
Ana mengalami kecelakaan tapi tidak sampai jatuh ke jurang.
Sialan kok nggak jatuh sih,, tapi nggak apa-apa,, kecelakaan dia sepertinya parah,, batin Fania sambil melihat ke belakang dan tertawa bahagia melihat mobil Ana yang sudah terbalik.
Dia terkejut begitu melihat ada banyak yang menolong Ana namun bukan warga sekitar karena disitu jalan yang sunyi,,, Fania melihat orang dengan postur tubuh seperti bodyguard lalu tak lama dia dibuat terkejut begitu sebagian ada yang mengejar dia.
Haa siapa mereka? apa dari tadi ada yang mengikuti aku dan Ana,,, aku tidak menyadari sedikit pun,, kenapa mereka mengejar aku? aku nggak boleh sampai didapat sama mereka,, perasaan aku nggak enak,,, batin Fania yang sekarang mulai ketakutan.
Dan akhirnya Fania yang terlalu ketakutan tidak fokus menyetir dan berakhir dia yang malah jatuh ke jurang.
############
Di rumah Aldi.
"Citra kamu kasian banget yah,, udah jelek semakin jelek lagi karena pipi kamu seperti itu,, haduhh bakalan susah nih kamu dapatin cowok," ledek Aldi sambil melihat Citra yang wajahnya memar-memar.
"Gangguin aja terus,, kamu juga jelek tuh buktinya sampai sekarang nggak ada yang jadi pacar kamu,, berarti nggak ada yang mau sama kamu, fix banget kamu jelek," ledek Citra balik.
"Eisshh kata siapa aku hanya nggak mau kali pacaran dan belum menemukan yang cocok makanya nggak mau,, sementara kamu pasti ada cowok yang kamu suka kan hanya kamu nggak di suka,, karena kamu jelek makanya gitu deh," ledek Aldi lagi lalu tertawa.
Isshh Aldi nih mulutnya yah kalau ngomong selalu benar,, emang aku suka sama Fandi tapi dia nggak suka sama aku,, sad banget nasib aku,, tapi perasaan aku nggak jelek kok,, aku cantik,, hanya aku bukan tipe nya Fandi,, batin Citra ngenes.
"Hmmm fitnah aja kamu,, nggak ada tuh cowok yang aku suka," ucap Citra.
"Oh iya Ana belum pulang juga yah,, tuh anak nggak ngabarin aku,, kesenangan dia di rumah Tante itu,, dasar Ana,, aku di culik pun dia nggak tau,, kaget pasti kalau dia lihat wajah cantik aku ini menjadi begini sekarang,,," ucap Citra dengan percaya dirinya,, karena sejak tadi Ana tidak mengabari dirinya.
"Haduhh Citra kamu itu nggak cantik kali, kepedean banget,, kamu itu jelek," ucap Aldi lalu tertawa.
"Tadi aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mencari tau keberadaan Ana, aku menyuruh mereka untuk menjaga adik satu-satu ku itu,,," ucap Aldi lagi.
"Loh kamu kok gitu,, Ana kan nggak mau diperlakukan istimewa Aldi,, kamu pakai anak buah kamu untuk menjaga dia,, kalau dia tau pasti ngambek dia tuh," ucap Citra yang sudah tau bagaimana keinginan Ana yang ingin hidup seperti orang lain yang bebas tanpa perlu di jaga oleh anak buah Aldi,, karena dia juga punya privasi.
"Biarin aja dia ngambek,, aku lebih perduli dan sayang sama dia,, ini udah mau malam aku nggak mau dia kenapa-kenapa,, dia kan bawa mobil sendiri,, dia juga cewek,, lagian aku menyuruh anak buah ku untuk tidak terlalu kentara ketika menjaga Ana,, aku menyuruh mereka untuk menjaga dia dari jarak yang lumayan jauh,, aku juga menyuruh anak buah ku ketika udah mau malam tadi kok,, bukan ketika Ana baru sampai di rumah Tante itu,, jadi nggak ada yang salah kan?" ucap Aldi.
"Aku nggak mau dia sama seperti kamu nasibnya,, kita nggak tau musuh itu bisa berbuat apa saja,," ucap Aldi.
"Kan Ana nggak ada musuhnya," ucap Citra.
__ADS_1
"Yah kita kan nggak tau,, bisa saja kan musuhku dan dia memanfaatkan Ana adik aku,, aku walaupun terlihat sering mengganggu adikku itu,, tapi aku sayang banget sama dia,, aku nggak mau dia kenapa-kenapa," ucap Aldi.
"Iya juga sih,, bisa saja kan Ana jadi sasaran dari musuh kamu,, seperti Rara yang menjadi sasaran dari musuh Rafa," ucap Citra.
"Nah itu kamu tau,, aku yakin kalau musuhku tau aku sangat menyayangi adikku itu,, pasti Ana lah jadi sasaran mereka,, makanya aku selalu menjaga Ana," ucap Aldi.
