
Citra seketika menjadi gugup begitu mendengar pertanyaan Fandi di tambah lagi dengan tatapan mata Fandi pada dirinya membuat Citra semakin gelagapan.
"Cie Citra cemburu,, kok gitu sih Cit,, kamu kan udah punya pacar,, nggak boleh gitu Cit," goda Aldi sambil melihat Citra.
"Ishh siapa yang cemburu? ngapain aku cemburu hah? seperti yang kamu katakan Aldi,, aku udah punya pacar jadi aku nggak mungkin banget cemburu,, jangan bicara sembarangan deh nanti ada orang yang kegeeran,," ucap Citra sambil melirik Fandi sebentar lalu melihat Aldi yang sedang nyengir di depannya.
Ana benar-benar menahan tawanya begitu melihat ekspresi Citra ketika digoda dengan Aldi.
"Siapa yang akan kegeeran?" tanya Fandi lagi sambil melihat Citra.
Kenapa sih nih orang lihatin aku seperti gini banget,, kan aku deg-degan banget,, ya ampun,, batin Citra.
"Pura-pura nggak tau lagi,, yah kamu lah,, nanti kamu pikir aku benar-benar cemburu lagi,, dengar yah aku nggak cemburu sama sekali,," ucap Citra sambil melihat Fandi.
"Oh kirain cemburu,," ucap Fandi sambil melihat Citra.
__ADS_1
"Memang kenapa Fandi kalau dia cemburu? sepertinya kamu sangat ingin dia cemburu," ucap Aldi sambil melihat Fandi.
"Yah ada kemungkinan aku akan memikirkan kecemburuan nya itu,, mungkin aku akan buat dia tidak cemburu lagi,," ucap Fandi yang membuat Citra langsung berpikir keras.
Apa sih maksud Fandi,, apa? please otak berpikir lah aku sangat membutuhkan kamu,, batin Citra.
"Gimana tuh?" ucap Ana.
"Berarti kamu mau pacaran gitu dengan dia? kan supaya dia nggak cemburu lagi dengan cara kamu menjadi kekasih dia,, lalu Delia gimana?" ucap Aldi sambil melihat Fandi,, sebenarnya Aldi hanya asal bicara saja.
"Dia kan nggak cemburu,, ngapain kamu nanya sampai kesitu,, Delia kan pacar aku," ucap Fandi kesal karena tadi Citra mengatakan bahwa dirinya tidak cemburu sama sekali pada dirinya.
"Iya pergi sana jemput,, kesal aku lihat wajah kamu disini,," ucap Citra yang ikutan kesal juga pada Fandi
"Nggak usah kesini,, nggak suka aku lihat wajah kamu," ucap Citra lagi.
__ADS_1
"Ini kan rumah Aldi,, terserah aku dong,, lagian kan emang aku udah janjian dengan Aldi," ucap Fandi lagi sambil melihat Citra.
"Udah,, sana pergi jemput Delia,, kasihan pasti dia udah nunggu lama,, sementara yang mau menjemput dia masih berantem disini,," ucap Aldi lagi yang menjadi penengah antara Fandi dan Citra.
"Iya ini udah mau pergi jemput kok,, hanya dia saja ribut banget," ucap Fandi.
"Aku pergi dulu," ucap Fandi lagi sambil melihat Aldi.
"Iya,, hati-hati," ucap Aldi sambil melihat Fandi.
"Oke," ucap Fandi lalu segera berjalan keluar menuju mobilnya..
Benar juga kata Aldi kasihan Delia pasti dia udah nunggu sejak tadi,, gara-gara Citra nih,, batin Fandi.
Delia terus melihat jam tangannya dan juga ponselnya.
__ADS_1
Kak Fandi jadi pergi nggak yah? jangan-jangan kak Fandi sibuk dan nggak jadi pergi,, tapi kok dia nggak ngabarin kalau nggak jadi pergi? batin Delia sambil mondar-mandir seperti setrika.
Sementara di tempat lain ada Gracia yang sudah menyiapkan rencana jahat untuk Rara.