Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Nggak usah lebay...


__ADS_3

Ana terkejut begitu mendengar ucapan Mama Reno,, Ana benar-benar sangat malas untuk bertemu dengan Reno di tambah lagi Ana juga tidak menyangka kalau Reno akan mau di suruh belanja bahan dapur dengan mamanya.


"Tante serius mau menelepon anak tante?" tanya Ana.


"Iya sayang biar dia saja yang belanja,,, kamu nggak usah pergi belanja kita disini saja menunggu belanjaan,," ucap mama Reno.


"Memang dia mau Tante?" tanya Ana dengan harapan Reno tidak mau.


Please semoga dia nggak mau,, malas banget lihat wajah cowok sombong itu,, batin Ana.


"Iya dong sayang dia pasti mau,, itu kan sudah tugas dia jadi dia udah biasa,, udah yah kamu nggak usah merasa tidak enak sama dia,,, dia udah biasa kok santai aja,," ucap mama Reno sengaja padahal dia sudah tau kalau Ana sebenarnya tidak mau bertemu dengan Reno,,, tapi apa boleh buat dia sudah menyusun rencana agar Ana dan Reno bisa bertemu.


Bukan merasa tidak enak tante,, tapi aku malas bertemu dengan anak tante,, duhhh mau bilang juga nggak enak karena emang bahan dapurnya udah hampir kosong,,, kenapa pas aku datang bahan dapurnya habis sih,,, batin Ana.


"Oh begitu yah Tante,," ucap Ana sambil tersenyum terpaksa.


"Iya sayang,," ucap mama Reno.


"Tante telfon dia dulu kalau gitu yah,," ucap mama Reno lagi sambil mencari nama kontak anaknya di ponselnya lalu dengan segera dia menelepon Reno.


Reno yang sedang duduk-duduk santai dengan teman-temannya langsung melihat ponselnya begitu dia mendengar berdering,, dengan harapan bahwa yang menelepon dirinya adalah Fania,,, namun harapannya sia-sia karena ternyata mamanya yang menelepon,,, seketika ekspresi wajahnya langsung lemas seketika.


"Siapa Ren?" tanya Tasya karena melihat ekspresi wajah Reno yang langsung berubah.


"Nyonya besar,," jawab Reno.


"Hah siapa tuh?" tanya Andre.


"Tante aku sayang,, mamanya Reno,, pantas ekspresi wajah Reno langsung berubah seketika,,," ucap Tasya lalu tertawa.


"Buruan angkat Ren,, Nyonya besar kalau marah sangat mengerikan loh,," ucap Tasya.


"Iya tau,, tapi aku kasih lama-lama saja ahh,, siapa tau mama nggak nelfon lagi,, karena mengerti dengan aku,," ucap Reno sambil melihat ponselnya dan tidak mengangkat panggilan telfon dari mamanya.


Awas yah kau Reno,, pasti sengaja nih anak nggak mau angkat panggilan telfon dari aku,, tunggu saja kalau kamu pulang ke rumah,, mama akan ajar kamu cara mengangkat panggilan telfon cepat,, supaya kamu nggak hanya melihat-lihat panggilan telfon dari mama,, batin Mama Reno yang seperti ingin memakan Reno.


Ana terus melihat mama Reno yang sedang menelepon Reno,, orang yang Ana tidak ingin ketemu.


Semoga tuh cowok nggak angkat panggilan telfon dari mamanya,,, biar aku nggak ketemu dan aku saja yang pergi belanja,, batin Ana penuh harap.


"Tante mungkin dia lagi sibuk makanya dia tidak angkat panggilan telfon dari Tante,,, lebih baik Ana saja yang pergi belanja tante,,, lagian nggak enak juga Tante kalau menyusahkan anak tante,,," ucap Ana memberikan ide,, yang sudah tentu mama Reno akan tolak,, karena tidak sesuai dengan rencana dia.


"Nggak boleh dong sayang,,, masa kamu yang pergi belanja sih,, lagian dia ini nggak sibuk kok,, mungkin dia hanya tidak mendengar bunyi ponselnya saja,,," ucap mama Reno sambil tersenyum manis.


