
"Rafa loe sehat kan?" tanya Rara sambil menempelkan tangannya di dahi Rafa.
"Iya gue sehat banget" ucap Rafa.
"Terus ngapain loe nyuruh gue cium loe, nggak mau gue, loe ganti syarat ajah" ucap Rara.
"Ya udah kalau nggak mau terserah loe, tugas loe nggak bakalan selesai dan kalau nilai loe jelek, loe tahu sendiri akibatnya kan" ucap Rafa menakut-nakuti Rara.
Rara pun tampak berpikir keras dan memang benar yang di ucapkan Rafa.
"Gue tanya ke Fandi ajah deh, siapa tahu dia mengerti dan sudah kerja" ucap Rara senang yang tiba-tiba mengingat Fandi.
"Loe nggak kasian apa sama Fandi, dia kan lagi sakit pasti butuh istirahat sekarang dan loe mau ganggu waktu istirahat Fandi" ucap Rafa memanfaatkan kebaikan hati Rara.
"Iya juga yah kasian Fandi kalau gue ganggu jam istirahatnya" ucap Rara lalu membatalkan niatnya menghubungi Fandi.
Seperti dugaanku dia pasti memikirkan itu, loe terlalu baik Rara batin Rafa.
"Udah deh Rara lebih baik loe terima ajah syarat dari gue dan gue bakalan ajarin loe" ucap Rafa kemudian tersenyum sombong.
"Syarat lain dong Rafa" mohon Rara lagi.
"Nggak mau gue cuma mau itu ajah" ucap Rafa lagi.
"Ya udah cium pipi ajah yah" Ucap Rara lagi mencoba bernegosiasi dengan Rafa.
"Nggak mau gue cuma mau loe cium bibir gue" ucap Rafa yakin.
"Ya ampun Rafa tega banget sih loe sama gue. Gue nggak pernah cium cowok Rafa, cium pipi saja nggak pernah apalagi cium bibir" Ucap Rara.
Ini ciuman pertamanya sama dong seperti gue, kok gue senang banget yah batin Rafa.
"Sama gue juga nggak pernah ciuman makanya gue mau rasain gimana rasanya" ucap Rafa.
Rara pun sangat kesal mendengar ucapan Rafa.
"Yah jangan sama gue dong Rafa kalau loe mau rasain yah nanti sama istri loe" ucap Rara.
"Loe sekarang siapa gue?" tanya Rafa.
"Istri loe" ucap Rara langsung.
"Ya udah berarti cocok dong kalau gue pengen loe cium gue" ucap Rafa lalu tersenyum.
"Rafa syarat lain ajah yah" mohon Rara lagi.
"Nggak mau, ya udah kalau loe nggak mau gue mau tidur dulu dan loe jangan menyontek" ucap Rafa lalu segera beranjak menuju tempat tidur namun Rara dengan cepat menahan tangan Rafa.
__ADS_1
"Rafa jangan tidur dulu dong, ya udah iya gue mau cium bibir loe tapi loe tutup mata yah" Ucap Rara lagi.
"Gue nggak mau nanti loe bohong lagi" Kata Rafa.
"Nggak kok Rafa" ucap Rara mencoba meyakinkan Rafa.
"Pokoknya gue nggak mau tutup mata kalau loe masih nggak mau ya udah nggak apa-apa" ucap Rafa lagi.
"Iiih Rafa loe kok tiba-tiba nyebelin sih, oke-oke loe nggak usah tutup mata" ucap Rara lalu mendekati Rafa.
Rafa pun tiba-tiba merasa jantungnya berdetak lebih kencang sama seperti Rara yang merasa jantungnya berdetak lebih kencang.
Rara pun memegang wajah Rafa lembut lalu menciumnya sekilas.
"Sudah sekarang ajarin gue Rafa" ucap Rara.
"Haa gitu doang, nggak berasa gue nggak mau kalau gitu doang, bukan ciuman itu tapi kecupan namanya, yang gue mau kan di cium" protes Rafa.
"Ya ampun Rafa, loe udah ambil ciuman pertama gue, sekarang ciuman kedua juga loe mau ambil tega banget sih loe" ucap Rara dengan wajah memelasnya.
Rafa pun tertawa di dalam hatinya melihat wajah memelas Rara.
