Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sangat dekat dengan Zahra


__ADS_3

Zahra langsung tertawa begitu mendengar ucapan Fania,, membuat Fania dan Reno melihat Zahra dengan tatapan heran.


Fania tahu Zahra sangat menyayangi dan juga dekat dengan Gracia,, jadi dia tidak habis pikir melihat Zahra yang malah tertawa.


"Kamu kenapa tertawa Zahra?" tanya Fania.


"Iya nih,, kamu kenapa tertawa Zahra?" tanya Reno juga.


"Abis yah,, kamu tuh Fania kalau mau beritahu tahu aku tentang Gracia dan mau ngerjain aku jangan sampai segitunya juga dong,, apaan sih mana mungkin Gracia meninggal,, walaupun dia nggak ada kabar tapi mana mungkin sih dia meninggal," ucap Zahra begitu sudah menyelesaikan tawanya.


"Udah beritahu aku yang sebenarnya, tentang kabar Gracia yang kamu tahu," ucap Zahra lagi.


Fania menggelengkan kepalanya,, dia sudah duga pasti Zahra seperti ini dan sebentar lagi dia pasti histeris begitu melihat sendiri kabar tentang Gracia.


"Zahra kamu tahukan,, Gracia itu hanya manusia biasa yang bisa meninggal juga,, dan memang Gracia sudah meninggal,, kabar yang aku baca tentang Gracia yah itu Gracia sudah meninggal,, karena kecelakaan,, dia mabuk dan juga mengonsumsi obat-obatan terlarang dengan dosis yang tinggi,, sepertinya dia memang sengaja ingin mengakhiri hidupnya," ucap Fania.


"Ini dia beritanya kamu baca sendiri kalau kamu masih belum percaya dengan meninggalnya Gracia," ucap Fania sambil memberikan ponselnya pada Zahra,, sedangkan Reno hanya melihat saja karena dia tidak tahu juga Gracia itu yang mana orangnya, dia belum pernah bertemu.


Zahra mengambil ponsel Fania dengan perasaan yang campur aduk. Zahra melihat semuanya dan membaca semuanya betapa terkejutnya dia.


"Nggak,, ini nggak mungkin," teriak Zahra.


Benar dugaan Fania bahwa Zahra pasti tidak bisa menerima dan pasti dia akan histeris begitu mengetahui semuanya.


"Zahra,, kamu tenang dulu,, jangan kayak gini dong,, oke.. tenang dulu yah,," ucap Fania.


"Gimana aku bisa tenang Fania,, yang meninggal itu Gracia sepupu aku,," ucap Zahra sambil menangis.


"Iya aku tahu kok Zahra,, tapi mau di apa emang sudah ajalnya Gracia,,, aku juga tidak menyangka kalau Gracia akan meninggal secepat ini," ucap Fania.


"Aku harus menanyakan semuanya kepada ayah aku," ucap Zahra lalu segera menghubungi ayahnya.


Begitu melihat panggilan telfon dari Zahra,, ayahnya sudah yakin pasti Zahra akan menanyakan tentang meninggalnya Gracia,, ayah Zahra juga baru tahu jika Gracia telah meninggal. Memang Gracia menyembunyikan semuanya tentang kematian palsu itu,, termasuk pada keluarga besarnya karena menurut Gracia lebih sedikit yang tahu maka lebih bagus. Gracia tidak mau ketahuan sebelum beraksi.


"Ada apa Zahra?" tanya ayah Zahra begitu mengangkat panggilan telfon dari Zahra.


"Ayah apa benar berita ini,, Gracia sudah meninggal?" tanya Zahra masih dengan sesenggukannya.

__ADS_1


Ayahnya terdengar menarik nafas kasar,, lalu menjawab pertanyaan dari Zahra.


"Iya Zahra memang Gracia sudah meninggal dan ayah juga baru mengetahui semua itu,, tapi memang benar semua yang di beritakan itu dan juga sekarang Gracia telah dimakamkan,," ucap ayah Zahra.


"Apa,, " ucap Zahra lemas. Dia benar-benar terpukul dengan kenyataan itu.


"Kamu harus bisa terima semuanya,, Gracia tidak mungkin bisa hidup kembali,, dia sudah tenang di alamnya,, jangan pikirkan macam-macam dan tetaplah di rumah itu,, ayah tutup dulu telfonnya," ucap ayah Zahra lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Zahra.


Fania yang melihat ekspresi Zahra yang tampak sangat terpukul dan juga sedih sudah bisa memastikan bahwa semuanya memang benar.


