
Gracia yang berada di rumah Zahra langsung berniat menelepon Zahra terlebih dahulu sebelum Gracia berangkat ke kampus tempat Rafa dan Zahra kuliah. Gracia ingin memastikan posisi Zahra sekarang lagi berada di mana.
Zahra yang sedang berada di dalam mobil bersama dengan Fania langsung mengangkat panggilan telfon begitu melihat bahwa Gracia yang menelepon dirinya.
"Kenapa Gracia?" Tanya Zahra langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Gracia.
"Loe lagi di mana sekarang?" Tanya Gracia balik.
"Gue lagi di jalan nih bareng Fania, kenapa memangnya, loe mau menitip sesuatu?" Tanya Zahra lagi.
"Nggak sih, loe nggak ke kampus?" Tanya Gracia.
"Ke kampus tapi sekarang gue udah pulang, gue lagi kesal banget nih sama Fania, dia paksa gue pulang padahal gue lagi berusaha mendapatkan hati cowok yang pelayan itu" Ucap Zahra tapi Gracia sudah paham mengenai ucapan Zahra itu.
"Yee habisan loe malu-maluin banget tahu nggak mengejar-mengejar dia" Ucap Fania yang masih di dengar oleh Gracia.
Gracia bernafas lega setelah tahu bahwa Zahra sudah pulang jadi dia tidak akan bertemu dengan Zahra jika dia ke kampus tempat Zahra kuliah juga dan Gracia paham sama maksud Fania, pasti dia tidak mau kalau Zahra mempermalukan dirinya sendiri mengejar seorang pelayan karena Fania yang tidak tahu apa-apa.
"Aduh Fania udah deh loe emang teman gue yang paling pengertian cuma loe nggak mengerti ini, percaya deh sama gue, yang gue lakuin ini nggak bakalan ada ruginya" Ucap Zahra kepada Fania dan masih di dengar juga oleh Gracia.
"Terserah loe deh, pusing gue" Ucap Fania sambil geleng-geleng kepala.
"Udah Zahra, Fania kan nggak tahu apa-apa jadi wajar dia seperti itu" Ucap Gracia kepada Zahra.
Zahra pun berpikir memang benar juga yang di katakan oleh Gracia, Fania kan tidak tahu apa-apa.
"Emm iya juga sih, terus loe nelfon gue ini kenapa?" Tanya Zahra lagi.
"Nggak kenapa-kenapa sih cuma mau memastikan loe ajah lagi dimana sekarang, karena gue mau keluar nih jalan sama pacar gue nanti loe cariin gue lagi" Ucap Gracia berbohong.
"Oh loe berlebihan banget sih, gue nggak bakalan cariin loe" Ucap Zahra lalu tertawa.
"Yee kali ajah loe cariin gue, ya sudah gue tutup telfonnya yah, kalian hati-hati" Ucap Gracia.
"Iya, ehh tunggu loe di jemput atau gimana?" Tanya Zahra.
"Gue nggak di jemput biasa gue lagi berpura-pura menjadi cewek yang nggak manja" Ucap Gracia yang memang benar namun ada alasan lain juga.
Zahra pun mengerti.
"Ya sudah loe pakai mobil gue ajah" Ucap Zahra karena mobil barunya masih berada di rumah Zahra, Zahra ke kampus bersama Fania.
__ADS_1
"Nggak usah gue pakai taksi online ajah, gue udah janjian dengan dia dan dia juga punya kendaraan" Ucap Gracia.
Walaupun naik motor sih dan itu sangat menjengkelkan tapi nggak apa-apa yang penting dia kaya raya batin Gracia.
"Oh ya sudah hati-hati loe" Ucap Zahra lagi.
"Iya gue tutup yah telfonnya" Ucap Gracia lagi.
"Oke" Ucap Zahra.
Gracia pun menutup panggilan telfonnya dan segera memesan taksi online untuk menuju ke kampus Rafa.
#####
"Rara" Panggil Aldi sambil berjalan ke dekat Rara.
Semua mata tertuju pada Aldi setelah mendengar suara Aldi, Rara sangat terkejut melihat Aldi. Rara langsung berpikir jangan-jangan Aldi mendengar semuanya yang mereka bicarakan tadi, walaupun Aldi tahu bahwa dirinya sudah menikah tapi Rara tidak mau kalau sampai Aldi mengetahui pernikahannya hanyalah pernikahan sesaat yang tidak di dasari oleh cinta bahkan sangat rumit. Sedangkan Fandi hanya melihat Aldi saja dan Rafa melihat sinis kepada Aldi.
