
"Emang nggak ada yang mau sama aku," ucap Fandi.
"Ahh baguslah,, jadi aku ada kesempatan," ucap Citra yang langsung membuat Fandi benar-benar merinding begitu mendengar ucapan Citra.
"Nggak usah bicara sembarangan deh kamu,," ucap Fandi sambil terus menjauh dari Citra,,, dan itu membuat Citra,, Rara dan Rafa malah tertawa.
"Kamu kenapa sih? grogi yah kalau dekat-dekat dengan aku?" ucap Citra yang sebenarnya dirinya lah yang grogi.
"Aku nggak grogi sama sekali,, cuma aku nggak mau dekat-dekat dengan kamu,, dan satu lagi jangan berucap sembarangan kamu," ucap Fandi.
"Itu nggak sembarangan,, gimana kalau itu beneran aku ucapkan,, apa kamu mau menerima aku?" ucap Citra yang langsung to the point namun Fandi tidak menganggap serius ucapan Citra.
"Mulai gila kamu yah,, jangan dekat-dekat aku,," ucap Fandi lalu segera berjalan ke luar dari dalam ruangan Rafa menuju ke ruangannya.
"Ya ampun abang Fandi gitu amat sih," teriak Citra yang masih di dengar oleh Fandi.
Isshh kenapa sama tuh cewek,, apa dia sudah gila, apa tadi katanya abang Fandi,, ihhh kok aku ngeri dengar dia berucap seperti itu,, batin Fandi sambil bergidik ngeri,, karena dia tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti itu.
Rara dan Rafa benar-benar melihat heran pada Citra,, namun mereka juga merasa lucu dengan yang dilakukan Citra.
"Cit,, ini kamu kan?" tanya Rara sambil mendekati Citra yang masih melihat ke arah pintu.
Citra pun langsung tersenyum begitu mendengar pertanyaan Rara.
__ADS_1
"Iya dong Ra, ini aku,,, maunya kamu aku siapa coba?" ucap Citra sambil melihat Rara.
"Lalu kenapa kamu berubah banget,, kamu juga gangguin Fandi,, nggak seperti biasanya,," ucap Rara.
"Kamu lagi sakit yah Cit? atau jangan-jangan karena waktu kita di culik,, tamparan orang itu yang membuat kamu jadi seperti ini Cit?" ucap Rara.
"Apaan sih Ra,, nggak gitu juga kali,, aku emang gini kok,, aku nggak berubah,, kenapa sih emangnya?" ucap Citra.
"Kamu berubah banget Cit,, apalagi sama Fandi,, kamu berubah banget,, kamu kenapa?" tanya Rara.
"Iya Citra,, kamu kenapa?" tanya Rafa juga.
"Aku nggak kenapa-kenapa,, Fandi masih jomblo kan sampai saat ini?" tanya Citra yang membuat Rafa dan Rara langsung saling pandang.
"Iya dia jomblo Cit,, kenapa memangnya?" tanya Rara.
"Emmm nggak kenapa-kenapa,, aku hanya bertanya saja,," ucap Citra sambil tersenyum.
"Massa sih?" ucap Rafa.
"Iya,," ucap Citra.
Jangan dulu deh Rafa tau,, batin Citra.
__ADS_1
"Emmm aku nggak di tawarkan buat duduk nih?" ucap Citra.
"Ehh iya,, ayo kamu duduk dulu Cit," ucap Rara.
Citra pun segera duduk begitu pun dengan Rafa dan Rara,, namun Rafa duduk di kursi kebesarannya.
"Ra,, kita keliling-keliling perusahaan Rafa yuk,, biar nggak bosan di dalam ruangan ini," ucap Citra setelah cukup lama duduk.
"Ehh iya boleh juga tuh," ucap Rara.
"Di dalam perusahaan aja yah,, jangan kemana-mana," ucap Rafa yang mendengar ajakan Citra tadi pada istrinya.
"Iya Rafa mengerti kok aku,, lagian wajahku ini belum sembuh nggak mau cari masalah lagi aku," ucap Citra sambil nyengir.
Rafa pun langsung tertawa begitu melihat Citra.
"Bagus deh," ucap Rafa.
"Kualat kamu tertawain aku," cibir Citra.
Rara pun hanya tersenyum sambil melihat Citra.
Aku harus meminta tips pada Rara untuk mendekati Fandi,, batin Citra.
__ADS_1