Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tersenyum terpaksa....


__ADS_3

Reno lagi ngapain sih kenapa dia belum mengabari aku sama sekali,, dia sangat menjengkelkan,,, masa dia sibuk sih,, nggak mungkin dia juga mau sibuk apa coba,,, dia kan malas anaknya,, nggak mungkin dia sibuk,, apa dia sudah nggak perduli lagi sama aku,, tapi itu juga nggak mungkin,,, dia kan sangat mencintai aku,, dia sangat bucin sama aku,, tapi kenapa dia cepat banget nyerah ketika aku lagi marah begini tidak seperti biasanya,,, kan biasanya kalau aku marah,, dia akan selalu melakukan segala cara supaya aku tidak marah lagi,, nah ini nelfon pun tidak,,, mengirim pesan juga tidak,, atau jangan-jangan dia lagi macam-macam dengan wanita lain di luaran sana,, hemm awas saja kamu Reno kalau memang begitu yang sedang terjadi sekarang,, aku tidak akan membiarkannya,,, batin Fania.


"Fania kamu kenapa?" tanya Zahra begitu melihat Fania yang tampak gelisah.


"Nggak kenapa-kenapa kok,," jawab Fania.


"Reno belum menghubungi kamu?" tanya Zahra tepat sasaran.


"Nggak kok dia udah menghubungi aku tadi,," jawab Fania bohong.


"Hemm terus kalau dia sudah menghubungi kamu,, kenapa kamu jadi seperti ini,, kayak gelisah gitu,, apa alasan kamu jadi gelisah gitu?" tanya Zahra.


Zahra emang nggak bisa di bohongi,, dia banyak tanya banget,, batin Fania.


"Huuf iya Reno belum menghubungi aku sama sekali,, padahal aku udah sengaja mengaktifkan nomor ponselku biar dia menelepon aku,, tapi sampai sekarang dia belum menelepon aku juga,, bikin kesal saja tau nggak," ucap Fania.


"Hmmm benar kan dugaan aku. Ya udah kamu telfon saja dia duluan tanya dia lagi ngapain kenapa dia nggak menelepon kamu,, gitu aja repot kamu,," ucap Zahra lagi.


"Duhhh Zahra masa aku sih yang harus menghubungi dia duluan,, kan aku lagi marah sama dia,, seharusnya dia dong yang menghubungi aku duluan,, menjatuhkan harga diri aku saja kalau aku telfon dia duluan,, nggak mikir yah kamu," ucap Fania kesal.


"Yah daripada kamu seperti ini terus,, kesal dan mikir macam-macam kan ada baiknya kamu menghubungi dia duluan saja supaya jelas Fania,, dia itu lagi ngapain kenapa dia nggak menghubungi kamu,, tapi sepertinya dia melakukan itu sesuai dengan keinginan kamu,, jadi kamu sabar saja menunggu dia menghubungi kamu kalau begitu,," ucap Zahra.


"Zahra aku boleh minta tolong nggak?" tanya Fania sambil melihat Zahra dengan tatapan penuh maksud.


"Mau minta tolong apa kamu?" tanya Zahra penuh curiga.


"Jangan yang macam-macam yah,, aku nggak bakalan mau Fania,," ucap Zahra lagi sambil melihat Fania dengan tatapan semakin penuh curiga.


"Nggak macam-macam kok,, aku hanya ingin kamu menghubungi Reno,, terus cari tau dia sedang apa sekarang kenapa dia tidak menghubungi aku,, please Zahra kamu mau yah,, aku mohon,," ucap Fania sambil memohon pada Zahra.


"Ihhh malas banget Fania,, kamu aja yang menghubungi dia sendiri masa aku sih,, udah ahh nyesal juga aku tanya kamu tadi,, aku mau masuk kamar lagi,," ucap Zahra namun dengan segera Fania menahan Zahra.


"Please Zahra bantuin aku kenapa,, tinggal telfon Reno aja,, terus cari tau kenapa dia nggak nelfon aku,, dia lagi ngapain sekarang,, begitu aja kok,, bantuin aku lah,," ucap Fania lagi.


