
"Malas banget Ana,, aku dan Rara udah capek keliling,, aku juga udah banyak nih belanjaannya,, kamu belanja sendiri ajah yah,, karena kita benar-benar udah capek banget," ucap Citra.
"Ya ampun tega banget sih,, aku belum ada belanjaan loh ini,,, temani aku,," ucap Ana.
"Lagi dimana sih kalian? pasti kak Rara nggak mungkin tega sama aku,, kamu ajah nih yang tega sama aku nggak mau nemenin aku,, tapi biar aku pergi bareng kak Rara ajah," ucap Ana.
"Rara juga capek,, kamu tega banget buat Rara capek,, sejak tadi dia menemani aku,, masa mau menemani kamu lagi,, udah kamu belanja sendiri ajah,, jangan nyusahin Rara," ucap Citra.
"Duhh nggak asik belanja sendiri, nggak ada yang mau di tanya-tanya tahu nggak,, kalian lagi dimana sih aku tanya sejak tadi nggak di jawab-jawab," ucap Ana kesal.
"Kita lagi di belakang kamu nih,, balik badan kamu,," ucap Citra lalu tertawa. Ana segera membalikan badannya dan memang benar Citra dan Rara berada di belakangnya.
"Isshh dasar kamu Cit,, nggak mau bilang sejak tadi biar aku nggak usah lama-lama bicara lewat telfon," ucap Ana sambil berjalan menuju ke tempat Citra dan Rara sedang berdiri.
"Emang aku sengaja kok nggak mau bilang-bilang," ucap Citra lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ana.
"Kak Rara kalian beneran udah mau balik?" tanya Ana begitu sudah berada di dekat Citra dan Rara.
"Oh kalau aku sih tergantung kalian ajah,, kalau udah mau balik ya udah aku ikut balik juga," jawab Rara.
"Dan kita udah mau balik Ana,, nih belanjaan aku udah banyak,, ayo Ra kita balik,, biar Ana belanja sendiri ajah dulu,, bentar di jemput,, lagian ada bodyguard kok yang jagain dia,," ucap Citra.
"Isshh tega banget, aku nggak mau balik sendiri dan belanja sendiri,, temenin aku," ucap Ana.
"Ya ampun itu sih gampang Ana,, panggil ajah bodyguard buat nemenin kamu," ucap Citra lalu tertawa.
"Yang benar ajah aku mau ajakin dia temenin aku belanja,, nggak bisa di tanya-tanya tahu,, kaku banget gitu," ucap Ana.
"Ya udah ayo kita temenin kamu Ana," ucap Rara.
"Kak Rara emang yang terbaik deh," ucap Ana.
"Ra nggak usah,, kamu nggak capek apa keliling sejak tadi,, biarin Ana belanja sendiri supaya mandiri," ucap Citra.
"Jangan dengerin Citra kak,,, ayo temenin aku," ucap Ana.
"Iya. iya,, aku temenin kamu,, ayo Cit kita temenin Ana sekarang nggak usah lama-lama nanti kita kemalaman loh,, kitakan mau masak buat makan malam,," ucap Rara.
"Sebenarnya Citra cuma bercanda kok tadi,, kita emang mau temenin kamu,," ucap Rara.
"Iya kok aku tahu Citra nggak mungkin setega itu sama aku yang baik gini, dan juga teman dia," ucap Ana.
"Jadi ayo kita jalan," ucap Ana dan mereka pun mengikuti Ana lagi.
"Oh iya Ana, ibu-ibu yang kamu bantu itu udah lama dia balik?" tanya Rara.
"Belum kok kak Rara,, tadi waktu aku telfon itu dia baru saja balik,, dan di jemput dengan anak majikannya,, tahu nggak anak majikannya cowok tapi dia tega banget menyuruh ibu-ibu gitu buat belanja dan membawa belanjaan sebanyak itu,, padahal dia masih muda dan masih kuat harusnya dia ajah dong yang bawa," ucap Ana kesal.
