Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Cepat katakan padaku


__ADS_3

"Iya kita mau pergi dulu,, malas dengar penghinaan kamu sama kita berdua," ucap Citra.


Aldi langsung tertawa mendengar ucapan Citra.


"Baperan kamu," ucap Aldi.


"Ehh foto dulu dong," ucap Aldi.


"Nggak salah nih kak Aldi mau foto,, tumben banget,, kok perasaan aku mendadak jadi nggak enak yah," ucap Ana.


"Iya nih aku juga,,, sejak dulu kamu kan paling nggak suka berfoto Aldi,, sekarang kok kamu ngajakin berfoto,, pasti ada sesuatu di balik sesuatu nih," ucap Citra sambil melihat Aldi penuh selidik.


Rara tidak berbicara apa-apa karena dia tidak tahu apa-apa,, Rara baru mengenal Aldi jadi dia belum terlalu tau tentang Aldi.


"Kalian itu pikirannya negatif mulu sama aku,, ayo sini kita foto kapan lagi coba aku mau ngajakin kalian berfoto,," ucap Aldi.


"Selama ini aku nggak ajakin kalian berdua foto itu atau bisa di bilang aku malas berfoto dengan kalian, karena make up kalian ketebalan,, jadi aku malas," ucap Aldi lalu tertawa.


"Aldi kamu benar-benar ngeselin tahu nggak," ucap Citra.


"Iya nih,, ngeselin banget,," ucap Ana juga sambil mencebikan bibirnya.


"Biarin memang kenyataan kok make up kalian ketebalan selama ini,, ayo sekarang kita foto dulu, Rara kamu juga ikutan," ucap Aldi.


Mereka segera berfoto.


"Udahkan?" tanya Citra.


"Udah,, sekarang kalian pergi belanja sepuas kalian yah, aku izinin," ucap Aldi.


"Oke kak tenang ajah,, itu pekerjaan gampang," ucap Ana.


"Aldi kita pergi dulu yah," pamit Rara.


"Iya Ra,, hati-hati yah kalian,, di luar sudah ada bodyguard yang menunggu," ucap Aldi.


"Iya.,," ucap Citra.


Rara,, Ana,, dan juga Citra benar-benar terkejut begitu melihat bodyguard yang cukup banyak telah menunggu mereka.


"Serius mereka semua yang bakalan menjaga kita?" ucap Citra seakan tidak percaya.


Dia baru kali ini akan di jaga dengan bodyguard yang banyak,, selama ini dia tidak pernah di jaga bodyguard sama sekali,, dia bisa bebas kemana saja tanpa adanya bodyguard.


Astaga ini kelebihan banyak sih,, apa Rafa sadar dengan semua ini,, batin Rara.


"Sepertinya ini ada kesalahan deh,, masa sebanyak ini sih,, lah sementara kita cuma bertiga saja,, kita pasti jadi pusat perhatian,, dan aku malas banget ihh,," ucap Ana.


Ana segera masuk lagi ke dalam rumah untuk menemui Aldi, di ikuti dengan Citra dan Rara.


"Kak Aldi ayo keluar dulu,, pasti kak Aldi tahukan tentang bodyguard yang banyak di luar, kita nggak terima kak sebanyak itu,, kurangi deh kak," ucap Ana.


Seperti yang aku duga,, pasti mereka tidak terima,, tapi itu semua untuk kalian juga sih,, jadi terima ajah seharusnya,, batin Aldi.


"Iya Aldi kurangi dong,, banyak banget itu di luar," ucap Citra juga.


"Maaf yah gadis-gadis,, itu semua atas keinginan Rafa jadi terima saja,, daripada nggak di izinin,, kalian mau?" tanya Aldi.


"Bicara dong sama kak Rafa,, supaya di kurangi,, banyak banget loh itu kak,,, gimana sih,," ucap Ana.


"Aku itu udah bicarakan tadi, tapi Rafa tidak mau,, pokoknya kalau kalian mau keluar belanja terima saja deh semuanya daripada nggak di izinin,, kalau aku sih mau kalian keluar atau nggak,, yah nggak apa-apa,, malahan aku lebih senang kalau kalian itu nggak keluar," ucap Aldi.


"Dan kalian berdua jangan menyuruh Rara untuk bicara dengan Rafa karena Rafa sudah menonaktifkan ponselnya supaya dia terbebas dari godaan,, jadi percuma saja yah," ucap Aldi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Astaga emang nggak ada pilihan lain,, ya udah ayo deh kita pergi," ucap Citra.


Mereka akhirnya terima dengan bodyguard sebanyak kemauan Rafa dan Aldi.


Mereka percaya saja lagi kalau ponsel Rafa nggak aktif,, padahal kan ponsel Rafa aktif selalu,, batin Aldi.


Aldi segera menghubungi Rafa.


Rafa segera mengangkat panggilan telfon dari Aldi.


"Gimana Aldi,, mereka udah pergi belanja?" tanya Rafa langsung.


"Iya mereka udah pergi, aku pikir mereka nggak mau tadi, karena bodyguard sebanyak itu,," ucap Aldi.


"Biarlah mungkin mereka pengen banget belanja,, yang penting mereka selalu dijaga terutama Rara,," ucap Rafa.


"Iya aku juga begitu yang penting mereka selalu di pantau," ucap Aldi.


"Oke deh,, aku mau lanjut kerja dulu," ucap Rafa.


"Oke," ucap Fandi.


Rafa segera menutup panggilan telfonnya dengan Aldi dan lanjutkan kerjanya.


Aldi yang melihat fotonya bersama Rara, Ana dan Citra langsung mengirimkan foto itu kepada Fandi.


"Gangguin Fandi bagus juga kayaknya," gumam Aldi.