"Huuf oke,, ngeselin banget sih kamu,, kalau nggak ingat kamu teman aku,, pasti aku nggak bakalan mau ini,," ucap Zahra kesal sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Loh katanya mau,, terus kok kamu mau masuk ke dalam kamar sih Zahra?" tanya Fania sambil mengikuti Zahra yang sedang jalan masuk ke dalam kamarnya.


"Aku mau ambil ponselku Fania,, udah deh nggak usah ribut kamu,," ucap Zahra kesal.


"Oh mau ambil ponsel kamu,, iya dehh aku diam ini yang penting kamu telfon Reno,," ucap Fania senang.


Zahra hanya melirik Fania sebentar lalu segera mengambil ponselnya.


Zahra segera menelepon Reno.


Reno yang sedang menyetir sedikit terlonjak kaget begitu mendengar bunyi ponselnya.


Hemm pasti itu mama lagi deh yang nelfon,, nggak usah ahh aku angkat lagian udah nggak jauh lagi kok,, nanti yang ada dia marah-marah lagi pasti,, biarin aja dulu,, batin Reno yang memutuskan tidak melihat nama kontak yang meneleponnya karena dia mengira itu dari mamanya yang mau marah-marah lagi sama dia karena lama pulang.


"Reno nggak angkat nih,," ucap Zahra sambil melihat Fania.

__ADS_1


"Mungkin dia sibuk Fania,, jadi nggak usah aja deh aku telfon,," ucap Zahra.


"Nggak mungkin Zahra dia mau sibuk apa juga coba,, secara dia itu nggak ada kerjaan,, dia juga malas jadi nggak mungkin dia sibuk," ucap Fania.


"Ayo telfon lagi,, mungkin tadi dia nggak dengar kamu nelfon atau mungkin tadi dia lagi nggak megang ponselnya,, telfon lagi dong," ucap Fania.


"Isshh ngeselin banget sih kamu Fania," ucap Zahra lalu kembali menelepon Reno lagi sesuai keinginan Fania.


"Ngeselin begini tapi kan aku teman kamu juga yang selalu ada disaat susah maupun duka,," ucap Fania sambil nyengir.


Zahra hanya melihat kesal pada Fania.


Dan lagi-lagi ponsel Reno berdering.


Astaga mama gini amat sih kalau nggak diangkat panggilan telfonnya,, pasti nelfon terus nggak tau apa,, anaknya lagi di jalan sekarang mau pulang ke rumah,, heran aku,, batin Reno sambil mengambil ponselnya dan melihat nama kontak yang meneleponnya yang sudah dia yakini pasti mamanya.


"Hah ternyata Zahra yang menelepon aku,, kenapa yah,, tumben banget,, ini pasti berhubungan dengan Fania,," ucap Reno lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Zahra cepat.


"Halo Zahra ada apa? tumben nelfon Zahra,, Fania kenapa?" tanya Reno langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Zahra.


"Fania nggak kenapa-kenapa,, aku hanya pengen tau kamu lagi ngapain sekarang? kok kamu sepertinya nggak perduli sih sama Fania,, padahal dia sedang marah sama kamu," ucap Zahra.


Hah Zahra tumben nanya begini sama aku,, siapa yang nggak perduli coba,, aku perduli banget kali,, tapi takut kalau Fania akan semakin marah lagi ketika aku paksa buat dia nggak marah,, lagian ancaman Fania sangatlah mengerikan,, batin Reno.


"Kenapa kamu malah diam sih Reno?" tanya Zahra kesal.


"Emm nggak kenapa-kenapa kok,," jawab Reno.


"Aku nggak lagi ngapain-ngapain kok Zahra,, aku hanya dari rumah temanku tadi,, rumah mantan kamu lebih tepatnya,, dan aku bukannya nggak perduli sama Fania yang sedang marah padaku,, hanya saja aku nggak mau kalau aku paksa dia buat nggak marah lagi,, aku malah bakalan di putusin sama dia,, makanya aku membiarkan dia marah dulu sama aku,, kalau dia udah reda marahnya baru deh aku menghubungi dia lagi,," ucap Reno yang membuat Fania tersenyum bahagia dan itu membuat Zahra melihatnya kesal.


