Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Besok kita pindah


__ADS_3

"Loe mau kita di pecat, tapi loe ajah yang pulang biar gue yang izinin loe karena loe masih sakit" ucap Rara.


"Nggak mau pulang sendiri loe juga harus ikut dan loe nggak bakalan di pecat santai ajah" ucap Rafa.


Fandi pun tersenyum mendengar ucapan Rafa.


Iyalah dia nggak akan di pecat kan loe bosnya batin Fandi.


"Nggak mau sok tahu banget sih memang kamu bosnya" ucap Rara.


Emang batin Rafa.


"Rara ikuti saja kemauan Rafa kan kasian juga Rafa yang masih sakit seperti itu terus di tinggal kerja sama kamu, yang ngurusin dia siapa nanti. Dan loe pasti nggak akan di pecat kalau Rafa sudah bilang seperti itu karena pasti Rafa sudah memberi alasan yang tepat kepada bos kalian" ucap Fandi membantu Rafa karena Fandi yakin Rafa pasti ingin berduaan dengan Rara.


"Tuh Fandi ajah mengerti" ucap Rafa.


"Ya sudah aku ikut kamu pulang Rafa nggak jadi pergi kerja" ucap Rara setelah sempat berpikir.


"Nah gitu dong, ayo kita pulang sekarang" ajak Rafa.


Mereka pun keluar dari ruangan, Rafa pun sempat berjalan di belakang Rara untuk mengucapkan terima kasih kepada Fandi karena telah membantunya. Fandi hanya tersenyum bahagia sambil menggelengkan kepalanya.


#####


Di parkiran ternyata Zahra dan Fania belum pulang. Fandi sudah pamit duluan kepada Rafa dan Rara untuk segera pulang karena dia ada urusan penting, dia tidak mengikuti Rafa lagi karena sudah yakin kalau Rafa tidak akan menurunkan Rara lagi di jalan.


Zahra dan Fania yang melihat Rara dan Rafa mau boncengan cepat-cepat datang menghampiri mereka.


"Wah pelayan-pelayan miskin saling berboncengan kalian pacaran yah" ucap Zahra mengejek yang masih kesal dengan Rafa yang tidak mau mengerjakan tugasnya seperti biasa.


"Bukan urusan loe" ucap Rara.


"Wah loe udah berani yah sama gue" ucap Zahra sambil menarik rambut Rara.


Rafa pun tidak tinggal diam dia langsung menghempaskan tangan Zahra secara kasar.


"Loe jangan pernah sentuh-sentuh dia yah, apalagi sakiti dia" ucap Rafa dengan emosinya.


"Hei pelayan loe berani banget yah sama kita" ucap Fania kepada Rafa.


"Memang kalian siapa, kalian orang-orang nggak berarti ngapain gue mesti takut" ucap Rafa sinis.


"Sudah Rafa ayo kita pergi dari sini nggak usah menggubris mereka" ucap Rara.

__ADS_1


Zahra dan Fania benar-benar kesal mendengar ucapan Rara.


Rafa pun mengikuti ucapan Rara karena hanya membuang-buang waktunya saja jika menghadapi Zahra dan Fania.


#####


Tiba di kos Rafa, mereka pun langsung masuk dan Rafa langsung saja rebahan sedangkan Rara menyiapkan makanan buat Rafa.


Semenjak menikah dengan Rara gue kok langsung malas gerak yah pengennya di dekat Rara ajah tapi Rara bakalan curiga kalau gue nggak pergi kerja batin Rafa sambil memperhatikan Rara.


"Rafa makanlah dulu baru loe lanjut rebahan lagi" ucap Rara setelah selesai menyiapkan makan buat Rafa dan untuk dirinya.


Rafa pun segera bangun untuk makan begitupun Rara juga ikut makan.


Enak banget jadi suami apalagi Rara pintar masak batin Rafa sambil mengunyah makanannya.


Setelah selesai makan, Rara langsung membersihkan piring kotor dan Rafa kembali ke tempatnya semula.


Rafa yang melihat Rara sudah selesai dengan pekerjaannya langsung memanggil Rara.


"Rara kesini" panggil Rafa.


