
Ana langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Rara karena ada benarnya juga.
"Iya benar juga kata kak Rara," ucap Ana.
"Jadi gimana dong?" tanya Citra.
"Kita cek ajah dulu pelan-pelan kalau kak Aldi lagi tidur yah kita tungguin sampai kak Aldi bangun," ucap Ana sambil menahan tawanya.
"Apa kamu gila Ana,, gimana kalau Aldi bangunnya lama, sia-sia dong aku dandan,, kita nggak keluar rumah juga dan nggak jadi belanja,, kalau tahu begini lebih baik aku nggak usah dandan deh," ucap Citra.
"Udah deh Cit nggak usah bawel,, kita cek ajah dulu kalau gitu, biar semuanya jelas dan nanti kita pikirin langkah selanjutnya," ucap Ana sambil melanjutkan jalannya, Citra dan Rara kembali mengikuti Ana.
"Emang Aldi nggak mengunci kamarnya?" tanya Rara yang membuat Ana lagi-lagi berhenti sambil memukul jidatnya.
"Iya kak Rara benar banget pertanyaannya,, kak Aldi pasti mengunci kamarnya, kita nggak bisa mengeceknya dong," ucap Ana sambil melihat Citra dan Rara.
"Yah jadi gimana dong?" ucap Citra.
"Aku telfon ajah,, kenapa aku nggak kepikiran sih,, hem," ucap Ana sambil mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
"Aku telfon sampai tiga kali, kalau kak Aldi nggak mengangkat dalam tiga kali aku telfon berarti dia lagi tidur pulas dan nggak boleh di ganggu," ucap Ana.
Sementara di dalam kamarnya Aldi lagi sibuk memikirkan tentang kematian Gracia,, Aldi masih memikirkan tentang kematian Gracia walaupun sudah di konfirmasi bahwa Gracia lah yang meninggal,, bahkan di media sosial juga kabar tentang Gracia meninggal sedang hangat di perbincangkan karena Gracia termasuk anak dari orang terpandang, tetap saja Aldi masih merasa aneh,, tapi dia hanya bisa menunggu laporan dari anak buahnya. Walaupun anak buahnya berkali-kali telah melaporkan bahwa Gracia lah yang telah di kuburkan,, Gracia yang telah meninggal. Aldi masih menyuruh mereka untuk terus melihat dan memantau karena jangan sampai ada hal yang mencurigakan mengenai kematian Gracia.
Tiba-tiba ponsel Aldi berdering, dia segera melihat siapa yang meneleponnya dan dia sedikit mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat Ana meneleponnya,,, padahal Aldi tahu Ana masih berada di dalam rumah.
Kenapa nih anak nelfon segala,, sok banget sih,, nggak mau langsung kesini ajah batin Aldi sambil menggelengkan kepalanya lalu segera mengangkat panggilan telfon dari adiknya Ana.
"Halo kenapa dek?" tanya Aldi begitu mengangkat panggilan telfon dari Ana.
__ADS_1
"Emm kak Aldi nggak tidur?" tanya Ana balik.
"Nggak lah,, emang ada orang tidur angkat panggilan telfon," jawab Aldi sambil menggelengkan kepalanya meskipun Ana tidak melihatnya.
"Hehehe iya juga sih, kak Aldi keluar bentar dong dari kamar,, ada yang mau kita bicarakan nih sama kak Aldi, dan ini penting banget kak," ucap Ana.
"Gayamu dek,, sok banget mau bicara penting,, emang apa juga sih yang mau kamu bicarakan,, kakak sekarang lagi sibuk,, bilang saja melalui telfon," ucap Aldi.
"Oh iya Rara amankan?" tanya Aldi lagi.
"Iya kak tenang saja kalau masalah itu,, tapi kak Aldi keluar dulu dong ada yang mau aku bicarakan loh kak,, bukan cuma aku saja tapi kak Rara dan juga Citra,, jadi kak Aldi keluar kamar dulu," ucap Ana.
"Haa Rara juga ikutan?" tanya Aldi karena kalau Citra,, Aldi sudah tahu dia pasti sepaket dengan Ana, mereka pasti akan melakukan hal yang sama.
