Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Masuk kampus lagi,,,


__ADS_3

Note : baca BAB sebelumnya dulu biar nyambung ceritanya 😁


################


"Iya,, iya santai aja dong Rafa,, jangan ngegas,, aku kan hanya bertanya saja siapa tau adakan,, jadi kita bisa pergi mengecek di sana," ucap Fandi yang lagi-lagi menahan tawanya.


"Nggak ada,," ucap Rafa.


"Udah,, udah jangan ribut terus,, sarapan aja dulu,," ucap Rara menengahi pembicaraan Rafa dan Fandi.


"Dengar itu Rafa kata Rara makan jangan ribut terus," ucap Fandi lagi sambil menahan tawanya.


"Yah kamu yang duluan,," ucap Rafa.


"Hahaha kan cuma bertanya Rafa perasaan aku udah bilang deh tadi,," ucap Fandi.


"Nggak usah bertanya kalau mengenai itu," ucap Rafa lagi.


"Iya deh,, jadi gimana bagusnya ini?" tanya Fandi.


"Kalian nggak bisa gitu makan dulu,, nanti di lanjutin lagi ngobrolnya kalau udah selesai makan?" ucap Rara sambil melihat Rafa dan Fandi secara bergantian.


"Nggak bisa Ra untuk kali ini,, kita harus bicarakan sekarang karena ini untuk keselamatan kamu juga, karena Ra kalau ini benar-benar Gracia dalangnya dibalik semua yang terjadi ini, kamu benar-benar dalam bahaya,, Gracia sudah pasti menargetkan kamu,, nggak mungkin Rafa karena dia mencintai Rafa,, dia itu seperti wanita yang ada gangguan jiwa Ra,," ucap Fandi sambil bergidik ngeri.


"Ini salah Rafa sih,, pacaran sama wanita seperti itu,, akhirnya istrinya yang kesusahan,, istrinya yang dalam bahaya terus,, nggak bebas seperti yang lain,," ucap Fandi lagi.


"Astaga Fandi aku mana tau kalau akan seperti ini,, kalau aku tau aku nggak mungkin dong mau pacaran sama Gracia wanita gila itu,," ucap Rafa.


Fandi langsung tertawa begitu melihat ekspresi wajah kesal dari Rafa.


"Ketawa lagi kamu," ucap Rafa sambil melihat kesal pada Fandi.


"Iya deh maaf,, aku nggak ketawa lagi,," ucap Fandi.


"Jadi gimana ini,, apa kita minta bantuan Aldi saja untuk mencari tau semuanya,, dia kan biasa cepat banget kalau masalah ini," ucap Rafa.

__ADS_1


"Jangan dulu deh,, nanti saja,, kita cari tau sendiri saja dulu,, Aldi masih mengurus Ana,, jangan tambah beban pikiran dia," ucap Fandi.


"Ya ampun iya,, aku lupa lagi,," ucap Rafa.


"Yang intinya sekarang Rara jangan terlalu baik dan jangan sendiri karena kita masih mau mencari tau dulu pelaku sebenarnya yang kemungkinan Gracia pelakunya," ucap Fandi.


Rara langsung menganggukkan kepalanya.


"Terus kalau aku mau ke kampus,, gimana dong?" ucap Rara yang langsung teringat dengan kuliahnya.


"Ada aku," ucap Fandi.


"Tapi Fandi kamu kan di kantor bersama aku," ucap Rafa.


"Iya juga yah," ucap Fandi sambil berpikir.


Rafa pun ikut berpikir.


"Jalan satu-satunya kamu jangan masuk kuliah dulu sayang," ucap Rafa yang langsung membuat Rara terlihat tidak bersemangat seketika.


Aduhh aku paling nggak bisa melihat istriku tidak bersemangat seperti ini,, batin Rafa.


Aku nggak bisa melihat Rara seperti ini,, tapi nggak ada jalan lain,, supaya dia tetap dalam pengawasan,, batin Fandi.


"Beneran aku nggak masuk kuliah dulu?" ucap Rara sambil memasang wajah kasihannya.


"Emmm kamu masuk kuliah aja nanti aku masuk kuliah juga," ucap Rafa.


"Rafa kamu gila yah,, perusahaan siapa yang urus?" tanya Fandi.


"Emmm ada ayahku,, dia saja yang urus dulu sampai kita wisuda,, kan nggak lama lagi kita wisuda,," ucap Rafa.