"Terus sombong banget lagi anak majikannya,, kalau aku yang kerja di rumahnya bakalan aku kasih racun," ucap Ana kesal.
"Idihh Ana tega banget kamu kalau sampai mau memberi pria itu racun,, penjara bakalan menanti kamu tuh," ucap Citra lalu tertawa.
"Nggak apa-apa yang penting aku udah nggak melihat kesombongan dia lagi,," ucap Ana lalu tertawa.
__ADS_1
"Ada-ada saja,, oh iya ganteng nggak cowok itu?" tanya Citra.
"Hemm apaan ganteng,, nggak ganteng banget tahu,, udah nggak ganteng,, sombong lagi," ucap Ana sambil mengingat wajah mengesalkan dari Reno.
Ana dan Rara langsung tertawa.
"Kalau aku tahu tadi,, ibu-ibu itu bakalan di jemput dengan anak majikannya yang cowok,, aku pasti langsung membantunya walaupun kamu melarang aku Ana,, siapa tahu ajahkan anak majikannya itu adalah jodoh aku," ucap Citra lalu tertawa sedangkan Rara hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan Citra.
"Kebelet nikah banget loh Cit,," ledek Ana lalu tertawa.
Citra dan Rara pun ikut tertawa.
"Yah nggak apa-apa kali cepat,, yang penting cowoknya mapan, nggak jadi masalah banget itu malahan itu rezeki," ucap Citra.
"Terserah kamu lah Cit,, mana baiknya kamu ajah,, yang penting sekarang kita belanja dulu," ucap Ana.
"Iya bawel," ucap Citra kepada Ana.
#########
Aduhh kok aku merasa ada hawa-hawa dingin di sekitaran aku yah,, batin Reno yang masih berjalan dan mamanya yang mengikutinya dari belakang.
"Ehh mama aku kemana nih," ucap Reno sambil melihat di sebelahnya tapi mamanya tidak ada.
"Reno," ucap mama Reno dengan dinginnya.
Hemm pantas saja sejak tadi ada hawa-hawa dingin,, ternyata mama aku,, kok aku bisa lupa yah kalau mama aku itu berada di belakang aku, dan sekarang pasti sedang kesal sama aku,, sementara aku juga sedang kesal karena Fania di banding-bandingkan dengan Ana,, batin Reno.
"Mamaku sayang,, ada apa ma?" tanya Reno.
"Ada yang mama lupakan? mama mau balik lagi ke dalam?" tanya Reno.
"Kenapa kamu nggak pamit tadi pada Ana?" tanya mama Reno kesal.
"Ya ampun ma buat apa coba,, dia ngeselin gitu orangnya jadi malas lah aku ma,, dia juga pasti nggak mengharapkan tuh aku pamit sama dia,," jawab Reno.
"Awwss sakit ma,,, tega banget mama sama anak sendiri," ringis Reno karena mamanya mencubitnya dengan keras.
"Iya mama memang tega,, kamu ini benar-benar anak tengil yah,, seharusnya tadi itu kamu pamit pada dia sambil tersenyum manis,, supaya dia tahu kamu ini orangnya nggak sombong ehh ini nyelonong pergi ajah kamu Reno,, gimana coba kamu bisa dapatkan wanita baik kalau kamu begitu,,, lihat sikap kamu yang seperti ini akhirnya kamu mendapatkan Fania yang lebih sombong lagi dari kamu," omel mama Reno sambil berjalan.
"Astaga mamaku sayang tidak usah bawa-bawa Fania dong ma,, dia nggak salah gitu loh dan mama membawa-bawa dia,, lagian Fania itu baik dan mencintai Reno kok ma,, hanya emang dia sedikit ngeselin kadang ma," ucap Reno.
"Apa kamu bilang sedikit ngeselin,, jelas-jelas dia itu ngeselin banyak-banyak,, kamu bilang sedikit ngeselin,, mama yang tahu Reno kalau sama kamu pasti dia bersikap baik dong,, tapi kalau sama mama dia itu sombongnya luar biasa di tambah ngeselin, hemm semakin jadilah mama tidak menyukai dia," ucap mama Reno.