Rara pun segera berjalan ke dekat Rafa. Rafa segera menarik tangan Rara agar duduk di sampingnya.


"Apa rambut loe nggak kenapa-kenapa, kepala loe nggak sakit kan sehabis Zahra menariknya tadi?" tanya Rafa lembut penuh perhatian.


"Nggak kenapa-kenapa kok, nggak sakit juga" jawab Rara.


"Baguslah, kirain sakit gue pasti membalasnya beraninya dia berbuat kasar sama istriku" ucap Rafa sungguh-sungguh.


Rara pun tersenyum mendengar ucapan Rafa. Dan Rafa melihat Rara yang lagi tersenyum.


"Kenapa loe senyum-senyum hem?" tanya Rafa sambil mencolek dagu Rara.


"Nggak kenapa-kenapa kok Rafa" ucap Rara lalu tertunduk malu.


Rafa pun memegang dagu Rara dan membuat Rara melihatnya lalu Rafa mencium bibir Rara dengan lembut dan Rara pun tidak melarangnya.


"Kamu jangan malu-malu seperti itu aku pasti ingin menciummu terus kalau kamu seperti itu dan sekarang jangan pakai loe, gue lagi kalau bicara yah" ucap Rafa setelah mencium bibir Rara sambil mengelus wajah Rara.


Rara pun hanya menganggukan kepalanya.


"Oh iya besok kita pindah yah, kos ini terlalu kecil, aku sudah mencari rumah yang dekat dengan tempat kerja tapi rumahnya nggak terlalu besar sih" ucap Rafa.

__ADS_1


"Nggak apa-apa kok kalau rumahnya kecil, oh iya aku punya uang tabungan buat tambah-tambah biaya buat beli rumah" ucap Rara.


Ya ampun kalau cuma buat beli rumah yang seperti itu sangat murah Rara batin Rafa.


"Nggak apa-apa kamu nggak usah tambahin aku sudah membayarnya lunas, besok kita pindah dan aku akan menyuruh Fandi saja yang mengurus barang-barang untuk di pindahkan, dia punya banyak orang untuk di suruh" ucap Rafa lalu tersenyum.


"Apakah Fandi tidak apa-apa kalau kamu menyuruhnya?" Tanya Rara ragu.


"Tentu tidak dia pasti senang kalau aku menyuruhnya lagian aku dan dia kan sahabat, kalau aku dan kamu suami istri" ucap Rafa sambil melihat Rara.


Rara pun lagi-lagi tertunduk malu mendengar ucapan Rafa.


Dia benar-benar menggemaskan batin Rafa.


Rafa lagi-lagi mencium bibir Rara.


"Emm Rafa sini aku obati wajah kamu lagi, oh iya badan kamu sakit nggak?" tanya Rara salah tingkah setelah Rafa melepaskan ciumannya.


"Nggak usah kamu di sini ajah dekat-dekat aku, nggak usah kemana-mana" ucap Rafa sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rara.


"Tapi kamu masih butuh pengobatan Rafa" ucap Rara.


"Nanti juga sembuh sendiri atau kamu nggak suka yah karena aku tambah jelek" ucap Rafa.


"Nggak kok mana ada, lagian kamu ganteng" ucap Rara keceplosan.


Rara pun langsung menutup bibirnya.


"Haa aku ganteng, wah ternyata diam-diam kamu mengakui aku ganteng yah hem" ucap Rafa senang lalu duduk di belakang Rara sambil memeluknya dari belakang lalu mencium pipi Rara yang sudah memerah karena malu.


Rara hanya diam karena sudah ketahuan.


"Hei kenapa kamu diam?" tanya Rafa lalu mencium pipi Rara lagi.


"Kamu pasti malu kan karena ketahuan" ucap Rafa lagi.


"Iya Rafa aku malu kamu jangan ulang-ulang lagi" Ucap Rara.


"Tapi aku ganteng kan" goda Rafa lagi.


"Iya kamu memang ganteng" ucap Rara pasrah karena sudah ketahuan.


Rafa pun lagi-lagi mencium pipi Rara gemas dan merasa bahagia mendengar ucapan Rara.

__ADS_1


__ADS_2