"Aldi" Ucap Rara gugup begitu Aldi berada di dekatnya.
"Iya Rara ini gue Aldi kenapa loe kayak gugup gitu sih" Ucap Aldi sambil merangkul pundak Rara dan melihat Rara.
Rafa dan Fandi pun melihat itu semua.
Seru nih batin Fandi yang tak mau ikut campur lalu dia tertawa bahagia di dalam hatinya.
Rara pun sedikit terkejut dengan respon Rafa sedangkan Aldi biasa saja bahkan dia terlihat tersenyum.
"Iya dia istri loe tapi gue udah dengar semuanya tuh jadi yah masa loe nggak mengerti sih, lagian Rara cantik banget gini" Ucap Aldi santai lalu tersenyum kepada Rara.
Rara benar-benar seperti ingin menghilang dari situ mendengar ucapan Aldi.
Sialan batin Rafa.
Sedangkan Fandi berusaha menahan tawanya.
"Aldi loe nggak boleh bicara seperti itu nanti Rafa salah paham sama kita" Ucap Rara.
"Loe nggak usah yah bilangin istri orang cantik" Ucap Rafa sambil menekankan kata istri orang.
"Terserah gue dong memang kenyataannya istri orang ini sangat cantik" Ucap Aldi sambil senyum menjengkelkan kepada Rafa.
__ADS_1
"Loe siapa?" Tanya Fandi berusaha mengalihkan pembicaraan karena melihat Rafa yang seperti sedang terbakar api cemburu sedangkan Rara hanya diam karena melihat raut wajah Rafa yang beda seperti biasanya.
"Gue Aldi bakalan jadi calon pa...maksud gue calon teman Rara karena gue bakalan kuliah disini juga nanti, loe siapa?" Ucap Aldi sambil bersalaman dengan Fandi dan tersenyum.
Fandi pun bersalaman juga kepada Aldi.
"Gue Fandi teman Rara dan loe juga pasti jadi teman gue nanti, senang gue kenal dengan loe" Ucap Fandi juga dan tersenyum.
Hanya Rafa saja yang mukanya seperti di tekuk.
"Rafa kamu kenapa?" Tanya Rara sambil melihat Rafa.
"Dia lagi menahan cemburu Rara masa kamu tidak mengerti sih" Ucap Fandi lalu tertawa.
Heem masa sih nggak mungkin banget batin Rara.
Baru Rafa mau bicara lagi namun ponselnya tiba-tiba bunyi, Rafa melihat Gracia yang meneleponnya, Rafa pun dengan cepat mengangkat panggilan telfon dari Gracia sambil melihat-lihat ke sekeliling siapa tahu Gracia sudah berada di sekitar situ dan melihat mereka.
"Iya" Ucap Rafa.
"Kamu dimana sayang, aku udah sampai nih di depan" Ucap Gracia.
"Oh ya sudah tunggu disana saja, aku kesana sekarang" Ucap Rafa cepat.
"Oke sayang" Ucap Gracia lalu menutup panggilan telfonnya dan menunggu Rafa sambil melihat-lihat di sekitar kampus Rafa.
Pembicaraan Rafa di dengar oleh Fandi, Aldi dan juga Rara, Rara benar-benar sedih namun dia harus berusaha terlihat baik-baik saja.
"Aku pergi dulu yah Rara, Fandi dan loe jangan dekat-dekat dengan istri gue" Ucap Rafa lalu segera ke tempat Gracia.
Rara pun hanya melihat kepergian Rafa dengan wajah sedih dan perasaan yang tak kalah hancurnya.
"Udah Rara loe nggak usah sedih, loe punya kita ini" Ucap Fandi sambil tersenyum.
"Iya Rara loe akan bahagia kok nanti jangan sedih gitu yah" Ucap Aldi juga sambil tersenyum.
#####
Rara pun segera ke tempatnya bekerja dengan menggunakan kendaraannya sendiri, di ikuti oleh Aldi di belakangnya sedangkan Fandi langsung pulang karena ada urusan, Fandi percaya kalau Aldi itu orang baik karena Fandi mengetahui perusahaan Aldi dan juga orang tua Aldi setelah Aldi memberitahu semuanya kepada Fandi.
Fandi sudah mengerti maksud Aldi mau kuliah walaupun Aldi tak memberitahukan kepada Fandi.
__ADS_1
Begitu Rara masuk ke dalam restoran, Rara langsung di panggil oleh manajer untuk ke ruangannya.
"Rara kamu di pecat" Ucap manajer itu begitu Rara baru saja duduk.