"Tante akan menelepon dia lagi,," ucap mama Reno lalu segera menelepon Reno lagi.


Dan lagi-lagi ponsel Reno berdering.


Duh kok mama nelfon terus yah,, aku nggak ada buat kesalahan dehh sepertinya,, batin Reno sambil mengingat-ngingat.


"Reno buruan angkat tuh panggilan telfon dari mama kamu,, jangan hanya dilihatin doang,, kasian tuh mama kamu nelfon terus siapa tau aja penting kan,," ucap Andre.


"Iya memang ini pasti penting karena mama aku pasti mau marah-marah lagi nih,, walaupun aku merasa nggak buat kesalahan sih hari ini,, tapi kalau dia nelfon terus udah pasti dia mau marah-marah lagi,," ucap Reno.


"Ya udah buruan angkat,, nanti Nyonya besar semakin marah kalau kamu lama mengangkat bahkan kalau sampai kamu nggak mengangkat panggilan telfon dari dia,," ucap Tasya juga sambil menahan tawanya,,, karena dia benar-benar merasa lucu begitu melihat ekspresi wajah Reno.


"Iya sih benar juga,," ucap Reno lalu segera mengangkat panggilan telfon dari mamanya.


"Halo mamaku sayang,,, ada apa? kesalahan apa lagi yang anakmu ini buat sehingga mama menelepon aku terus,," ucap Reno langsung begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari mamanya.


Hemm akhirnya dia angkat juga,,, berani tadi kamu tidak mengangkatnya kamu sudah pasti akan dapat ceramah lagi,, batin Mama Reno.


"Halo Reno,, lagi dimana kamu?" tanya mama Reno.

__ADS_1


"Kenapa lama baru mengangkat panggilan telfon dari mama?" tanya mama Reno lagi.


"Emm ini ma,, aku lagi di rumah teman,,, nggak dengar tadi ma bunyi ponselku,,, maaf yah mamaku sayang,," ucap Reno,, sedangkan teman-temannya yang lain berusaha menahan tawanya termasuk Tasya,,, begitu melihat Reno yang takut pada mamanya dan malah beralasan.


Reno,, Reno,,, gitu amat sih kamu takut sama tante,, pakai bohong segala lagi,, batin Tasya.


"Oh nggak dengar,, yang benar nih Reno?" tanya mama Reno lagi.


Nggak dengar,,, alasan saja anakku satu-satunya ini,, kamu pikir mama kamu gampang gitu di tipu,, mama kamu lebih berpengalaman kali kalau masalah begituan,,, batin Mama Reno.


"Iya mamaku sayang,, oh iya ada apa ma? tumben nelfon terus,, seingat aku nggak ada masalah yang aku buat,," ucap Reno.


"Nggak ada masalah emang,,, tapi kamu lupa belanja bahan-bahan dapur,, jadi sekarang cepat kamu pulang dari rumah temanmu terus singgah belanja,,, mama mau masak nih tapi nggak ada bahan-bahannya di dapur,,, udah hampir habis semuanya,," ucap mama Reno sambil menahan tawanya karena sebenarnya itu bukan tugas Reno,, tapi berhubung dia memiliki rencana akhirnya dia menjadikan itu sebagai tugas Reno saja supaya ada alasan dia bisa pulang ke rumah.


"Apa ma belanja bahan-bahan dapur?" tanya Reno untuk memastikan sekali lagi.


Orang yang berada disitu hampir saja tertawa begitu mendengar ucapan Reno. Namun mereka tetap berusaha menahan tawanya. Reno hanya melihat kesal pada teman-temannya.


"Iya belanja bahan-bahan dapur,,, tugasmu loh itu,,, bisa-bisa kamu tidak memperhatikan tugas kamu,, sekarang cepat pulang lalu belanja,,, karena mama mau memasak nih,," ucap Mama Reno lagi.


Reno langsung tertawa begitu mendengar ucapan Mamanya,, yang membuat orang yang berada di sekitaran Reno melihat heran pada Reno,, sedangkan mama Reno juga ikutan heran dengan respon anaknya.


