Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tatapan orang-orang


__ADS_3

Mereka masih di tempat tidur setelah pergulatan panas mereka, dengan Rafa yang memeluk istrinya.


Rara akhirnya teringat dengan baju yang akan di pakainya dia tidak mau memakai baju itu lagi jika selesai mandi.


"Sayang aku mau pakai baju apa nih, aku nggak mau makai baju itu lagi jika selesai mandi," kata Rara.


"Udah tenang ajah kalau masalah itu sayang, suami kamu ini banyak bawahan yang bisa di suruh untuk menyiapkan pakaian kamu," ucap Rafa lalu segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada bawahannya untuk menyiapkan lagi apa saja yang di perlukan oleh istrinya, karena dia akan tidur di rumah utama bersama istrinya.


"Udahkan,, sekarang tinggal tunggu ajah, lebih baik kamu istirahat dulu kamu pasti capek kan," ucap Rafa sambil mencium rambut istrinya.


Tadinya nggak terlalu capek tapi karena kamu mintanya aneh-eneh jadi capek banget deh batin Rara.


"Bentar ajah deh istirahatnya aku mau mandi ajah, kamu ajah yang istirahat sayang" ucap Rara.


Gawat kalau aku tiduran lama-lama sama dia, bisa-bisa dia minta lagi, aku udah capek banget dan badanku sudah pegal-pegal begini batin Rara.


"Yakin, nggak mau tambah lagi?" tanya Rafa sambil menahan tawa dan senyumnya.


"Nggak mau, aku yakin banget mau mandi ajah dan nggak mau tambah," ucap Rara cepat sambil bergidik ngeri.


"Ya udah aku mau mandi juga kalau gitu sayang," ucap Rafa sambil ingin beranjak dari tempat tidur.


"Ihh aku dulu kita mandi sendiri-sendiri ajah," ucap Rara lalu segera beranjak dari tempat tidur cepat membawa selimut meninggalkan Rafa yang tanpa selimut.


Rafa menggelengkan kepalanya sambil melihat istrinya itu yang kabur dengan selimut, jadilah dia menunggu Rara selesai mandi tanpa menggunakan sehelai benang pun dan tanpa selimut di tempat tidur.


"Huuff untung nggak salah masuk kamar mandi," ucap Rara karena baru masuk di dalam kamar Rafa hari ini, takutnya dia salah masuk karena ada beberapa ruangan di dalam kamar Rafa.


Gila banget yah suamiku, aku sampai sakit-sakit badan nih gara-gara dia pengen terus, ya ampun batin Rara.


Rara segera mandi karena dia ingin bertemu mertuanya juga, membantu kalau ada yang bisa di bantu.


"Ya ampun lupa bawa handuk, iya kali aku pakai selimut keluar kamar mandi," ucap Rara begitu sudah selesai mandi dan mulai panik karena dia lupa bawa handuk.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


"Sayang ini handuk, kamu lupa bawa tadi," ucap Rafa di depan pintu kamar mandi.


Rara pun segera mengeluarkan tangannya sedikit tapi Rafa malah langsung masuk ke dalam kamar mandi bersama istrinya.


Rara langsung menutup matanya melihat suaminya itu yang dengan santainya tidak memakai sehelai benang pun berada di depannya. Dan itu membuat Rafa tersenyum.


"Nggak usah tutup mata sayang kan udah merasakannya juga," ucap Rafa sambil memakaikan handuk buat istrinya yang masih saja malu jika tidak mengenakan apapun di depan suaminya dan juga melihat suaminya tidak mengenakan apapun.


"Ihh kamu nggak malu apa," ucap Rara.


"Nggak dong, sama istri sendiri juga masa mau malu, buka mata kalau tidak aku akan mengajakmu mandi ulang" ucap Rafa yang langsung membuat Rara membuka matanya cepat.


"Pakaian buat kamu sudah ada sayang di tempat tidur," ucap Rafa.


"Kamu mengambilnya seperti ini?" tanya Rara dengan cemburutnya.


