
Mama Reno sedikit terkejut begitu mendengar ucapan Reno.
"Hah,, mereka kecelakaan di tempat yang sama,, apa jangan-jangan kecelakaan mereka gara-gara Fania,,, karena kalau Ana tidak mungkin kan,, tapi kok Fania bisa jatuh ke jurang," gumam Mama Reno.
"Aduhh aku nggak usah mikirin itu dulu,, sekarang gimana kabar Ana yah,,, apa aku langsung ke rumah sakit terdekat aja," ucap Mama Reno lagi.
Mama Reno pun memutuskan untuk ke rumah sakit terdekat,, dengan harapan akan bertemu dengan Ana.
Sedangkan Reno benar-benar merasa sedih,, dan Zahra tak kalah sedihnya juga.
Zahra terus menangis karena Fania jatuh ke jurang dan mobilnya juga terbakar.
"Reno,, aku nggak mau kehilangan Fania,, aku nggak mau," ucap Zahra masih dengan tangisannya.
"Aku juga nggak mau Zahra,, tapi mau gimana lagi,, mobilnya sudah seperti itu,," ucap Reno sambil melihat mobil Fania dari atas jurang.
"Tapi Fania bisa saja masih hidup kan,," ucap Zahra lagi.
"Iya,,,, semoga saja Fania masih hidup," ucap Reno penuh harap.
Mama Reno lagi-lagi menelepon Reno.
"Halo ma,," ucap Reno begitu mengangkat panggilan telfon dari mamanya.
"Halo Reno,, gimana Fania? kamu juga harus ke rumah sakit menemui Ana,,, dia begitu karena habis ke rumah kita Reno,, ingat itu,,, mama lagi menuju ke rumah sakit sekarang,," ucap mama Reno.
"Fania belum di tau masih hidup atau nggak,, dan Reno memang akan ke rumah sakit untuk menemui Ana karena biar bagaimanapun benar kata mama ini semua terjadi sama dia karena dia habis ke rumah kita," ucap Reno yang membuat Zahra langsung kesal.
Namun Reno memberikan isyarat pada Zahra agar tidak bicara dan Zahra pun dengan malas mengikuti kemauan Reno.
"Bagus Reno kalau kamu mengerti,, kita bertemu di rumah sakit saja," ucap mama Reno.
"Iya ma," ucap Reno.
Mama Reno pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Reno.
__ADS_1
"Reno,, kamu kok begitu sih,, bisa-bisanya kamu meninggalkan Fania untuk pergi menemui Ana,, kamu tega banget Reno,, Fania belum jelas seperti ini tapi kamu malah akan berbuat seperti itu,, dimana hati kamu Reno," ucap Zahra.
"Zahra aku mengerti kok maksud kamu,, tapi aku juga nggak bisa untuk tidak memperdulikan Ana karena dia kecelakaan seperti itu begitu dia habis ke rumah aku,,, jadi aku juga harus ke rumah sakit sekarang,,, kabari aku kalau sudah ada kejelasan tentang Fania," ucap Reno.
"Reno kamu benar-benar tega banget yah,, dia sudah di rumah sakit Reno dan masih hidup sedang ditangani dokter,, sedangkan Fania nggak jelas dia masih hidup atau sudah mati,, dan kamu malah mau pergi menemui Ana,, aku benar-benar nggak nyangka kalau kamu akan seperti ini,, Fania itu sangat mencintai kamu dan kamu malah seperti ini," ucap Zahra yang benar-benar kesal.
"Zahra aku nggak pernah tega sama Fania,, tapi sekarang aku akan pergi ke rumah sakit,, kabari aku jika sudah menemukan Fania," ucap Reno lalu segera berjalan menuju mobilnya.
Zahra hanya berteriak kesal pada Reno begitu melihat Reno pergi untuk menemui Ana.
############
Rumah sakit...
Ana masih terbaring lemah begitu sudah selesai mendapatkan perawatan dari dokter. Beruntung Ana dengan cepat diselamatkan kalau tidak bisa-bisa dia tidak tertolong lagi.
Aldi terus melihat adiknya yang terbaring pucat tak sadarkan diri.
"Aldi kamu yang sabar yah,, kita tinggal menunggu Ana sadar saja,, dia sudah tertolong,, kamu jangan sedih lagi,," ucap Citra sambil menyentuh bahu Aldi,, begitu melihat Aldi yang masih menangis sambil menggenggam tangan adiknya.
