Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tanpa menunggu..,,,....


__ADS_3

Reno dan mama Reno ikut terkejut begitu melihat Fania menampar pipi Ana.


"Fania kenapa kamu seperti ini sih," bentak Reno.


Mama Reno tidak tinggal diam,, dia juga langsung memberikan tamparan yang keras pada Fania,, membuat pinggir bibir Fania langsung memar seketika karena tamparan keras dari mama Reno,, kali ini Ana yang terkejut sama seperti Reno.


Fania langsung memegang pipinya.


"Berani sekali kamu menampar Ana,, atas hak apa kamu berani menampar dia,, yang pantas di tampar itu kamu Fania,, apa kamu tidak malu,, kamu tidak bisa apa-apa di dapur,,, dan kamu menyalahkan Ana atas hubungan kamu dan Reno,, yang terjadi antara kamu dan Reno itu semuanya karena dari kamu sendiri,," bentak mama Reno yang sudah kehabisan kesabaran.


"Reno bawa keluar dia cepat dari sini,, sebelum mama menambah lagi karena tamparan mama tadi sepertinya masih kurang untuk dia,, dan kamu setelah bawa dia keluar kembali kesini,, awas saja kalau kamu tidak kembali,, ku patahkan kau," ucap mama Reno yang langsung membuat Reno menelan saliva nya kasar.


"Cepat Reno,, mama sangat malas melihat wajah tidak bersalahnya itu," teriak mama Reno.


"Ayo Fania ikut aku," ucap Reno sambil membawa Fania keluar.


Fania yang tidak tau mau berbuat apa lagi,, hanya mengikuti Reno saja tanpa bicara sedikit pun,, dia masih shock atas apa yang terjadi pada dirinya hanya karena Ana.


"Lepasin aku," ucap Fania.


Reno pun langsung mengikuti kemauan Fania yang tampak sangat kesal.


"Kamu benar-benar tega Reno,, bisa-bisanya kamu tidak membela aku,, disaat aku di tampar dengan mama kamu di depan Ana,, kamu malah hanya melihat aku saja,, aku kecewa sama kamu Reno," ucap Fania sambil memukul-mukul Reno.


"Fania,, mama seperti itu karena kamu yang duluan lakukan itu pada Ana,, sadar nggak sih kamu? sekarang aku nggak tau lagi gimana nasib hubungan kita selanjutnya kalau seperti ini,, bisa-bisanya kamu menampar Ana,, padahal dia itu nggak salah apa-apa Fania,, jadi wajar saja mama marah,, dia sangat menyukai dan dekat dengan Ana,," ucap Reno.


"Kau nggak perduli itu,, sekarang kamu ikut dengan aku kalau kamu cinta sama aku,, nggak usah disini kalau masih ada Ana," ucap Fania.


"Aku nggak bisa Fania,, kamu nggak dengar kata mama aku tadi apa,, aku nggak mau membantah mama aku,, kamu pulanglah dulu,, tenangkan diri kamu dan obati pipi kamu,, atas nama mama aku,, aku benar-benar minta maaf,," ucap Reno yang malah membuat Fania kesal.

__ADS_1


"Kenapa sih Reno kamu itu sangat takut sama mama kamu? kamu ini laki-laki Reno,, seharusnya kamu bisa membuat mama kamu menurut sama kamu,, bukan kamu yang malah selalu mengikuti dia,, mengikuti keinginan dia," ucap Fania.


"Dan hal itu yang nggak akan pernah aku lakukan Fania,, dari dulu kamu sudah tau itukan makanya aku selalu berusaha agar kamu disuka dengan mama aku karena aku nggak mau melawan mama aku,, bukan masalah takut Fania tapi aku sangat menghormati mama aku dan menyayangi dia,, dia sudah merawat aku hingga besar seperti ini jadi aku nggak mau buat dia kecewa,, walaupun sebenarnya sudah sering aku buat dia kecewa dengan menjalin hubungan dengan kamu,, tapi aku selalu berusaha supaya mama aku bisa menyukai kamu,, kamu bisa berubah jadi lebih baik lagi,, hingga mama aku nggak akan kecewa lagi dan mau merestui hubungan kita,, apa itu sangat sulit Fania permintaan aku,, aku hanya ingin kamu berubah sedikit-sedikit,, sifat kamu ini tidak bagus Fania," ucap Reno.