"Iya kak,, kak Rara juga mau bicara sama kak Aldi, jadi buruan deh kak Aldi keluar kamar,, kita lagi jalan nih menuju kamar kak Aldi dan udah dekat," ucap Ana lagi.
"Iya aku keluar,, atau kalian langsung masuk ajah ke kamarku,, aku udah nggak kunci kok kamarku," ucap Aldi lagi.
"Kita langsung masuk saja ke kamar kak Aldi," ucap Ana kepada Citra dan Rara.
Para pelayan yang melihat Rara tersenyum dan Rara juga membalas senyuman mereka,, para pelayan itu masih mengingat Rara yang di bawa Aldi waktu itu,, mereka mengira Rara kekasih Aldi namun ternyata salah,, Rara adalah istri Rafa dan itu juga sukses membuat mereka terkejut sekaligus merasa Rara sangat beruntung bisa menikah dengan Rafa dan juga terlihat jelas bagaimana Rafa sangat mencintai Rara.
Begitu sampai di depan pintu kamar Aldi,, Ana segera mengetuk sebentar lalu segera masuk ke dalam kamar Aldi di ikuti Citra dan Rara.
Aldi sengaja duduk di sofa untuk menunggu Ana, Citra dan Rara.
Mereka juga segera duduk di sofa.
Baguslah mereka sepertinya sudah terlihat lebih akrab,, Citra sepertinya sudah bisa dekat dengan Rara,, adem banget kalau lihat mereka begini batin Aldi.
__ADS_1
"Ana,, Citra,, kalian mau nyanyi dangdut dimana sih?" tanya Aldi sambil melihat dandanan Citra dan juga Ana. Rara dengan susah payah menahan tawanya karena tidak ingin membuat Ana dan Citra tersinggung.
Ana dan Citra seketika itu juga memasang wajah kesal mereka.
"Kak Aldi kalau ngomong sembarangan ajah,, aku ajah bernafas false mana bisa menyanyi,, apalagi menyanyi dangdut,," ucap Ana kesal.
Dan itu membuat Aldi langsung tertawa.
"Tahu diri juga kamu dek,, kalau nafasmu itu false," ucap Aldi setelah menghentikan tawanya.
"Ihh kak Aldi malah mengiyakan lagi," ucap Ana.
"Nggak deh,, tapi serius yah,, kalian ini dandanannya heboh banget gini kayak mau pergi jadi biduan dangdut,," ledek Aldi lagi.
"Astaga Aldi kamu itu yah kalau bicara memang ngeselin tahu nggak,, sama ajah dengan Fandi,, aku tuh capek tahu nggak di bilangin melulu," ucap Citra.
"Cie yang ingat Fandi,, ciri-ciri banget nih," ledek Aldi lagi.
"Tuhkan mulai lagi deh ngomong ngawurnya,," ucap Citra.
"Aku itu tadi lupa loh sama Fandi,, tapi kamu malah ingatin aku,, yah berarti kamu selalu mengingat Fandi walaupun yang kamu ingat itu yang ngeselinnya,, tapi lama-lama pasti akan berubah,, hemm ciri-ciri banget kamu nanti bakalan suka sama dia,," ucap Aldi lagi sambil tersenyum mengejek pada Citra.
"Udah deh Aldi itu nggak akan pernah terjadi," ucap Citra.
"Awas loh Cit,, jangan sampai nanti kebalikannya,, jadi kamu jangan ngomong sembarangan," ucap Ana.
"Kenapa kamu malah ikut-ikutan Aldi sih Ana,, kamu itu jangan ngikutin dia ngeselinnya," ucap Citra.
"Bukannya mengikuti Citra,, tapi itu hanya saran dari aku ajah,, jangan suka ngomong sembarangan,, jangan sampai nanti yang terjadi malah sebaliknya kan kamu pasti malu dengan ucapan kamu sendiri sebelumnya," ucap Ana..
__ADS_1
"Hemm terserah kalian deh, mau ngomong apa yah,, yang jelasnya aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan Fandi,, udah itu ajah," ucap Citra.
"Ayo Ana beritahukan tujuan kita menemui Aldi karena aku lagi nggak mood berbicara dengan dia," ucap Citra yang membuat Aldi malah tertawa.