"Mama ini salah nyuruh yah,, masa iya Reno yang ganteng begini di suruh belanja bahan-bahan dapur sih ma yang benar aja deh,," ucap Reno setelah menyelesaikan tawanya.


"Oh bahan-bahan apa saja yang di butuhkan,,, tunggu yah,, aku akan menelepon lagi setelah mencatat semuanya,," ucap mama Reno lalu menutup panggilan telfonnya dengan Reno yang langsung membuat Reno mengernyitkan dahinya bingung dengan kelakuan mamanya.


Mama aku nih kenapa sih aneh banget dehh,,, belanja bahan-bahan dapur lah,, catatan lah,, heran deh,, batin Reno.


"Ren,, kamu di suruh belanja sama tante?" tanya Tasya.


"Iya tadi dia bilang begitu padahal aku tuh nggak tau belanja-belanja begituan,,, mungkin tadi mama aku lagi ngigo makanya dia seperti itu,, aneh banget,," ucap Reno sambil melihat ponselnya.


"Ana sayang kamu tunggu disini dulu yah,, Tante mau mencatat bahan-bahan apa saja yang sudah habis,, karena Reno mau belanja," ucap mama Reno.


"Oh iya tante,," ucap Ana sambil tersenyum.


Mama Reno pun segera berjalan untuk mencari tempat aman agar dia bisa bebas bicara dengan Reno. Bisa mengancam Reno supaya dia mau pergi belanja,,, karena kalau dia tidak mengancam Reno sudah pasti akan susah bahkan Reno mungkin tidak mau.


"Coba deh kalian bayangkan kalau tadi mamanya Reno beneran nyuruh Reno buat belanja bahan-bahan dapur,,, aku pasti tertawa paling depan,," ledek salah satu teman Reno lalu tertawa,, dan Reno pun ikut tertawa.


"Hemm itu nggak mungkin banget tau nggak,,," ucap Reno.


"Mana mungkin sih mama aku itu setega itu sama aku,," ucap Reno lagi.


"Dia saja langsung menutup panggilan telfonnya tadi berarti mungkin dia lagi ngigo aja tadi,," ucap Reno dengan penuh keyakinan.


"Aku sih berharap banget kalau tante nyuruhnya beneran,,, kan bagus tuh kalau beneran ada bahan buat gangguin Reno,," ucap Tasya juga.


"Dasar kamu,, jangan ngomong sembarangan dong,, aku takut nih jangan sampai beneran,," ucap Reno sambil bergidik ngeri.


"Semoga beneran lagian kalau di pikir-pikir nggak mungkin mama kamu ngigo Ren,," ucap Andre juga lalu sengaja menertawakan Reno.


Tak lama ponsel Reno lagi-lagi berdering,, dan Reno segera melihatnya.


Reno mengernyitkan keningnya bingung.


"Siapa Ren,, Fania?" tanya Tasya.


"Bukan,, mama aku lagi nih,, kok dia nelfon lagi,," ucap Reno bingung.


"Angkat dong,, mungkin kamu mau di suruh belanja bahan-bahan dapur,, jadi cepetan angkat," ucap Andre lalu tertawa.


"Apaan sih nggak mungkin lah,," ucap Reno lalu segera mengangkat panggilan telfon dari mamanya.

__ADS_1


"Halo mamaku sayang ada apa?" tanya Reno.


"Kenapa tadi mama nutup telfonnya,, terus nelfon lagi sekarang?" tanya Reno lagi.


"Lagi dimana kamu?" tanya mama Reno.


"Di rumah teman siapa?" tanya Mama Reno lagi.


"Fania?" tanya mama Reno.


"Ya ampun satu-satu dong kalau mau tanya ma,,, aku bukan lagi di rumah Fania,, aku lagi di rumah Andre ma,,, ada apa memangnya ma?" tanya Reno lagi penasaran.


"Kamu masih tanya ada apa,,, kan tadi sudah mama bilang kamu pulang dan pergi belanja bahan-bahan dapur,,, mama mau masak nih Reno,," ucap mama Reno yang membuat Reno benar-benar shock tidak terima.