"Oh begitu yah,, kamu ngapain ke rumah mantan aku?" tanya Zahra yang malah penasaran dengan Andre mantan kekasihnya.


"Pergi menghibur diri di sana,, kenapa kamu tanyain Andre? jangan-jangan kamu masih ada rasa yah sama dia?" ledek Reno asal.


Hemm sayangnya dia udah punya pacar Zahra,, dan pacarnya itu sepupu aku sendiri lagi,, batin Reno.


"Siapa sih yang tanyain Andre,, aku tadi tanyain kenapa kamu ke rumah dia,, udah itu aja,, kenapa kamu malah nyolot begitu lagian dia hanya mantan aku yang sudah nggak berarti lagi buat aku,," ucap Zahra.


"Oh begitu yah bagus deh,, karena Andre sekarang sudah punya pacar juga,,, aku senang kalau kamu udah nggak ada perasaan apa-apa lagi sama dia sekarang,," ucap Reno.


Apa,, Andre sudah punya pacar sekarang,, cepat banget dia punya pacar,, cepat banget dia move on dari aku,, katanya dia dulu sangat mencintai aku,, masa hanya karena video itu dia memutuskan aku,, hemm pasti karena wanita itu makanya dia memutuskan aku,, dasar kamu Andre cowok menjengkelkan,, seharusnya aku nggak percaya dengan ucapan kamu selama ini,, batin Zahra yang kesal karena Andre sudah memiliki kekasih lain yang berarti Andre sudah benar-benar move on dan melupakan dirinya mantan kekasih Andre.


"Kenapa kamu diam Zahra? kamu nggak ikhlas yah,, Andre sudah memiliki pacar sekarang dan melupakan kamu?" tanya Reno to the point.


"Idiihh siapa juga sih yang nggak ikhlas Reno,, aku nggak perduli yah sama Andre mau udah punya pacar atau belum aku nggak perduli,, toh pasti cewek itu nggak akan jauh beda juga nasibnya dengan aku,, kayak kamu nggak tau Andre saja,," ucap Zahra.


Reno langsung tampak berpikir begitu mendengar ucapan Zahra. Dia juga khawatir Andre akan begitu pada Tasya tapi disisi lain dia juga percaya pada perubahan Andre.


"Hemm Andre sudah berubah Zahra,, sepertinya dia tidak akan begitu pada wanita itu,," ucap Reno.


Coba saja Andre seperti itu pada Tasya aku akan memberikan dia pelajaran langsung,, batin Reno.

__ADS_1


"Hmmm semoga saja yah,," ucap Zahra.


"Iya semoga saja,, ya udah kamu tutup dulu telfonnya aku lagi ada urusan nih,," ucap Reno karena rumahnya sudah tidak jauh lagi.


Fania langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Reno. Sedangkan Zahra hanya diam saja karena kepikiran dengan ucapan Reno mengenai Andre,, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia juga tidak ikhlas kalau Andre telah melupakan dirinya dan sudah memiliki kekasih lain saja.


"Zahra kamu dengar nggak yang aku katakan?" tanya Reno karena Zahra hanya diam saja.


"Apa yang kamu katakan tadi?" tanya Zahra ulang.


"Kamu kok jadi nggak konsentrasi sih Zahra,, aku bilang kamu tutup dulu telfonnya karena aku ada urusan,," ucap Reno yang langsung membuat Fania memberikan kode pada Zahra agar bertanya pada Reno mengenai urusan Reno.


Zahra mengerti dengan kode Fania.


"Kamu ada urusan apa memangnya Reno?" tanya Zahra yang membuat Reno bingung harus menjawab apa.