"Nggak dong sayang, aku menutup semuanya kamu saja yang boleh lihat," ucap Rafa sambil mencolek dagu istrinya.


"Cemburu yah," ucap Rafa dan lagi-lagi mencolek dagu istrinya.


Rafa memang menyuruh wanita untuk menyiapkan keperluan istrinya karena dia tidak mau menyuruh pria untuk mencarikan keperluan istrinya.


"Nggak tuh," ucap Rara sambil ingin ke luar dari dalam kamar mandi tapi Rafa menahannya.


"Jujur dulu, jangan bohong sayang," ucap Rafa.


"Iyalah aku cemburu sayang pakai tanya lagi issh," ucap Rara.


"Gitu dong jujur, aku sangat mencintai kamu istriku, tapi kalau kamu cemburu aku suka," ucap Rafa.


"Keluarlah pakaian sebelum aku berubah pikiran dan mengajakmu mandi lagi," ucap Rafa setelah mencium bibir istrinya.

__ADS_1


Rara dengan segera keluar kamar mandi.


Enaknya punya istri, ada yang di peluk, ada yang di cium, apalagi aku sangat mencintainya, kamu akan selalu aku buat bahagia sayang batin Rafa lalu segera mandi dengan cepat.


"Hufft dasar nggak mungkin banget aku mau mandi lagi, mana mandimu pasti dengan maksud lain," gumam Rara sambil berjalan.


Rara tersenyum begitu melihat pakaiannya yang lagi-lagi menutupi area lehernya, Rafa memang sangat mengerti istrinya.


Padahal aku bisa menutupinya dengan foundation sih tapi baju lebih aman juga sih batin Rara.


Rara yang sudah selesai berpakaian dan mengeringkan rambutnya segera duduk ke depan cermin untuk menyisir rambutnya dan agak terheran-heran melihat make up yang sangat banyak.


Tak lama Rafa juga keluar dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.


"Sayang ini make up kamu?" tanya Rara yang membuat Rafa langsung melongo tidak percaya akan pertanyaan istrinya itu, mana mungkin Rafa memakai make up yang begituan, Rafa memang suka perawatan tapi bukan dengan memakai make up juga yang nama-nama make up itu saja Rafa tidak tahu sama sekali.


"Sayang aku tanya loh, kok diam?" tanya Rara sambil menoleh kepada suaminya.


"Sayang itu make up kamu semua yang aku suruh bawahanku untuk sediain mana mungkin punyaku, ada-ada saja deh istriku ini," ucap Rafa sambil berjalan mendekat ke tempat Rara duduk lalu mencium pipinya.


Rara langsung tertawa mendengar ucapan suaminya.


"Kirain punya kamu sayang, abis aku tuh nggak suka pakai make up, aku nggak tahu juga," ucap Rara setelah menghentikan tawanya.


"Sini aku keringin rambut kamu, ayo duduk disini," ucap Rara lalu berdiri dari duduknya, Rafa segera mengikuti ucapan istrinya dan segera duduk di kursi menghadap ke cermin.


"Aku tahu kamu nggak suka pakai make up sayang kamu tuh cantik alami dan aku suka, cuma aku sediain ajah siapa tahu kamu pengen pakai make up," ucap Rafa.


Rara hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya.


Setelah mereka berpakaian barulah mereka ke luar kamar.


Rafa menonton siaran televisi kalau ada Fandi pasti Rafa akan main game bersama Fandi, sedangkan Rara segera ke dapur bersama pelayan untuk membantu mama Rafa menyiapkan makan malam, karena Rara baru di rumah Rafa jadi dia belum tahu betul bagian-bagian rumah Rafa yang sangat luas jadilah dia bersama pelayan.

__ADS_1


Rafa yang lagi menonton siaran televisi benar-benar sangat marah begitu melihat berita tentang istrinya yang tidak baik, ternyata sejak tadi istrinya di beritakan dan di jelek-jelekan, Rafa langsung teringat tatapan orang-orang kepada istrinya sejak tadi.


__ADS_2