"Mama kok aku sih?" ucap Reno.


"Kan kalau urusan dapur bukan aku ma,,, kan ada bibi yang biasa pergi belanja,, masa sekarang aku yang di suruh," protes Reno.


"Bibi lagi nggak bisa,, dia ada kerjaan,, jadi sekarang kamu saja yang pergi belanja,," ucap mama Reno lagi.


"Di situ kan banyak orang ma,,, jangan aku dong ma,, Reno mana tau belanja begituan,," ucap Reno lagi.


"Yah kamu harus tau dong,, lagian gampang banget,,, mama akan mengirimkan kamu,, bahan-bahan apa saja yang mau kamu beli,, lalu jadi dehh,, tinggal kamu beli saja,," ucap mama Reno.


"Mama aku nggak tau,, gimana kalau aku salah beli pasti mama ngomel lagi,," ucap Reno.


"Yah makanya kamu jangan sampai salah beli dong,,, tinggal kamu bilang saja sama penjualnya supaya kamu nggak salah beli,, atau kamu searching dulu di google untuk melihat gambar bahan yang akan kamu beli,, jadi tidak usah alasan,, semua ada caranya," ucap mama Reno.


"Tapi ma massa iya sih aku yang cowok belanja yang begituan,, yang benar saja lah,," ucap Reno.


"Nggak usah dong ma,, please," mohon Reno lagi.


"Reno kamu masih mau makan tidak?" tanya mama Reno.


"Masih dong ma," jawab Reno cepat.


"Ya udah pergi belanja cepat,, mama mau masak sudah lapar ini,," ucap mama Reno.


"Mama akan mengirimkan kamu bahan belanjaannya,,, nggak usah banyak komentar,,, bye,," ucap mama Reno lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Reno.


Sudah ku duga pasti dia nggak mau,, tapi sayangnya kamu harus mau,, supaya bertemu dengan Ana untuk kedua kalinya,, batin Mama Reno sambil tersenyum bahagia.


Mama Reno segera mengirimkan bahan-bahan apa saja yang akan di beli Reno.


Sedangkan Reno benar-benar tidak habis pikir dengan ketegaan mamanya.


Dan benar saja dia menjadi bahan tertawaan dan ledekan dari teman-temannya,, bahkan Tasya juga ikutan.


"Cie yang mau belanja,, pergi sono Ren belanja,, semangat yah,, jangan sampai salah loh,," ledek Andre.


"Sengaja kan kamu ngomong seperti itu,,, aku benar-benar nggak mengerti yang begituan,, Tasya kamu ikut aku dong," rayu Reno.


"Heh kan kamu yang di suruh ngapain kamu malah mengajak Tasya,, pasti kamu mau menyuruh Tasya kan yang belanja,, jangan mau sayang kan dia yang di suruh,, pasti dia mau memanfaatkan kamu tuh,," ucap Andre cepat.


"Nggak kok,, aku nggak menyuruh,, Tasya hanya menemani aku saja,, biar nggak terlalu malu,, ayolah Tasya massa kamu tega sama sepupu sendiri,, kejam banget kamu,," ucap Reno yang membuat Tasya merasa tidak tega.


"Iya deh tapi ingat kata-kata kamu,,, nggak boleh nyuruh aku,, kalau sampai kamu menyuruh aku,, aku akan ninggalin kamu supaya kamu belanja sendiri dan nggak bakalan lagi mau percaya sama kamu,," ancaman Tasya.


"Iya,, kata-kata aku bisa di pegang kok,, tenang saja,," ucap Reno.


"Sayang beneran kamu mau menemani Reno?" tanya Andre.


"Iya sayang,, aku temani dia dulu yah,, nanti aku di antar dia aja pulangnya,,, masalah mama dan papa biar Reno dan aku yang jelaskan,, pasti mereka nggak akan mikir macam-macam kok sama kamu," ucap Tasya lagi.

__ADS_1


"Iya deh tapi masih kangen sama kamu sayang,," ucap Andre.


"Nggak usah lebay,, ayo Tasya,," ucap Reno sambil melihat kesal pada Andre.


__ADS_2