
Rara benar-benar shock setelah mendengar ucapan Rafa.
Apa-apaan Rafa ini, apa dia sadar dengan apa yang dia katakan, masa di kamar terus duh bisa-bisa kita melakukan itu lagi, duhh badanku udah pegal-pegal banget batin Rara.
"Rafa kamu nggak serius kan mengatakan itu tadi?" tanya Rara.
"Serius banget aku sayang, kita di kamar seharian menikmati indahnya kamar," jawab Rafa asal.
Apaan Rafa ini ada-ada ajah batin Rara.
"Nggak mau nanti kamu mau itu lagi," ucap Rara.
"Ya kalau itu sih sudah pasti sayang, abis kamu sih menggoda aku terus" ucap Rafa enteng.
"Ya ampun aku nggak goda kamu sayang, tapi bajunya yang ada cuma itu doang, kamu suruh orang dong nyiapin aku baju yang layak pakai jangan yang seperti ini, mana nggak ada dalaman lagi, atau suruh orang saja untuk mengambil bajuku di kos kan banyak baju layak pakai disitu, yah sayang please," mohon Rara tapi itu malah membuat gairah Rafa naik lagi.
Rafa langsung mencium bibir Rara sambil membaringkan Rara secara perlahan.
"Kamu mau ngapain?" tanya Rara was-was setelah Rafa selesai menciumnya.
"Mau itu sayang, kamu sudah menggodaku jadi kamu harus bertanggung jawab," ucap Rafa dengan tatapan yang sudah penuh gairah kepada Rara.
"Aku nggak menggodamu, aku tadi lagi memohon," ucap Rara cepat sambil menarik sedikit selimut untuk menutupi dadanya.
"Aku nggak mungkin bergairah begini kalau kamu nggak menggodaku sayang," ucap Rafa sambil menarik selimut yang menutupi sebagian tubuh istrinya itu.
"Yang ini jangan disembunyikan," ucap Rafa lalu melakukan aktivitas seperti bayi membuat Rara lagi-lagi mengeluarkan suara yang semakin membuat Rafa bergairah.
Rafa dengan cepat membuka pakaiannya.
"Capek," rengek Rara pada suaminya itu yang terus-terus menggarapnya, bahkan membuat Rara heran dengan tenaga Rafa yang sangat banyak itu padahal dia belum makan.
"Kamu pasrah ajah biar aku yang urus supaya kamu tidak capek sayang," ucap Rafa lalu menggarap istrinya lagi, Rara hanya bisa pasrah sambil menikmati permainan Rafa yang memang Rara tidak bisa pingkiri terasa enak.
######
"Ya ampun sepertinya tadi malam terjadi pertempuran sengit di dalam kamar ini,"
"Iya, dan tuan Rafa lah yang menang. Semalam pasti tuan Rafa baru buka segel," ucap pelayan itu sambil senyum-senyum, karena melihat ada noda darah di tempat tidur.
"Kira-kira berapa ronde yah?"
__ADS_1
"Pasti banyak lah, kamu tahukan kalau baru buka segel, pengantin baru itu pasti lagi hangat-hangatnya, jangan-jangan tuan tidak kasih tidur istrinya lagi, lihat saja tempat tidur ini menjadi saksi bisu," ucap pelayan itu lalu tertawa.
"Iya yah emang gitu?" tanya salah satu pelayan yang belum menikah jadi dia tidak tahu.
"Iya nanti kalau kamu menikah suami kamu itu pasti minta jatah banyak kali,"
"Apa nggak sakit kan berdarah?"
"Sakit awalnya, lama-lama enak,"
"Ihh kok bisa gitu sih,"
"Yah bisa lah, makanya kamu nikah dan bisa rasakan langsung sensasinya," ledek pelayan yang sudah menikah.
"Pokoknya sih mantap, apalagi kalau gede,"
"Iya benar banget kalau gede itu enak banget, bikin meram-melek,"
"Udah-udah kasian tahu dia tidak mengerti apa-apa kalian gangguin, kamu akan mengerti kok kalau sudah menikah,"
"Sekarang fokus kerja yah, jangan bicara macam-macam lagi,"
Begitulah ucapan-ucapan pelayan yang sedang membersihkan kamar Rafa yang baru buka segel itu.