"Aku nggak bisa Cit,, aku hanya baru bisa lega kalau Ana sudah membuka matanya seperti biasa dan cerewet seperti biasa sama aku," ucap Aldi.
"Iya Aldi,, atau kamu mau Ana ledekin kamu kalau lihat kamu sedih begini,,, kamu tau sendiri kan gimana adik kamu itu," ucap Citra yang mencoba menghibur Aldi.
"Ayo kamu duduk disini,, kita nungguin Ana sadar," ucap Citra juga.
Aldi pun menuruti ucapan Rara dan Citra.
"Yang sabar yah," ucap Rafa begitu Aldi duduk di dekatnya.
"Iya Aldi kamu yang sabar yah,," ucap Fandi juga sambil melihat Aldi.
"Makasih yah kalian sudah mau repot-repot kesini,," ucap Aldi.
"Apaan sih kamu kok bicara seperti itu,, nggak usah bilang terima kasih,, kita ini keluarga,," ucap Rafa cepat.
__ADS_1
Aldi pun hanya tersenyum begitu mendengar ucapan Rafa.
"Oh iya kok bisa Ana kecelakaan Aldi? bukannya kamu itu sangat menjaga adik kamu?" tanya Fandi.
"Ada yang ingin mencelakai dia,, tapi untungnya dia sudah jatuh ke jurang,, jadi pasti dia sudah meninggal," ucap Aldi yang membuat orang yang berada di dalam ruangan itu benar-benar terkejut.
"Ana punya musuh?" ucap Citra yang tidak habis pikir.
"Siapa Aldi yang mau mencelakai Ana?" ucap Fandi juga.
"Iya siapa,, kalau dia belum meninggal biar aku yang mengurus dia," ucap Rafa.
"Aku juga nggak tau,, karena aku nggak kepikiran untuk mencari tau,, dia kecelakaan di dekat adikku kecelakaan,, dia jatuh ke jurang,,," ucap Aldi yang memang hanya fokus dan masih shock dengan kecelakaan adiknya tadi.
Begitu Fandi ingin bicara lagi tiba-tiba dokter masuk ke dalam ruangan Ana lalu memanggil keluarga dekat Ana,, karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan,, Aldi pun dengan segera berjalan menuju ke ruangan dokter bersama dokter itu.
"Maaf pak,, Anda siapanya Nona itu?" tanya dokter itu.
"Saya kakaknya dok,, ada apa dengan adik saya?" tanya Aldi.
"Oh kakaknya,, jadi begini ada kemungkinan besar Nona itu akan mengalami kelumpuhan,, karena dia mengalami luka dalam," ucap dokter itu yang membuat Aldi benar-benar terpukul dengan kenyataan itu.
"Dokter pasti hanya bercanda saja kan,, adikku nggak mungkin lumpuh,, nggak mungkin," ucap Aldi.
"Maaf pak tapi itulah kenyataannya,,, kita tunggu saja sampai dia sadar,," ucap Dokter itu.
"Bapak tenang saja,, dia masih bisa jalan kalau di latih terus untuk berjalan,, sekarang yang perlu dilakukan menghibur adik bapak agar dia tidak terlalu merasa terpukul dengan yang terjadi pada dirinya sekarang," ucap Dokter itu lagi.
############
Reno berjalan sangat lemah menuju ruangan Ana bersama mamanya,,, dia sangat sedih karena beberapa saat yang lalu mendapatkan telfon dari Zahra bahwa Fania sudah di temukan tapi dalam keadaan meninggal.
"Kak,, aku nggak mau lumpuh,, aku nggak mau kak,, aku mau kuliah," teriak Ana histeris begitu dia sadar dan tau bahwa dirinya lumpuh.
Orang yang berada di dalam ruangan itu berusaha menenangkan Ana. Suara Ana terdengar oleh Mama Reno dan Reno.
__ADS_1
"Kamu tenang dulu dek,, kamu bisa jalan kok nanti yang penting kamu terus berlatih untuk jalan,, kakak akan menyiapkan dokter terbaik untuk kamu,, kamu tenang dulu yah,, kamu baru sadar dek jangan teriak-teriak dulu,," ucap Aldi sambil menenangkan Ana.
"Aku akan membantu untuk penyembuhan kamu Ana,, sampai kamu bisa jalan lagi,, kamu seperti ini karena habis ke rumah aku," ucap Reno tiba-tiba yang langsung membuat semua orang menoleh pada dirinya yang berada di dekat pintu.