"Jangan sampai Ana tau yah,,, nanti dia memanfaatkan keadaan," ucap Aldi lalu tertawa.
"Iya tau kok,," ucap Citra juga lalu tertawa.
"Oh iya kamu itu kenapa sih bisa-bisanya berani banget ngatain orang itu banci? apa kamu nggak takut di bunuh sama mereka?" tanya Aldi begitu mengingat penyebab wajah Citra memar.
"Nggak,, aku nggak takut lagi,, karena aku pikir akan mati juga tadi,, jadi sebelum mati aku keluarkan dulu unek-unek aku," ucap Citra lalu lagi padahal sebenarnya dia melakukan itu untuk mengulur waktu,, supaya Denis tidak fokus pada Rara.
"Astaga Citra,, dimana-mana itu sebelum mati yah tobat dulu,, lah kamu ngeluarin unek-unek dulu,, dasar aneh,, pantas saja kamu nggak mati dulu,, karena Allah masih memberikan kamu kesempatan untuk tobat," ucap Aldi lalu tertawa.
"Isshhh gitu amat sih kamu Aldi,, tapi benar juga kali yah," ucap Citra.
"Emang benar,," ucap Aldi lalu tertawa lagi karena melihat ekspresi wajah Citra.
"Tapi Cit,, gimana kamu makan tuh?" ucap Aldi.
"Aku juga nggak tau Cit," ucap Aldi lagi.
"Kamu paksa aja,, yang penting makan,," ucap Aldi lagi lalu sengaja menertawakan Citra.
"Senang banget kamu sepertinya lihat aku begini yah,," ucap Citra kesal.
"Emang iya aku senang banget,," ucap Aldi.
"Aldi bantuin aku dong,, kasih saran aku makan gimana ini,, supaya nggak sakit," ucap Citra.
"Nggak tau Cit,, kamu makan bubur aja," ucap Aldi.
"Yah masa bubur sih nggak enak Aldi, aku kan pengen makan daging,," ucap Citra.
"Ya terserah kamu saja kalau gitu,, kan kamu juga yang merasakan sakitnya," ucap Aldi sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Astaga nggak bantu banget kamu," ucap Citra kesal.
"Iya emang makanya jangan minta bantuan sama aku," ucap Aldi lagi.
"Ishshh pantas saja Ana selalu kesal sama kamu, punya kakak kayak gini cobaan banget tau nggak," ucap Citra.
Aldi hanya tertawa untuk merespon ucapan Citra.
Sementara Anak buah Aldi benar-benar panik begitu Ana sudah berlumuran darah,,, dengan usaha keras mereka mengeluarkan Ana dari dalam mobil, dan mereka memilih membawa Ana ke rumah sakit terlebih dahulu baru mengabari Aldi.
"Gimana ini,, semoga saja Nona Ana bisa tertolong,, kalau tidak tertolong pasti nyawa kita juga tidak tertolong," ucap salah satu anak buah Aldi yang merasa lalai menjaga Ana.
"Aku nggak tau juga,, yang penting Nona Ana harus mendapatkan perawatan secepatnya,"
"Lebih cepat lagi kamu nyetir mobilnya,"
"Iya ini udah cepat banget,, aku juga nggak mau terjadi apa-apa pada Nona Ana," ucap anak buah Aldi yang sedang menyetir mobil sambil keringat dingin karena sempat melihat darah Ana yang sangat banyak dia benar-benar takut Ana tidak dapat tertolong lagi.
###########
Rumah sakit.
"Segera kabari tuan Aldi,," ucap salah satu anak buah Aldi begitu Ana sedang mendapatkan perawatan.
Dengan gemetar anak Aldi menelepon Aldi.
Aldi yang masih asik bicara dengan Citra segera melihat ponselnya begitu dia mendengar ponselnya berdering.
"Siapa?" tanya Citra.
"Anak buah ku yang aku perintahkan menjaga Ana,," jawab Aldi lalu segera mengangkat panggilan telfon dari anak buahnya.
"Halo,, ada apa? adikku nggak kenapa-kenapa kan? apa dia pergi ke tempat lain sehingga kalian menelepon ku? atau dia tau lagi keberadaan kalian sehingga dia berulah?" tanya Aldi karena jika anak buahnya menelepon berarti ada yang dilakukan Ana atau Ana tau mengenai keberadaan anak buah Aldi.
"Tu..tu..tuan maaf adik tuan lagi berada di rumah sakit sekarang dia mengalami kecelakaan tuan," ucap anak buah Aldi dengan perasaan takutnya.
Deg....
__ADS_1
Seketika ponsel Aldi jatuh dari genggaman tangannya.
Jantung Aldi benar-benar berpacu dengan cepat begitu mendengar kabar tentang adiknya.