#######
"Enak," jawab Rafa.
"Kalau aku tahu rasanya seenak ini sayang, sudah aku lakukan sejak dulu," ucap Rafa.
"Ihh pikiran kamu tuh yah, aku pikir kamu kenapa tahu nggak," ucap Rara.
Rafa pun tertawa sambil menarik istrinya itu dan menyandarkan kepala istrinya di dadanya.
"Pikiran aku sekarang isinya itu ajah sayang," ucap Rafa sambil mengelus punggung istrinya lalu tertawa.
"Bersihkan dulu pikiran kamu itu, aku mau pakai baju," ucap Rara sambil ingin mengambil bajunya namun Rafa menahannya.
"Nggak usah pakai baju sayang bentar aku buka lagi, gimana sih bikin capek kamu ajah," ucap Rafa enteng.
Rara semakin shock mendengar ucapan suaminya itu.
__ADS_1
"Jangan mengada-ngada deh, aku capek," ucap Rara ngenes.
"Kamu cuma tiduran sambil menikmati kok capek sih, lah aku yang goyang ajah semangat gini nggak capek sama sekali" goda Rafa sambil mencium rambut istrinya itu.
Rara langsung mencubit perut suaminya itu begitu dia mendengar ucapannya.
"Aww sakit sayang, kamu kok kejam sih sekarang," ringis Rafa sambil berpura-pura kesakitan.
"Maaf sayang aku khilaf abis kamu kalau ngomong gitu amat sih, aku malu," ucap Rara sambil memeriksa perut Rafa, namun dia menelan salivanya kasar begitu dia melihat ada yang sudah tegak lagi.
Rafa pun mulai tersenyum mesum lagi, membuat Rara langsung siaga satu lalu menutup seluruh badannya cepat dengan selimut.
"Oh jadi kamu mau mencoba hal baru sayang main di dalam selimut, oke aku ladeni," ucap Rafa sambil ikut masuk ke dalam selimut dan mulai melakukan foreplay lagi pada istrinya.
Rara benar-benar tidak bisa untuk tidak mendesah jika Rafa sudah melakukan itu.
"Sayang sebentar lagi yah, jangan sekarang," ucap Rara di tengah-tengah kenikmatan yang baru dia rasakan sejak semalam.
"Nggak bisa sayang udah tegak nih kamu harus tanggung jawab, aku bakalan sakit kalau kamu nggak tanggung jawab untuk menidurkannya kembali," ucap Rafa.
Rara pun menganggukan kepalanya dan pasrah saja dengan yang dilakukan Rafa, dia tidak bisa menolak keinginan suaminya.
Rafa dengan senang hati melakukannya.
########
"Ini Rafa dan Rara jam berapa yah mereka bakalan kesini, atau jangan-jangan mereka nggak bakalan datang kesini karena Rafa udah ketagihan dan asik enak-enakan sekarang, pasti Rafa lagi panas-panasnya ini," ucap Fandi yang di dengar oleh Aldi, Citra, dan juga adik Aldi.
"Iya jangan sampai tuh kayak gitu, coba loe video call deh, lagi dimana tuh anak," ucap Aldi.
Fandi pun segera melakukan panggilan video call kepada Rafa, Rafa yang mendengar ponselnya berdering segera mengambilnya dan melihat siapa yang menelepon dirinya dan ternyata Fandi yang video call dirinya, dengan segera Rafa mengangkatnya.
"Kenapa Fandi, loe video call jam segini?" tanya Rafa.
Fandi yang melihat Rafa masih di tempat tidur segera memperlihatkan juga kepada Aldi dan mereka berdua sama-sama geleng-geleng kepala, adik Aldi dan Citra pun ikut melihat.
"Rafa loe kok nggak pakai baju sih dan masih di tempat tidur lagi," ucap Fandi.
"Semalam panas dan melelahkan jadi gitu deh," ucap Rafa enteng.
"Loe belah duren yah?" tanya Fandi lagi sementara dia sudah tahu niat Rafa.
__ADS_1
"Iyalah, ngapain simpan-simpan sayang tahu, enak banget lagi ternyata," jawab Rafa dengan entengnya.
Citra benar-benar kesal begitu mendengar ucapan Rafa dan dia benar-benar semakin kagum begitu melihat tubuh kekar Rafa.