"Dan mama nggak suka wanita seperti itu,, belum jadi istri saja dia sudah begitu nggak menghormati mama,, gimana kalau udah menikah dengan kamu,, bisa-bisa mama di jadikan pembantu sama Fania. Kamu mau mamamu jadi pembantu?" tanya mama Reno.
"Yah nggak mau lah mamaku sayang,, walaupun mama ini sering kesal padaku tapi aku nggak mau kalau mama jadi pembantu,, lagian itu nggak akan terjadi kok ma, kan ada Reno makanya restuilah hubungan anakmu ini dengan Fania,, biar aku bisa menikahi dia,, kita udah pacaran lama loh ma dan nggak gampang mau pisah,, lagian aku udah gituan dengan dia ma,, banyak kali lagi,, nggak mungkin aku ninggalin dia," ucap Reno.
"Iya mama sudah tahu,, terlihat jelas dari tingkah laku dia yang seperti wanita nakal jadi mama yakin kalian itu pasti sudah sering melakukan hal lebih,, makanya mama itu melarang kamu untuk bertemu dengan dia dan memutuskan hubungan dengan dia," ucap mama Reno.
"Yah mama kok gitu,, nggak bisa gitu dong mamaku sayang, aku ingin menikahi Fania ma,, aku itu mencintai dia,," ucap Reno.
"Mama nggak merestui kalian Reno,, biar kamu ngesot di lantai pun mama nggak merestui kamu dan Fania,, bisa jadi apa kamu kalau sama dia,, pasti kamu semakin nakal saja,, sekarang lihat saja kehidupan kamu yang nggak jelas ini,,, kamu hanya foya-foya saja,, nggak masuk-masuk kuliah,, kamu sudah jadi kakek-kakeknya di kampus,, kamu juga tidak mau membantu ayahmu mengurus perusahaan, mama itu pusing dengan masa depan kamu yang tidak jelas begini," omel mama Reno.
__ADS_1
Huufft untung udah sampai di mobil,, jadi bisa alasan biar nggak dengar kelanjutan omelan mama aku,, batin Reno.
"Mama kita udah sampai,,, mama masuk yah di dalam mobil jangan marah-marah terus nanti makin keriput loh bisa bahaya,, nanti papa nggak mengenal mama lagi begitu pulang dari kantor,,," ucap Reno sambil tersenyum manis pada mamanya dan berusaha membukakan pintu mobil buat mamanya.
"Aku simpan belanjaan mama dulu," ucap Reno lagi.
"Jangan pikir yah omelan mama sudah berakhir,, semuanya akan berlanjut begitu kamu masuk mobil,," ucap mama Reno.
Reno hanya melongo tak percaya setelah mendengar ucapan mamanya.
"Pergi sana simpan barang-barang itu," ucap mama Reno lagi sambil menahan tawanya.
Reno pun segera mengikuti perintah mamanya.
Astaga mama aku tega banget sih,, duh kena omelan lagi,, aku pikir semuanya sudah berakhir ternyata masih ada part 2,, batin Reno.
"Mama akan mengomeli kamu habis-habisan,,, siapa suruh tadi kamu bersikap sombong pada Ana, wanita baik sesuai dengan kriteria calon mantu mama, padahal aku pengen banget dia tuh tadi bisa kenalan gitu dengan Ana supaya mereka bisa lebih dekat lagi,," gumam mama Reno kesal.
Reno menarik nafas dulu lalu mengeluarkannya kembali sebelum masuk ke dalam mobil. Setelah melakukan itu dia segera masuk ke dalam mobil sambil tersenyum manis pada mamanya agar mamanya melupakan omelannya yang akan berlanjut sebentar lagi.
"Kenapa senyum-senyum begitu,, kamu pikir mama akan melupakan omelan mama dan langsung tidak jadi mengomel gitu sama kamu,,, jangan harap yah anakku itu tidak akan terjadi," ucap mama Reno.
