Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kamu siapa?


__ADS_3

"Beneran Cit,, Ana nggak apa-apa kalau kita nggak temani dia?" tanya Rara.


"Iyalah Rara nggak apa-apa,, dia bukan anak kecil lagi loh udah gede dia tuh," ucap Citra.


"Abis aku takut ajah nanti dia kenapa-kenapa,, kan kamu tahu bagaimana Rafa, Fandi dan Aldi menjaga kita,, aku benar-benar takut,, karena kalau orang ada niatan jahat bisa melakukan segala cara,, kita temani Ana saja yuk," ajak Rara.


"Iya aku tahu kok Ra, tapikan Ana nggak mau di temani,, udah nggak usah mikir macam-macam tadi itu hanya ibu-ibu saja yang kasihan bukan orang jahat kok pasti,, kita tunggu ajah pasti Ana akan telfon kita bentar," ucap Citra.


"Sekarang kamu harus membeli pakaian juga,, masa kamu hanya menemani kita tapi nggak belanja sih,, nanti Rafa mikirnya kita manfaatin kamu lagi,," ucap Citra.


"Ya ampun itu nggak mungkin banget,, Rafa nggak akan mikir seperti itu dan kalau dia mikir seperti itu biar aku yang bersihkan pikiran dia,, biar dia nggak mikir macam-macam," ucap Rara yang membuat Citra langsung tertawa.


"Emang bisa Ra?" tanya Citra.


"Bisa kok," ucap Rara lalu tertawa.


"Kamu pilih ajah dan nggak usah takut kalau Rafa marah,, dia nggak akan marah kok,, jadi santai ajah,, aku tahu betul suamiku itu," ucap Rara.


"Emm Rara sebenarnya ada yang ingin aku katakan sama kamu," ucap Citra dan itu membuat Rara mengernyitkan keningnya begitu melihat Citra yang tampak ingin berbicara serius.


Apa yang ingin dikatakan Citra sama aku,, sepertinya sangat serius,, batin Rara.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Rara penasaran.


"Tapi kamu janji dulu jangan beritahu siapa-siapa yah,, kita berdua ajah yang tahu semua ini,, gimana setuju nggak?" tanya Citra.


"Iya setuju kok," ucap Rara.

__ADS_1


"Janji yah,, masalahnya aku bakalan malu banget kalau sampai ditahu oleh orang lain," ucap Citra lagi.


"Iya aku janji,, aku nggak bakal beritahu pada orang lain,, dan aku orang yang bisa memegang janjiku,, jadi kamu nggak perlu khawatir,," ucap Rara sambil tersenyum.


"Bagus deh,, aku percaya kok," ucap Citra.


"Terus apa yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Rara lagi.


"Aku sebenarnya pernah menyukai suami kamu tapi sekarang udah nggak lagi kok karena aku sadar aku itu nggak pantas buat dia dan kamulah yang pantas buat dia,, aku juga tahu kalau dia nggak mungkin suka sama aku,, lagian aku juga udah sadar sekarang kamu itu wanita yang baik,, itulah mengapa dia itu sangat mencintai kamu dan menjaga kamu,, dia nggak memilih wanita lain," ucap Citra.


"Aku sebenarnya malu untuk mengatakan ini,, tapi aku juga ingin katakan semuanya biar nggak jadi beban untukku,, walaupun hanya sama kamu saja aku berani katakan," ucap Citra lagi.


Rara benar-benar sangat terkejut begitu mendengar pengakuan Citra. Dia benar-benar tidak menyangka ternyata Citra menyukai Rafa. Walaupun memang tidak bisa di pungkiri kalau Rafa itu adalah idaman para wanita,, hanya dia juga tidak menyangka kalau Rafa adalah pria idaman Citra juga.


Citra melihat Rara yang hanya diam saja,, dia sedikit panik,, takut kalau Rara tidak menerima bahwa dirinya pernah menyukai suaminya,, Citra benar-benar takut,, jangan sampai Rara melapor pada Rafa,, dan meminta Rafa untuk memberikan dirinya pelajaran,, Citra yakin tentu Rafa akan mengikuti kemauan Rara.


"Kamu marah yah Rara,, aku pernah menyukai suami kamu?" tanya Citra lagi.


"Emm nggak kok Citra,, itukan hak kamu untuk menyukai siapa saja karena cinta tidak bisa di atur,, hanya aku benar-benar sangat terkejut ternyata kamu menyukai Rafa,, aku benar-benar nggak menyangka," ucap Rara.