"Zahra kamu yang sabar yah," ucap Fania.


"Kenapa hidupku begini sekali Fania,, videoku tersebar dan sekarang Gracia meninggal," ucap Zahra.


"Aku benar-benar tidak menyangka semua ini datang bertubi-tubi padaku," ucap Zahra lagi.


"Kamu sabar dan mulai sekarang belajar ikhlaskan Gracia karena dia nggak mungkin hidup kembali,," ucap Fania.


"Tapi yah bukannya Gracia itu memiliki hubungan dekat dengan salah satu keluarga Alexander,, dan disini nggak ada yang bahas sama sekali padahal aku sangat penasaran siapa pria itu,,," ucap Fania yang langsung membuat Zahra juga teringat akan hal itu.


"Nggak adakan? nggak mungkinkan orang yang spesial untuk dia meninggal dunia terus dia nggak datang," ucap Fania.


"Iya yah nggak ada,,, padahal aku juga penasaran siapa pria itu, apa mungkin di tutup-tutupi yah," ucap Zahra.


"Nggak mungkinlah,, pasti ketahuan juga mana ada dia yang lagi sedih masih memikirkan untuk menutupi semuanya," ucap Fania.


"Apa jangan-jangan sepupu kamu bohong lagi,," ucap Fania lagi.


"Fania apaan sih kamu,, kok malah bicara seperti itu,, kamu masih lagi menuduhnya sembarangan disaat dia sudah meninggal dunia,, dia nggak mungkin bohong tahu nggak," ucap Zahra kesal.


"Iya maaf deh,, apa jangan-jangan kekasih dia Rafa lagi," ucap Fania.


"Apaan sih Fania kamu semakin ngawur ajah,, nggak mungkin tahu nggak mereka berdua ada hubungan,," ucap Zahra.


"Iya juga sih,, lagian mereka kenalan dimana juga," ucap Fania.


"Oh atau jangan-jangan Gracia memutuskan untuk mabuk-mabukan dan mengonsumsi obat terlarang dengan dosis yang tinggi karena baru habis diputuskan,, jadi dia memilih untuk mengakhiri hidupnya saja," ucap Fania lagi.

__ADS_1


"Kamu nggak lihat kalau dia itu kecelakaan," ucap Zahra lagi.


"Ya ampun biarpun dia itu nggak kecelakaan Zahra,, sudah pasti Gracia itu akan meninggal juga,, obat itu yang akan membuatnya meninggal,, jadi sebenarnya Gracia ini emang sengaja ingin mengakhiri hidupnya," ucap Fania lagi.


Zahra tampak berpikir.


"Iya juga yah,, jangan-jangan dia pergi diam-diam tanpa ada kabar karena dia putus cinta waktu itu," ucap Zahra lagi.


"Iya bisa jadi seperti itu,, kasian juga yah Gracia," ucap Fania.


###########


Sementara di tempat lain Gracia sedang bersama ayahnya.


"Kapan kamu akan lakukan rencana kamu?" tanya ayah Gracia lagi.


"Nanti ayah,, aku nggak bisa sekarang karena belum aman dan juga bisa-bisa membuat mereka curiga,, aku yakin mereka belum terlalu percaya dengan kabar meninggalku itu,," ucap Gracia.


"Iya memang mereka belum percaya,, karena masih banyak anak buah mereka yang berkeliaran,, hampir saja aku ketahuan sewaktu di rumah sakit," ucap ayah Gracia.


Gracia tampak panik begitu mendengar ucapan ayahnya.


"Tenang saja hanya hampir kok,, mereka nggak tahu sama sekali," ucap ayah Gracia begitu melihat Gracia yang tampak panik.


"Ayah yakin mereka nggak curiga?" tanya Gracia.


"Iya sangat yakin,," jawab Ayah Gracia.


"Ayah aku benar-benar nggak mau pengorbanan aku ini menjadi sia-sia, jadi ayah harus hati-hati," ucap Gracia.


"Iya ayahmu ini selalu hati-hati,, kelicikan kamukan menurun dari ayah,, jadi tidak usah ragukan ayahmu," ucap ayah Gracia.


Gracia pun tersenyum.


"Oh iya ada kabar buruk tentang sepupumu Zahra,," ucap ayah Gracia yang akhirnya memutuskan untuk memberitahukan Gracia tentang apa yang terjadi pada Zahra.


Ayah Gracia tahu betul Gracia sangat dekat dengan Zahra.

__ADS_1


__ADS_2