sayang aku kagum loh sama kamu," ucap Rara sambil melihat Rafa lalu tersenyum.


Rafa pun mengernyitkan keningnya bingung.


"Banyak tahu yang membuat aku kagum sama kamu salah satunya itu kamu bisa tidur di kos yang sempit dan tentu tempat tidurnya tidak empuk, meninggalkan kamar kamu yang sangat bagus ini, biasanya anak orang kaya itu nggak akan bisa melakukan itu tapi kamu bisa, dan malahan kamu menyembunyikan identitas kamu juga yang dimana kebanyakan orang akan dengan senang hati mengungkapkan identitasnya, kamu juga terima di hina padahal kamu punya segalanya," ucap Rara sambil melihat Rafa.


"Hemm memang bisa sayang aku melakukan itu karena demi cinta waktu itu makanya aku bisa melakukannya semuanya," ucap Rafa yang membuat Rara mengernyitkan keningnya bingung.


Rara pun teringat dengan Rafa yang sangat mengejar-ngejar Zahra waktu itu dan Rara yakin Rafa pasti melakukan itu hanya untuk Zahra.


"Pasti karena Zahra, iyakan?" tanya Rara sambil memanyunkan bibirnya, Rara lagi cemburu dan itu membuat Rafa tersenyum.


Rafa tahu istrinya itu lagi cemburu dan itu membuatnya senang, karena Rara jarang memperlihatkan kecemburuannya.


"Iya karena Zahra, waktu itu aku melihat dia dan langsung menyukainya pada pandangan pertama mungkin karena dia hanya mirip dengan Gracia, waktu itu aku masih menyukai Gracia masih mengingat dia, dan begitu melihat Zahra, aku jadi menyukainya, aku akhirnya memutuskan masuk kuliah lagi karena kampus itu punya keluargaku," ucap Rafa.

__ADS_1


"Aku menginginkan wanita yang tidak memandang harta saja makanya aku menyembunyikan identitas aku termasuk kepada Gracia juga waktu itu, tapi Gracia pergi, dan ketemu Zahra aku juga menyembunyikan identitas aku, aku pikir dia wanita baik tapi ternyata dia wanita yang sangat sombong," ucap Rafa.


"Aku sudah pernah mengatakan semua ini sebelumnya sayang," ucap Rafa sambil mengelus rambut Rara.


"Issh emang iya terus kamu bilang lagi, sakit tahu hati aku," ucap Rara kesal yang malah membuat Rafa semakin gemas pada istrinya itu.


"Kan tadi kamu tanya istriku sayang makanya aku jawab, tapi aku senang juga karena aku bisa mengenal lebih dekat lagi sama kamu wanita yang di pilih ayahku untuk aku nikahi," ucap Rafa.


"Dan memang pilihan ayahku itu nggak salah, kamu wanita baik, bahkan nggak pantas kalau Zahra dan Gracia di bandingkan dengan kamu, kalian itu sangat jauh berbeda, jauh banget," ucap Rafa sambil memeluk istrinya.


"Istriku kalau lagi cemburu imut banget sih," goda Rafa yang masih memeluk Rara.


"Nggak kok aku nggak cemburu," ucap Rara cepat.


"Apalagi kalau lagi cemburu terus nggak ngaku semakin imut," goda Rafa lagi.


"Sayang nggak usah cemburu sama kedua wanita itu, mereka benar-benar nggak ada artinya buat aku, aku benar-benar mencintai kamu bahkan aku duluan yang mencintai kamu, tapi aku yang terlambat mengatakan karena kehadiran Gracia yang harus disingkirkan akhirnya istriku duluan yang mengungkapkan," ucap Rafa lagi lalu mencium pipi Rara.


"Issh nggak usah bahas itu aku malu," ucap Rara sambil mengingat dirinya yang duluan mengatakan perasaannya pada Rafa.


"Gemesin banget sih, ya udah aku nggak bahas itu sayang, sekarang waktunya terima hukuman enak dari suamimu," ucap Rafa lalu segera membaringkan tubuh istrinya itu dan menindihnya.


Rafa mulai membuka kancing bajunya satu persatu sambil melihat istrinya bahkan dia juga memberikan ciuman di bibir Rara.


"Kamu mau begituan lagi?" tanya Rara yang sebenarnya sudah menduga sejak tadi.


"Tentu sayang," ucap Rafa.

__ADS_1


Dan akhirnya Rara pasrah dan melayani suaminya lagi.


__ADS_2