Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Cobaan apa ini


__ADS_3

Rafa langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Fandi, bahkan dia sampai mengeluarkan air matanya sambil tertawa.


Fandi benar-benar kesal melihat respon Rafa pada dirinya.


"Rafa kamu jangan ribut, kamu nggak lihat Aldi disitu masih belum sadar" ucap Rara sambil mencubit Rafa.


"Aww" ringis Rafa.


"Maaf sayang, abis Fandi lucu banget tahu nggak" ucap Rafa sambil merangkul pinggang Rara agar Rara lebih dekat lagi padanya.


Ya ampun gue nggak sanggup lihat yang beginian batin Fandi.


"Kamu jangan ledekin Fandi, kasian tahu" ucap Rara.


"Fandi loe tenang ajah nggak ada kok yang akan peluk-pelukan disini" ucap Rara yang membuat Rafa langsung melongo tak terima.


Fandi langsung tertawa melihat ekspresi tidak terima Rafa.


"Syukurlah" ucap Fandi setelah menghentikan tawanya.


"Aku nggak mau sayang, ya udah kita pulang ajah tidur di rumah kalau gitu biar kita bebas, besok kita kesini lagi kan Aldi udah nggak kenapa-kenapa sekarang" ucap Rafa dengan santainya.


"Kamu kok gitu sih Rafa, aku nggak mau pulang, kamu ajah yang pulang kalau begitu" ucap Rara.


"Ya udah aku juga nggak mau pulang, jadi ayo kita istirahat istriku sayang, nggak usah perdulikan obat nyamuk" ucap Rafa sambil melihat penuh ledekan kepada Fandi.


Rara benar-benar merinding mendengar ucapan Rafa dan dia pun akhirnya menurut kepada Rafa untuk segera ke tempat tidur.


Di dalam ruangan itu sudah tersedia dua tempat tidur untuk keluarga yang menunggu pasien, ruang rawat Aldi adalah ruang rawat terbagus di rumah sakit itu, karena rumah sakit itu milik Ayah Rafa.


"Fandi nih guling buat loe yang jomblo, gue nggak butuh guling kok" ledek Rafa sambil melemparkan guling kepada Fandi dan Fandi secara refleks menangkap guling itu.


"Wah sombong banget yah loe" ucap Fandi sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang empuk itu lalu memeluk guling yang di lemparkan oleh Rafa barusan.


Rafa pun tertawa melihat Fandi yang hanya pasrah ketika dia meledeknya karena memang Fandi jomblo.


"Ayo sayang kita tidur" ucap Rafa kepada Rara.

__ADS_1


Rara pun akhirnya baring di samping Rafa. Rafa langsung menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh mereka berdua.


"Rafa perutmu nggak kenapa-kenapakan karena tadi aku mencubitnya?" tanya Rara kepada Rafa yang sedang asik menatap Rara.


"Nggak apa-apa kok asal kamu yang mencubitnya" jawab Rafa.


"Rafa aku serius loh" ucap Rara.


"Iya nggak apa-apa sayang" ucap Rafa setelah mencium bibir Rara.


Rara langsung terdiam karena Rafa yang langsung menciumnya tanpa bilang-bilang.


Ketika Rafa mencium bibir Rara, Rafa sengaja menarik selimut agar menutupi seluruh tubuh mereka.


Mereka ngapain sih di dalam selimut gitu, itu Rafa apain Rara sih batin Fandi kepo.


Rafa segera mengembalikan posisi selimut lagi seperti sebelumnya sambil tersenyum puas. Dan Fandi semakin kepo setelah melihat senyum Rafa.


"Fandi loe lebih baik tidur deh, ngapain sih loe lihat-lihat disini terus, loe belum cukup umur untuk melihat adegan ini tahu nggak" ledek Rafa lagi.


"Ihh kepedean banget sih loe Rafa, gue lihat disitu karena gue itu hanya khawatir sama Rara tahu nggak" alasan Fandi karena dia sudah ketahuan sedang kepo kepada Rara dan Rafa.