Fandi yang sedang di ruangannya langsung melihat ponselnya,, begitu mendengar ada pesan whatsapp.


Fandi mengernyitkan keningnya sedikit begitu melihat Aldi yang mengirimkan dia pesan.


Foto apaan yang di kirim anak itu,, batin Fandi sambil membuka pesan whatsapp dari Aldi.


"Hemm si ondel-ondel tumben dandanannya bagus, biasanya juga sih tebal banget," ucap Fandi.


Fandi langsung menelepon Aldi untuk menanyakan maksud Aldi mengirimkan dia foto.


Aldi langsung mengangkat panggilan telfon dari Fandi.


"Kenapa kamu ngirimin aku foto itu?" tanya Fandi langsung begitu Aldi sudah mengangkat panggilan telfonnya.


"Ada wajah kamu lagi,, malas banget aku lihat," sambung Fandi lagi.


"Wajah siapa lagi yang ada?" tanya Aldi.


"Ondel-ondel,, Ana dan Rara," jawab Fandi.


"Kamu nggak lihat perubahannya,, masa masih bilangin Citra ondel-ondel sih," ucap Aldi.


"Lihat sih,, tapi tetap ajah dia ondel-ondel di mataku," ucap Fandi.


"Lagian ngapain sih kamu ngirimin aku foto yang ada wajah dia,, merusak pemandangan ajah tahu nggak," ucap Fandi lagi.


"Aku kira kamu bakalan memuji perubahannya," ucap Aldi sambil menahan tawanya.


"Isshh apaan coba,, ngapain aku memuji-muji dia,, membuang-buang waktuku saja," ucap Fandi.


"Jadi itu saja maksud kamu ngirimin aku foto itu, hem,,, hem,,, hemm sangat membuang waktuku, udah ahh aku mau lanjut kerja,, aku sibuk," ucap Fandi lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Aldi.


Astaga Fandi gitu amat,, batin Aldi sambil berjalan kembali menuju kamarnya.


Fandi terus melihat foto yang barusan di kirim Aldi,, tapi hanya pada wajah Rara sajalah dia fokus,, dia sangat senang melihat senyum Rara.

__ADS_1


Cantik banget sih kamu Rara,, dan baik lagi,, seandainya aku jadi dengan kamu waktu itu,, aku pasti jadi manusia paling bahagia,,, batin Fandi.


"Hemm mengganggu saja nih wajahnya Citra dan juga Aldi,,,, tapi ya sudahlah aku simpan saja,, ada Rara di foto ini yang tersenyum bahagia dan juga manis,, tidak bisa memiliki kamu jadi aku miliki saja fotomu,, gumam Fandi lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.


##############


Sementara di tempat lain


Fania sangat terkejut begitu melihat berita tentang Gracia yang telah meninggal. Dia yang masih peluk-pelukan dengan kekasihnya di tempat tidur langsung berlari ke luar kamar mencari Zahra,, untuk memberitahukan berita yang baru diketahuinya.


Sebelum itu Fania memakai pakaiannya dulu, dan begitupun dengan pacar Fania dia memakai pakaiannya terlebih dahulu baru keluar kamar mengikuti Fania.


Kekasih Fania heran melihat Fania yang tampak terkejut.


"Sayang ada apa sih?" tanya Reno kekasih Fania sambil memegang tangan Fania.


"Duhh ini sayang,, sepupu Zahra ternyata udah meninggal," jawab Fania.


Reno tampak terkejut sedikit walaupun dia belum mengetahui sepupu Zahra yang mana yang di maksud oleh Fania.


"Ini Zahra kemana lagi," ucap Fania sambil berjalan memeriksa ruangan.


"Zahra," teriak Fania.


Zahra yang sedang mendengarkan musik sambil merokok tidak mendengar teriakan Fania. Hingga Fania menemukan Zahra yang sedang duduk santai dengan musik beserta rokoknya.


"Zahra," ucap Fania sambil menyentuh bahu Zahra yang membuat Zahra tersontak kaget.


"Apaan sih Fania buat kaget aku saja," ucap Zahra sambil melihat Fania.


"Maaf nggak maksud,, abis kamu aku panggil-panggil nggak nyahut," ucap Fania.


"Nggak dengar," ucap Zahra.


"Iya aku tahu," ucap Fania.


"Kenapa panggil-panggil,, kalian udah selesai Ren?" tanya Zahra sambil melihat Reno dan juga Fania.


"Belum nih,, baru juga dua kali,, tapi Fania langsung main keluar gitu ajah," jawab Reno.


"Tumben Fania," ucap Zahra.


"Ada hal penting Zahra yang mesti kamu tahu,," ucap Fania.


"Apaan?" tanya Zahra penasaran.


"Kamu udah tahu tentang kabar Gracia belum,, dari media?" tanya Fania.


"Belum lah,, aku malas lihat media isinya hujatan semua tentang aku,," jawab Zahra kesal.


Sudah aku duga,, makanya dia terlihat santai-santai saja sekarang karena dia belum tahu apa-apa,, batin Fania.


"Kabar apa tentang Gracia? akhirnya tuh anak ada kabar juga," ucap Zahra senang.


"Kabarnya sangat buruk Zahra, perbaiki dulu deh perasaan kamu," ucap Fania.


"Kabar apaan sih Fania,, jangan buat aku penasaran deh,, kabar buruk apa?" tanya Zahra lagi.


"Cepat beritahu aku," ucap Zahra.


"Kamu nggak punya riwayat penyakit jantungkan?" tanya Fania terlebih dahulu membuat Zahra mengernyitkan keningnya dengan perasaan kesal.


"Nggak lah Fania,, cepat katakan padaku,, berita apa," ucap Zahra lagi.

__ADS_1


"Gracia sudah meninggal Zahra," ucap Fania.


__ADS_2