Aku harus jawab apa nih,, masa iya urusan belanja bahan-bahan dapur kan malu,, gimana kalau Fania tau coba dan sudah pasti Fania tau karena Zahra pasti akan memberitahukan Fania,, jadi nggak usah bilang aja deh,, harga diri ini mahh,, batin Reno.


"Kamu kepo banget sih Zahra nggak usah banyak tanya karena ini urusan pribadi,,, malas aku beritahu kamu,," ucap Reno yang membuat Zahra dan Fania kesal.


"Kalau Fania yang bertanya kamu juga masih nggak mau memberitahukan,, iya Reno?" tanya Zahra yang membuat Reno bingung.


"Iya karena ini urusan pribadi,,, lagian Fania mana mungkin sih kepo,, udah dulu yah Zahra,,, aku aja yang tutup panggilan telfonnya,,, bye Zahra,," ucap Reno lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Zahra.


Fania langsung terlihat kesal begitu mendengar ucapan Reno dan juga Reno yang langsung menutup panggilan telfonnya dengan Zahra.


"Tuh lihat sendiri kan pacar kamu itu sangat menjengkelkan,,, itu yang buat aku malas untuk berbicara dengan dia tau nggak,," ucap Zahra kesal.


"Zahra aku benar-benar penasaran,, dia ada urusan apa sih,, kenapa dia nggak mau di tau,, jangan-jangan urusan macam-macam lagi,, jangan-jangan urusan mengenai wanita lagi,," ucap Fania.


"Yah nggak tau juga sih,, udahlah ikhlas aja kalau urusan wanita,,, nggak ada cowok yang setia Fania,, kamu nggak lihat Andre yang dulunya katanya sangat mencintai aku tapi apa sekarang hanya karena video itu dia malah memutuskan hubungan dengan aku,, dan sekarang dia sudah memiliki kekasih saja,, jadi nggak usah terlalu percaya dengan cowok,,, karena ujung-ujungnya akan sakit hati juga,," ucap Zahra.


"Gimana dengan Rafa?" tanya Fania.


"Yah aku nggak tau juga tapi kemungkinan besar dia sama saja dengan cowok lain,, makanya aku akan berusaha merebut dia dari Rara,, paling kalau Rafa bosan dia akan meninggalkan Rara,," ucap Zahra dengan penuh keyakinan.


"Kok aku nggak yakin yah,,, aku sih yakin kalau Reno nggak seperti Andre jadi jangan samakan mereka karena mereka itu berbeda,," ucap Fania.


"Yah semoga saja,, kamu nggak lihat ini buktinya dia sudah mulai sembunyi-sembunyi mengenai urusan dia,,, nanti dia sembunyi-sembunyi memiliki kekasih lain Fania jadi kamu harus siap menerima kenyataan itu yah,," ucap Zahra.


"Nggak mungkin Reno seperti itu,, nggak mungkin banget,," ucap Fania dengan penuh keyakinan.


"Aku sangat percaya pada Reno kalau dia itu sangat bucin padaku,,, mungkin tadi memang urusan yang tidak boleh di tau oleh orang lain,, tapi bukan urusan mengenai wanita lain,, jadi aku nggak mau berpikiran macam-macam pada Reno,," ucap Fania yang masih terus berusaha untuk percaya pada Reno dan tidak mikir macam-macam walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia benar-benar takut jika Reno melakukan hal yang sama seperti yang di ucapkan Zahra.


Sementara di tempat lain Reno sudah sampai di rumahnya.


"Nyonya den Reno sudah datang,," ucap salah satu pelayan.


Mama Reno sangat senang begitu mengetahui bahwa Reno telah datang.


"Akhirnya datang juga tuh anak,, ayok sayang kita ketemu dengan Reno,, karena tante akan menyuruh dia lagi untuk membawa masuk semua belanjaan itu,," ucap Mama Reno sambil mengajak Ana.

__ADS_1


"Oh iya tante,," ucap Ana sambil tersenyum terpaksa karena sebenarnya dia sangat malas untuk bertemu lagi dengan Reno.


__ADS_2