"Alasan ajah loe, lagian yah Rara nggak mungkin kenapa-kenapa tahu nggak kalau sama gue, dan gue ingatin yah kalau loe dengar suara-suara desahan Rara sebentar loe nggak usah khawatir, dia itu nggak kenapa-kenapa kok" ucap Rafa dengan santainya yang membuat pipi Rara langsung merona.


"Rafa kamu ngomong apaan sih, aku mau tidur kalian lanjutkan saja ributnya" ucap Rara lalu menutup matanya.


"Aku juga mau tidur sayang dan loe Fandi lebih baik loe tidur mulai sekarang tapi loe dengar-dengar juga yah siapa tahu ajah Aldi sadar ketika kita berdua sedang tidur" ucap Rafa.


Fandi tidak menggubris ucapan Rafa lagi dan Fandi pun berusaha menutup matanya untuk segera tidur.


Sedangkan Rafa terus saja mengganggu Rara yang ingin tidur. Rafa berusaha untuk tidur tapi dia tidak bisa tidur jadilah dia mengganggu Rara terus.


"Rafa aku mau tidur" bisik Rara di dalam selimut agar Fandi tidak mendengarkan suaranya kalau misalkan Fandi belum tidur, semua itu ulah Rafa yang sengaja menutup mereka berdua dengan selimut akhirnya Rara berbisik di dalam selimut.


Rafa tidak memperdulikan bisikan Rara dia terus saja menjamah tubuh istrinya.


"Rafa" bisik Rara lagi karena dia benar-benar kegelian dengan kelakuan Rafa.

__ADS_1


"Panggil sayang, aku nggak mau di panggil nama" bisik Rafa lalu ******* leher istrinya.


"Sayang udah-udah yah, kamu jangan seperti ini, aku udah manggil sayang loh" ucap Rara sambil berusaha menghentikan tangan Rafa dan juga Rafa yang sedang asik dengan aktivitasnya.


Mereka gelisah banget sih, itu Rafa ngapain lagi paling gelisah gitu, terus nutupin dirinya dan Rara pakai selimut lagi batin Fandi yang masih saja kepo dan belum bisa tidur juga.


Rafa langsung mencium bibir Rara.


"Panggil lagi" ucap Rafa setelah mencium bibir Rara.


"Sayang" ucap Rara.


"Yang ikhlas" ucap Rafa lalu memberikan tanda kissmark di leher jenjang putih mulus Rara.


Rafa tahu pasti sekarang Rara masih bingung dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba, padahal sudah lama Rafa sangat mencintai Rara, dan Rafa juga tahu kalau Rara sangat mencintai dirinya juga.


Tapi karena Gracia akhirnya Rara lah yang lebih dulu menyatakan perasaannya kepada Rafa, padahal Rafa mencintai Rara sebelum Rara menyatakan perasaan cintanya kepada Rafa.


Namun itu membuat Rafa juga bahagia, karena setidaknya dia tahu bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Rara mencintai dirinya juga.


Rafa berusaha keras melindungi Rara dari Gracia, sampai-sampai dia harus melihat air mata sakit hati Rara terus yang membuat hati Rafa juga sakit. Tapi apa boleh buat itu semua untuk kebaikan Rara.


"Sayang ayo bilang" ucap Rafa lagi sambil tangannya bergerilya kemana-mana.


"Sayang" ucap Rara sambil menahan tangan Rafa.


Rafa tersenyum melihat ekspresi Rara.


Seandainya ini di kamar kita sudah lama aku memakanmu sayang batin Rafa.


Fandi tiba-tiba mendengar suara Rara yang berbeda.


Rara bersuara karena Rafa yang sedang bertindak seperti bayi yang sedang menyusu.


"Sayang kamu jangan kayak gini dong" bisik Rara sambil berusaha menahan suaranya dan berusaha menghentikan aktivitas Rafa.


"Bentaran ajah kok sayang kamu jangan bersuara kasihan Fandi" bisik Rafa sambil tersenyum lalu melanjutkan aktivitasnya lagi.

__ADS_1


Rara lagi-lagi bersuara walaupun dia sudah berusaha menahannya dan itu di dengar oleh Fandi.


Ya Allah cobaan apa ini batin Fandi ngenes.


__ADS_2