"Nggak kok ma,, aku nggak berharap sama sekali karena berharap sama mama itu menyakitkan," ucap Reno.
"Emang,, sekarang yah kamu dengarkan ucapan mama..." ucap mama Reno yang tertahan karena Reno sudah memotong ucapannya terlebih dahulu.
"Ma,, aku nyalakan mesin mobil dulu yah, tahan dulu omelannya" ucap Reno.
"Ya udah cepetan," ucap mama Reno lagi.
Reno segera menyalakan mesin mobilnya lalu segera mengemudikan mobilnya.
"Udahkan? sekarang dengarkan mama yah,, kamu itu lebih baik putuskan Fania,, dan cari wanita seperti Ana yang baik dan cantik luar dan dalam,," ucap mama Reno yang membuat Reno mengernyitkan keningnya.
"Ma aku nggak bisa memutuskan Fania ma,, aku sangat mencintai dia dan kita juga sudah lama berpacaran, aku tidak menghamili dia saja karena aku nggak mau nanti mama sakit karena terkejut makanya aku selalu menunggu restu mama,, ayolah ma jangan menyuruh aku putus terus dengan Fania karena aku nggak akan pernah bisa,, lagian hubungan aku dan Fania sudah sejauh itu ma,," ucap Reno sambil menyetir mobilnya pelan karena mamanya sangat tidak suka jika Reno membawa mobil di atas kecepatan yang dia sudah tentukan.
"Kamu itu bersama Fania nggak ada baik-baiknya Reno,, kamu jadi seperti ini tuh karena Fania,, coba saja kamu menghamili dia,, mama akan memotong masa depanmu itu biar kamu tidak bisa lagi ena-ena meskipun sudah menikahi dia karena hamil," ancam mama Reno yang membuat Reno terlonjak kaget setelah mendengar ucapan mamanya.
"Astaga mama gitu banget sih sama anak sendiri,,, nggak mau lah aku di potong itunya,, nggak ada gunanya lagi dong semuanya kalau itunya sudah nggak ada,," ucap Reno.
"Makanya jangan coba-coba menghamili dia,, dan kamu jangan lagi bercinta dengan dia Reno,, kamu nggak merasa risih apa dia sudah bercinta dengan banyak laki-laki dan kamu juga malah ikut-ikutan,, lebih baik kamu mencari wanita yang masih segelan Reno,, bisa tidak kamu ini mendengarkan ucapan mama," ucap mama Reno lagi.
"Hmmm mamaku sayang sekarang itu yang segelan udah susah banget di dapat ma,, jadi lebih baik Fania yang sudah aku tahu nggak segelan meskipun bukan aku yang membuka segelannya,, daripada aku harus mencari wanita lain terus menikahinya dan belum tentu juga dia itu masih segelan," ucap Reno.
"Gini nih di suruh kuliah malah ke club,, jadi bodohkan kamu,, sesusah-susahnya di dapat tapi tentu masih ada yang segelan,, daripada sama Fania, kamu tidak merasa rugi apa mendapatkan bekas orang lain,," ucap mama Reno lagi.
"Nggak kok ma,, aku nggak akan merasa rugi sama sekali, aku itu mencintai dia ma,, dan juga aku sering begituan dengan dia, jadi sudahlah mama restui aku ajah,, kelar semuanya,, daripada aku harus mencari yang masih segelan,, entah dimana adanya,,, aku juga orang yang tidak mudah jatuh cinta ma,, aku mencintai Fania dan menerima dia apa adanya,, seperti dia yang menerima aku juga apa adanya,," ucap Reno.
"Itu Ana jelas-jelas wanita baik-baik, tapi kamu malah cuekin dia,, mama tidak habis pikir dengan kamu Reno," ucap mama Reno.
Reno pun tertawa begitu mendengar ucapan mamanya.
"Ma kalau dia wanita baik-baik,, apa mungkin dia mau sama aku ini yang nggak jelas begini,, dan nggak baik pergaualannya," ucap Reno.
__ADS_1