"Memangnya kenapa pokoknya gue mau di cium bukan di kecup" Kata Rafa.
"Iya-iya ribut banget" ucap Rara.
"Ayo sini gue ajarin" ucap Rafa setelah mencium kening Rara.
Rara pun menuruti perkataan Rafa. Entahlah Rara sekarang merasa malu dan itu terlihat betul di wajahnya sedangkan Rafa merasa malu juga namun dia bisa sembunyikan.
"Kenapa wajah loe merona gitu, mau lagi?" bisik Rafa.
"Apaan sih, ayo ajarin gue habis itu loe istirahat" ucap Rara yang semakin malu mendengar bisikan Rafa.
Rafa pun tertawa melihat istrinya yang sangat polos itu.
Rafa pun mengajar Rara yang tidak dia ketahui.
"Udah Rafa loe pergi istirahat deh gue udah mengerti kok, terima kasih yah" ucap Rara.
"Nggak deh gue nungguin loe ajah" Kata Rafa.
"Tapi Rafa loe harus banyak istirahat, loe itu habis di pukulin tahu nggak" Ucap Rara yang sangat perhatian terhadap Rafa.
"Ya sudah gue istirahat di sini saja sambil nungguin loe" ucap Rafa.
"Ya sudah gue ambilin bantal dulu yah, nanti gue bangunin loe kalau sudah selesai" ucap Rara.
__ADS_1
"Nggak usah gue maunya baring di paha loe ajah" Kata Rafa.
"Ya ampun Rafa loe maunya sembarangan ajah" Ucap Rara frustasi dengan berbagai macam keinginan aneh Rafa.
"Gue nggak sembarangan, gue maunya baring di paha loe" ucap Rafa lagi memasang wajah tak bersalahnya.
Rara pun tetap berjalan sesuai ke tempat yang dia inginkan tadi.
"Loe mau kemana?" tanya Rafa namun tak di gubris oleh Rara.
Rafa pun melihat Rara yang mengambilkan selimut untuk dirinya.
"Pakai ini, di sini itu dingin" ucap Rara memberikan selimut kepada Rafa lalu dia duduk kembali.
Rafa pun mengambilnya lalu tersenyum kemudian mulai baring di paha Rara sambil memainkan gamenya namun Rafa mengurangi volumenya agar Rara tidak terganggu.
Sewaktu Rafa mengaktifkan ponselnya tadi ada banyak sekali pesan dari Zahra yang merayunya supaya Rafa mau mengerjakan tugasnya namun Rafa tak menghiraukannya sedikit pun.
"Rara kalau ada yang loe nggak mengerti, tanya ajah lagi" ucap Rafa sambil konsentrasi bermain game.
"Loe lagi main game gitu mana bisa ajarin gue" Kata Rara sambil masih fokus juga mengerjakan tugasnya.
"Bisa kok kalau buat loe" ucap Rafa sambil masih fokus dengan gamenya.
"Tapi pasti ada syaratnya lagi" ucap Rara.
"Iya dong kalau gue lagi pengen di cium loe nggak boleh nggak mau, gue kan suami loe" ucap Rafa tersenyum sambil fokus bermain game.
Rara pun diam sambil fokus mengerjakan tugasnya. Hingga selesai dan Rafa masih bermain game.
"Rafa udah selesai nih" ucap Rara.
"Haa udah, pintar juga loe yah padahal gue kira loe mau minta bantuan lagi" ucap Rafa sambil nyengir kuda.
"Iya dong gue pintar baru sadar yah loe" ucap Rara.
"Sombong" Ucap Rafa yang masih asik baring di pangkuan Rara sambil main game.
"Udahan Rafa main gamenya lebih baik loe tidur" ucap Rara lagi yang kedengaran sangat menggemaskan di telinga Rafa.
"Iya tunggu bentar lagi" ucap Rafa.
"Ya udah lanjutin di tempat tidur loe ajah, awas dulu gue mau tidur" ucap Rara.
"Tempat tidur loe juga kita bakalan tidur bareng nggak ada pisah tempat tidur, jadi tunggu dulu gue selesai main game oke" ucap Rafa sambil masih fokus dengan gamenya.
Sedangkan Rara tersentak mendengar ucapan Rafa.
__ADS_1
"Apa!!! ucap Rara dengan terkejutnya.