"Reno aku nggak perduli sama itu semua,,, karena sifat aku sudah seperti ini dan bagus kok,, kamu saja karena sudah bertemu dengan wanita lain,, kamu jadi selalu memojokkan aku,, mencari kesalahan-kesalahan aku,, " ucap Fania.


"Hufft capek bicara sama kamu Fania,, kamu nggak mengerti-mengerti,, kamu pulanglah dulu kalau gitu,, percuma saja disini kamu nggak di izinkan masuk dengan mama,, padahal aku sangat berharap tadi kamu bisa membuat mama setidaknya suka sedikit sama kamu, tapi kamu malah membuat mama semakin tidak suka sama kamu," ucap Reno.


"Aku mau masuk dulu,," ucap Reno lagi yang langsung membalikkan badannya namun tangannya di tahan oleh Fania.


"Apa kamu masih mencintai aku,, Reno?" tanya Fania serius.


"Tentu saja Fania,, aku nggak pernah berubah,, aku sangat mencintai kamu,, tapi ubahlah sifat kamu Fania mulai sekarang,, ubah sedikit-sedikit saja,, aku mau masuk dulu," ucap Reno lalu melepaskan pelan-pelan tangan Fania dan segera berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Dengan berat hati Reno menutup pintu rumah disaat Fania masih ada tidak jauh dari depan pintu.


Maafin aku Fania,, sebenarnya aku sangat tidak tega melakukan ini pada kamu,, tapi kali ini kamu sudah keterlaluan,, orang yang tidak salah apa-apa,, kamu bawa-bawa,, semoga kamu bisa sadar akan kesalahan kamu,, batin Reno dari balik pintu.


Fania lalu berjalan menuju ke mobilnya dengan perasaan marah.


Reno segera berjalan kembali menuju ke dapur tempat Ana dan mamanya berada.


Reno memperhatikan Ana dan dia benar-benar merasa bersalah.


"Sudah kamu usir wanita itu?" tanya mama Reno.


"Sudah kok ma,," jawab Reno.


"Sekarang kamu tau kan kenapa mama sangat tidak menyukai dia?" ucap mama Reno.

__ADS_1


"Iya ma,, aku tau kok,, udah dulu yah marah-marah nya ma,, Reno lapar," ucap Reno.


"Alasan aja," ucap mama Reno.


"Ana maafin Fania yah yang sudah menampar kamu," ucap Reno sambil berjalan mendekati Ana.


"Iya,, aku udah maafin kok," ucap Ana.


"Hemm seharusnya wanita itu sendiri yang meminta maaf pada Ana,, tapi aku tau dia tidak mungkin merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan,, iyakan?" ucap mama Reno kesal.


"Udahlah ma,, Fania juga udah nggak ada disini,, jangan marah-marah terus ma,, Reno semakin lapar nih," ucap Reno lagi.


"Ana kamu ikut aku biar aku obati pipi kamu bekas tamparan dari Fania," ucap Reno lagi yang langsung membuat mama Reno senang karena Reno inisiatif sendiri tanpa harus di beri kode dengan mamanya.


Baru mau ngasih kode tadi tapi dia udah lakukan duluan,, bagus,, sangat bagus,, batin Mama Reno.


"Emm nggak usah,, nanti aku obati sendiri aja,, tinggal di kompres saja ini," ucap Ana yang tiba-tiba merasa deg-degkan begitu mendengar ucapan Reno.


"Nggak boleh biar aku aja yang kompres,, ayo ikut aku,, biar mama yang lanjutkan ini,, iyakan ma?" ucap Reno.


"Iya sayang,, kompres dulu pipi kamu yah," ucap mama Reno sambil tersenyum bahagia.


Reno pun langsung menarik tangan Ana saja tanpa menunggu persetujuan dari Ana lagi.


##########


Mampir ke novel baru author Yee...


"Dendam dan Cinta"

__ADS_1


klik profil ku aja,, mksh sebelumnya 🙏 😊


__ADS_2