"Baiklah kalau seperti itu,, kita masuk kampus lagi kalau gitu," ucap Fandi senang.


"Senang banget kamu Fandi,, jangan-jangan karena mau ketemu Zahra yah kamu makanya kamu senang banget," ledek Rafa yang langsung membuat Fandi melihat Rafa dengan tatapan melongo.

__ADS_1


Rara langsung tertawa begitu mendengar ucapan Rafa.


"Apa tadi Rafa, kamu bilang apa? coba ulangi sekali lagi biar aku dengar baik-baik yang kamu katakan," ucap Fandi yang sudah terlihat kesal pada Rafa.


"Aku bilang kamu senang banget mau masuk kampus lagi,, jangan-jangan ini ada hubungannya lagi dengan Zahra makanya kamu semangat banget gitu," ucap Rafa lagi.


Rara hanya bisa geleng-geleng kepala begitu mendengar ucapan Rafa. Dan dia tau pasti Fandi tidak akan menerima perkataan Rafa pada dirinya.


Suamiku ini ada-ada saja kalau gangguin Fandi,, kan nggak mungkin banget kalau Fandi semangat karena Zahra,, secara Fandi tidak suka sekali pada Zahra,, dia sangat kesal pada Zahra,, jadi rasanya benar-benar nggak mungkin,, batin Rara sambil melihat Rafa dan Fandi secara bergantian.


"Amit-amit banget,, ini semua tidak ada hubungannya sama sekali dengan Zahra,, emang salah gitu kalau aku semangat nggak salah kan,, aku senang bisa masuk kampus lagi bareng kalian,, bukan senang gara-gara Zahra,," ucap Fandi sambil bergidik ngeri begitu mende ucapan Rafa.


"Yah siapa tau aja kan,, abis aku bingung banget sama kamu Fandi,, Citra kamu nggak suka,, Zahra juga, lalu siapa yang kamu suka sebenarnya?" ucap Rafa lagi.


"Rahasia dong,, yang jelasnya dia tidak seperti Citra dan Zahra,, dia sangat jauh berbeda,, dia wanita yang baik dan lemah lembut," ucap Fandi sambil tersenyum.


"Loh kok seperti istriku sih Fandi tipe wanita itu,, apa jangan-jangan istriku yang kamu maksud,, iya?" ucap Rafa sambil melihat Fandi.


Fandi tampak gugup begitu mendengar ucapan Rafa. Dia tidak mau kalau sampai Rafa tau tentang perasaannya pada Rara yang sudah lama dia pendam semenjak dia di perintahkan dengan ayah Rafa untuk menjaga Rara,, calon istri Rafa.


"Nggak mungkin dong sayang,, Fandi nggak mungkin suka sama aku,, itu hanya perasaan kamu saja,," ucap Rara sambil melihat Rafa dan Fandi secara bergantian.


Hmmm untung saja Rara membela aku,,, batin Fandi yang langsung lega seketika.


"Yah mungkin dong sayang,, cinta itu nggak ada yang tau,, bisa saja Fandi jatuh cinta sama kamu,," ucap Rafa sambil melihat penuh selidik pada Fandi.


"Fandi,, beneran kamu suka sama istriku? wanita yang kamu maksud itu istriku?" tanya Rafa penuh selidik pada Fandi.


"Astaga Rafa bukanlah,, seperti kata Rara tadi aku nggak mungkin suka sama dia,, kamu ini mikirnya macam-macam banget sih,, jangan pikir macam-macam lah,, Rara itu istri kamu Rafa mana mungkin aku menyukai istri kamu,," ucap Fandi yang sedang berusaha terlihat biasa saja,, padahal dia benar-benar deg-degkan begitu mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Rafa.


"Udah sayang jangan tanya Fandi seperti itu lagi,, kasian dia lagi makan,,, kamu nanya dia seperti itu,,, nggak kasihan apa kamu sama dia?" ucap Rara.


"Sekarang makanlah jangan tanya macam-macam lagi karena Fandi nggak mungkin suka sama aku," ucap Rara dengan penuh keyakinan.


"Hmmm iya juga sih,,," ucap Rafa.

__ADS_1


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan pagi.


Sementara di waktu yang sama Reno sedang bersiap-siap ke rumah sakit untuk menjenguk Ana lagi.


__ADS_2