"Itu dulu kok sekarang aku benar-benar sudah tidak mencintai dia lagi,, dia itu sangat mencintai kamu,, dan aku senang lihat dia yang bahagia walaupun tidak sama-sama dengan aku,,, kamu juga wanita yang baik dan sangat cocok dengannya,, aku tidak akan pernah mungkin mendapatkan dia karena kamulah jodoh Rafa,, wanita yang bisa buat dia bahagia itu yah hanya kamu tidak ada yang lain," ucap Citra.


"Kamu jangan bilang pada siapa-siapa yah kalau aku pernah menyukai Rafa,, apalagi bilang pada Rafa aku mohon banget jangan lakukan itu," ucap Citra lagi.


"Iya nggak akan kok tenang ajah,, aku udah janji tadi,,, semua ini hanya kita berdua saja yang tahu,, apa itu sebabnya waktu itu kamu sangat membenci aku?" tanya Rara.


"Iya,, itu sebabnya waktu itu aku sangat membenci kamu,, aku iri sama kamu karena bisa mendapatkan Rafa,, bisa menikah dengan Rafa sementara aku yang sejak dulu menyukai dia tidak pernah di lirik oleh Rafa,, waktu itu aku benar-benar sangat iri pada kamu,, dan bahkan ada niatan jahat sama kamu tapi untung saja aku tidak melakukan itu,, kalau aku sampai melakukan itu habislah aku jika ketahuan dengan Rafa,, aku bisa-bisa seperti Zahra juga akan di buat malu,, walaupun dengan cara yang berbeda tapi aku yakin Rafa akan melakukan itu atau bahkan aku akan di bunuh dengan Rafa," ucap Citra karena Citra tahu walaupun Rafa tidak bilang tentang keterlibatannya kepada kasus Zahra,,, tapi melihat semuanya Citra tahu ada campur tangan Rafa di kasus Zahra.

__ADS_1


"Kamu tahu tentang kasus Zahra kalau Rafa ikut campur tangan disitu?" tanya Rara.


"Jadi memang benar Rafa ada ikut campur tangan di kasus Zahra?" tanya Citra balik.


"Iya dia ada ikut campur tangan di kasus Zahra,," jawab Rara yang sudah tahu.


"Sudah kuduga,, karena melihat Zahra yang juga dari keluarga orang kaya akan sangat mudah mengurus itu semua tapi sekarang mereka tidak bisa,, jadi aku yakin ada campur tangan orang yang lebih berkuasa di kasusnya yaitu campur tangan Rafa, semua itu Rafa lakukan pasti karena Zahra berani menganggu kamu,, itulah aku sangat yakin Rafa pria yang bisa melakukan apa saja jika orang lain mengganggu kamu,, termasuk jika aku berani menganggu kamu,," ucap Citra.


"Rara kamu sangat beruntung mendapatkan Rafa," ucap Citra lagi.


"Kamu tahu nggak aku pernah mencari tahu tentang Zahra untuk mengajaknya kerja sama hanya karena aku iri sama kamu,, beruntung aku tidak bertemu dia dan cepat disadarkan kalau yang aku lakukan itu salah,," ucap Citra.


Rara sedikit terkejut begitu mendengar ucapan Citra,, Rara sadar orang bisa melakukan apa saja jika sudah iri.


"Aku sangat senang kalau kamu udah sadar Citra, karena biar bagaimanapun memang salah yang kamu lakukan," ucap Rara.


"Iya Ra, aku di butakan dengan cinta dan iri waktu itu,, hingga timbul niatan jahat sama kamu,, beruntung kamu datang ke rumah Aldi dan buat aku sadar kalau tidak ada tempat dihati Rafa buat aku karena semuanya sudah diisi sama kamu,, Rafa sangat mencintai kamu dan kamu juga wanita baik yang memang pantas mendapatkan Rafa,," ucap Citra.


Sementara di waktu dan tempat yang sama.


Ana jalan mendekati ibu-ibu yang terlihat kasihan di mata Ana,,, dan itu tidak luput dari bodyguard yang menjaga mereka dari kejauhan.


"Tante," ucap Ana sambil tersenyum.


Ibu-ibu itu sedikit heran begitu melihat Ana yang tersenyum padanya karena dia tidak mengenal Ana,, dia berusaha mengingat siapa tahu saja dia mengenal Ana tapi dia lupa,, namun tetap saja dia tidak mengenal Ana.


"Kamu siapa?" tanya mama Reno.

__ADS_1


__ADS_2