
Chris tampak sangat bersemangat untuk pergi liburan. Sedangkan Citra yang berada di dalam kamarnya merasa sangat tidak bersemangat untuk pergi liburan begitu mengingat dirinya akan bertemu dengan Fandi dan juga Delia. Citra sangat malas untuk melihat kemesraan Delia dan Fandi di depan matanya. Namun dia juga harus tetap pergi karena merasa tidak enak pada yang lainnya kalau tiba-tiba membatalkan kepergiannya.
Citra dan Ana sudah pisah kamar,, itu pun Ana yang inginkan untuk pisah kamar karena Ana tak ingin selalu merepotkan orang karena kondisi dirinya. Namun Citra tetap berada di kamar Ana,, hanya ketika mau tidur saja dia baru ke kamarnya.
Aldi yang berada di rumahnya juga merasa sangat bahagia karena jarang-jarang dia akan pergi liburan bersama-sama dengan orang-orang terdekatnya,, apalagi bersama dengan Rafa,, orang paling sibuk menurut Aldi. Meskipun mereka dekat tapi sangat jarang untuk seperti ini,, makanya Aldi sangat bahagia,, meskipun dia tidak memiliki pasangan seperti yang lainnya tapi tak apa menurut Aldi.
Ana terlihat tidak bersemangat untuk pergi liburan karena kondisi dirinya.
Hmm aku hanya akan merepotkan orang lain,, seandainya aku tidak seperti ini,, pasti aku akan sangat senang,, kenapa harus aku yang memiliki takdir seperti ini? batin Ana yang sangat sedih karena kondisi dirinya..
Ana sedikit terlonjak kaget begitu Citra tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
"Ya ampun kamu kaget yah? maaf yah nggak maksud buat kamu kaget,," ucap Citra sambil datang mendekati Ana..
__ADS_1
"Hmm nggak kok santai aja," ucap Ana sambil tersenyum.
"Gimana kamu udah siap nih pergi liburan bersama pacar?" goda Ana sambil melihat Citra.
"Ishh apaan sih Ana,, jangan gangguin aku dong,, santai aja,, oke," ucap Citra juga sambil melihat Ana.
"Nggak bisa santai aku," ucap Ana sambil nyengir.
"Oh iya ngapain kamu kesini?" tanya Ana lagi.
"Udah kok,," jawab Ana.
"Yakin? siapa tau ada yang bisa aku bantu,, kamu bilang aja biar aku bantu," ucap Citra lagi.
__ADS_1
Ana dengan segera menggelengkan kepalanya.
"Udah selesai dan aku udah siap kok,, makasih yah udah mau bantu,," ucap Ana lagi sambil memasang wajah sedihnya.
"Ya ampun Ana,, aku nggak maksud seperti yang ada di pikiran kamu kok,, aku benar-benar mau bantu aja siapa tau ada yang bisa aku bantu,, dan kamu nggak merepotkan sama sekali kok,, jadi jangan sedih yah,,, dan kamu harus semangat,, nanti kamu pasti bisa jalan lagi kok,,, pasti bisa,,," ucap Citra lagi yang sudah mengerti dengan ekspresi wajah Ana yang sedih.
"Iya aku tau kok,, aku hanya sedih saja dengan diriku yang saat ini,, aku benar-benar rindu bisa jalan seperti dulu lagi,," ucap Ana sambil menangis. Ana benar-benar sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Ana tidak bisa lagi pura-pura baik-baik saja di hadapan Citra karena sebenarnya dia sangat merindukan dirinya yang bisa jalan.
"Kamu yang sabar yah Ana,, pasti nanti kamu akan jalan kok,, asal mengikuti ucapan dokter pasti bisa,, sekarang kita happy-happy aja, fokus sama liburan kita,, lagian ada Reno yang selalu ada,, ada Aldi juga,, ada yang lainnya juga,," ucap Citra sambil tersenyum.
"Ayo kita keluar,, Aldi pasti udah nungguin kita," ucap Citra lagi.
Ana pun mengikuti ucapan Citra. Citra segera mendorong kursi roda Ana.
__ADS_1
Ekspresi wajah Citra langsung berubah seketika begitu melihat Fandi.